
11. JALAN-JALAN KE PERKEBUNAN ANGGUR
Sebuah perumahan modern berhentilah mobil. Keluarga Difa sudah sampai di rumah tantenya. Mereka membersihkan badan mereka dulu (mandi), lalu bergegas untuk makan bersama. Setelah makan mereka berkumpul dan bercerita sampai malam. Keluarga Difa tidur dan istirahat. Difa tidur bersama Raline. Endri tidur bersama kedua orang tuanya.
*Keesokan harinya.
"Kak Difa hari ini kata Mama mau di ajak ke kebun anggur Papa." Kata Raline mengajak Difa.
"Wah, asiiiikkk." Ucap Difa sambil memeluk Raline.
Difa segera mandi dan bergegas. Difa keluar kamar, sarapan bersama yang lain. Setelah makan mereka berangkat ke Tuscany.
**Dalam mobil
"Tante jauh ga kebunnya om ?" Tanya Endri kepada tante Rosa.
"Sekitar dua jam an sayang tidak terlalu jauh." jawab Tante rosa sambil menyetir.
Dua jam berlalu sampai lah mereka di kota Tuscany. Kota yang dengan bangunan-bangunan dengan arsitektur menakjubkan dan karya seni yang bermutu tinggi. Mereka kagum dengan kecantikan kota Tuscany.
"Pah, unik banget iya banguannya." Kata Endri sambil melihat keluar jendela.
"Iya nak, di sini bangunannya unik-unik karena di sini terkenal dengan kota yang seninya tinggi." Jawab Papa Difa sambil mengelus kepala Endri
__ADS_1
Mereka ke Tuscany dahulu sebelum jalan-jalan ke Milan, alasannya karena mau musim dingin bulan lagi takut nya pemandangan di Tuscany tak sebagus sekarang.
Setengah jam dari perkotaan sampailah mereka di perkebunan anggur yang bagus sekali. Mereka kagum masih ada pemandangan alam kaya gini di Italia.
Mereka mampir ke rumah kecil tapi unik di sana ada om Rui sedang membaca koran.
"Assalamualaikum" Salam Tante Rosa dan lainnya.
"Waalaikumsalam wr wb" Jawab Om Rui menaroh korannya.
Om Rui menuju ruang tamu menyambut kedatangan mereka.
"Wah, Kaka Wisnu dan yang lain sudah datang."
Mereka saling berpelukan. Lalu mereka ke ruang keluarga sambil berbincang-bincang. Mama Difa dan Tante Rosa masak di dapur, di bantu Difa dan Raline. Endri sedang sibuk makan anggur sambil nonton tv.
Setelah masakan jadi mereka makan lalu keluar rumah. Di luar rumah mereka berjalan mengelilingi perkebunan. Keluarga Difa terpesona dengan pemandangannya.
"Bagus banget ya Ros, pemandangan di sini." Kagum Mama Difa.
"Iya kak, makanya kalau sudah di sini malas balik ke Milan." Jawab Tante Ros tersenyum.
Endri berlarian ke sana sini. Sesampai di kebun yang penuh anggur , Endri punya keinginan untuk bertanya.
__ADS_1
"Om Rui, Endri boleh petik anggurnya." Tanya Endri berkaca-kaca agar di izinkan.
"Tentu boleh donk Endri." Om Rui mengambil gunting untuk memetik dengan Endri.
"Difa mau mencoba petik?" Tanya Tante Ros kepada Difa.
"Mau banget tante" Jawab Difa dengan semangat .
Tante Rosa mengajarkan Difa memotong, Mama dan Papa Difa juga ikut mencoba.
Raline dan Endri senang karena mereka suka makan anggur.
Kebun Anggur di tempat Om Rui. Pemandangannya sangat bagus sekali.
Kota Tusacany selain bangunanya yang berseni tinggi.
Pemandangan menawan di Tuscany berasal dari deretan bukit hijau yang permai, air sejernih kristal, ladang bunga yang berwarna-warni serta sumber air panas yang menenangkan. Dengan berbagai aktivitas outdoor yang menarik seperti bersepeda gunung, berkuda, hiking, naik balon udara, dan berjalan santai menikmati sunset, tempat ini akan menjadi salah satu destinasi liburan musim panas favorit.
__ADS_1