
26. SELEKSI
Flashback
Mas Iwan pelaku penculik Enri sudah kerja di kantor Mama Difa. Difa dan teman-temannya menonton konser dan menyanyi di atas panggung bersama.
Dua minggu setelah kejadian Enri di culik, saatnya seleksi lomba antar klub taekwondo.
***
Klub Chagi.
"Difa kemana aja sudah sebulan ga pernah kelihatan." Sapa Saboem Yosep. (Ketua seleksi yang juga mengajar di klub Difa.)
"Iya saboem banyak tugas sekolah. Maafkan Difa." Jawab Difa tidak enak hati datang tiba-tiba.
"Iya sudah gabung sama yang lain Difa." Ajak saboem untuk gabung bersama yang lain.
Difa lalu gabung, dan mengambil undian untuk nomor seleksi.
Seleksiny ada beberapa tahap, Difa harus timbang badan, ukur tinggi, dan mengukur tensi darah.
Difa masuk kelas 49 kg.
Dalam tahap ini dia akan melawan dua orang untuk seleksi, yang menang akan di pilih untuk bertanding di luar kota.
Sparing pada babak pertama dan kedua sama Difa menang skor 3-11.
"Wah mantab Difa selamat iya, satu pertandingan lagi bisa lolos " Ucap Saboem Aril memberi selamat ke Difa.
"Makasih saboem, tapi sparing nanti berat. Lawan Kak Yani dia kan jago banget." gumam Difa menundukan kepalanya.
"Semangat Difa, kaka yakin Difa pasti bisa." tiba-tiba ada suara yang dikenal.
"Lah,Jul ga ikut tanding?" tanya saboem Aril kaget liat Kak Juli datang tiba-tiba.
"Tau nih Kak Juli denger aja obrolan kita." Canda Difa sambil tersenyum.
"Aku kena giliran nanti siang saboem. Ga sengaja dengar bos." Jawab Kak Juli.
Saatnya Difa maju sparing lagi dia menghadapi seniornya yang beda dua tingkat sabuk.
__ADS_1
Di pertandingan ini Difa berjuang keras, sampai menghasilkan tiga babak dan Difa menang tipis 11-12.
Setelah selesai pertandingan Difa berlari ke arah Saboem Aril dan Kak Juli mereka lalu tos.
Difa senang banget karena ini pertama kalinya dia akan ikut pertandingan besar.
Tiba-tiba ada pengumuman kalau Kak Yani juga lolos ke pertandingan antar klub se provinsi karena kelas di atas mereka kosong dan kak Yani yang naik kelas.
Penjelasan
Katagori Sparing Junior Wanita
Fin - Kurang dari 42 Kg
Fly - 42 Kg - 44 Kg
Bantam - 44 Kg - 46 Kg
Feather - 46 Kg - 49 Kg
Light - 49 Kg - 52 Kg (Difa)
Welter - 52 Kg - 55 Kg (Kak Yani)
Middle - 59 Kg - 63 Kg
Light Heavy - 63 Kg - 68 Kg
Heavy - 68 Kg Ke atas
**
Difa dan Kak Juli mendatangi Kak Yani memberikan ucapan selamat.
"Selamat ya Kak, kita sama-sama lolos" Ucap Difa sambil memeluk Kak Yani.
"Iya Difa, makasih. Semoga kita bisa juara ya nantinya." Jawab Kak Yani senang habis mendengar pengumuman.
"Eh Jul, bentar lagi kamu tanding ga siap-siap ke sana." Sambil menoleh ke arah pemain yang sedang mau bertanding.
"Oh iya ya, ya udah aku ke sana dulu Yan Dif. Difa jangan lupa semangatin kakakmu ini ya." Canda Kak Juli sambil tersenyum lalu lari.
__ADS_1
Difa hanya menyengir, karena tidak enak sama Kak Yani. Kak Yani memasang muka bete.
Kak Yani tanya apa hubungannya Kak Juli sama Difa. Difa menjawab hanya sebatas sahabat yang sudah dianggapnya sebagai kakak. Kak Yani lalu bilang bagus karena dia sudah lama suka sama Kak Juli.
Difa semakin tidak enak, untungnya Saboem Aril memanggil Difa. Difa terhindar dari Kak Yani.
Di pertandingan Kak Juli hebat banget musuhnya hanya dapat skor 1 dalam dua babak.
Setelah pertandingan Kak Juli menyamperin Difa dan Saboem Aril hampir saja Kak Juli memeluk Difa tapi Difa menolaknya. Difa melirik ke arah Kak Yani, dengan muka bete Kak Yani melihat adegan itu.
Karena Difa tidak enak dia izin pulang duluan, tetapi Kak Juli menyuruh Difa menunggunya karena dia di tungguin supirnya. Difa menolak dan terpaksa berbohong bilang kalau dia sudah di jemput.
Difa lalu meninggalkan Saboem dan Kak Juli.
Melihat itu Kak Yani mendekat ke Kak Juli.
"Jul, selamat iya kamu hebat banget sih." Ucap Kak Yani memberi selamat.
"Biasa aja kali." Jawab Kak Juli sambil salim kepada Saboem karena mau pulang.
Kak Yani di tinggal pulang Kak Juli.
"Sial, kenapa aku di tinggal." Gumam Kak Yani kesal.
Saboem Aril hanya geleng-geleng sambil tersenyum.
Kak Juli yang mengejar Difa sudah tidak ada di depan gerbang tempat latihan mereka.
Kak Juli sedih lalu masuk mobilnya.
***
Di tempat lain.
Kak Cibot melihat video Difa dan teman-temannya, jadi yang dia lihat waktu itu memang Difa pas di atas panggung. Kak Cibot lalu tersenyum dan mengulang terus videonya.
Tok-tok suara pintu kamar Kak Cibot.
"Yuk berangkat kak, ayah ibu udah nunggu di bawah." Ucap seorang gadis kepada Kak Cibot.
Kak Cibot mematikan hpnya lalu keluar kamar.
__ADS_1
#######
Waduh Kak Cibot mau kemana 😮