
5. NILAI DIFA
Difa sampai di rumahnya. Masuk ke kamar yang begitu rapi bernuansa putih hitam, Difa mandi dahulu lalu keluar kamar untuk makan lagi karena tadi cuma makan bakso setengah porsi.
*Di ruang makan ada meja makan yang tertata rapi makanan di atasnya.
"De, uda pulang juga?" Tanya Difa kepada Enri kaget melihat adenya sudah pulang.
"Sudah kak, tadi ujianny cuma 1 jadi cepet." Jawab Enri sambil makan.
Difa mengambil nasi dan menanyaka "gimana ujianya de bisa?"
"Alhamdullilah bisa kak." Jawab Enri sambil terseyum.
Tidak lama Papa mereka datang ke ruang makan. Duduk di samping Enri.
"Pah, sini makan. Kapan datang pah?" Tanya Difa sambil mengambil nasi buat papahnya .
"Tadi sekalian jemput Enri. Kalian berdua lagi ujian pada semangat ya." Jawab Papa Difa memberikan semangat.
"Iya siap papah, kalau Endri dapat rangking kasih hadiah pah." Kata Endri sambil nyengir.
"Ya elah bocah-bocah " Saut Difa tertawa.
"Ga apa-apa donk kak. Supaya Endri semangat. Hehe." jawab Endri. Bisa aja nih bocah modusnya.
"Iya ga apa-apa kak, biar adeny semangat. Difa juga kalau rangking papah kasih hadiah." Kata papah ingin memberi hadiah bila anaknya dapat rangking
Difa tersenyum sambil melirik Endri. "Ga usah Pah, Enri aja lebay gitu aja minta hadiah."
"Horee." Kata Endri bersorak tidak memperdulikan kata kakaknya.
Lalu mereka makan bersama.
Setelah makan Difa dan Endri balik ke kamar.
Papa pamit pergi ke kantor cabang di kota Pan.
Dua minggu setelah ujian.
__ADS_1
Di kelas X-2 sekolah Panda, murid-murid baru pada berdatangan.
"Pagi ciwik-ciwik." Sapa Rini menyapa teman-temannya.
"Ceria amat Rin." Balas Difa sambil mengankat alisnya.
"Iya donk, kan ujian sudah selesai." Jawab Rini dengan semangat.
"Gosipnya nilai ujian hari ini keluar dan langsung di pajang ya." Ucap Inka sambil merapikan rambutnya. Rambut Inka lurus dan panjang karena dia naik angkutan umum setiap datang ke sekolah dia harus merapikan rambutnya.
"Hah, serius ,,huaaa.. gimana donk kalo dapat jelek maluu." Rini sambil menutup mata.
"Ini bocah tadi ceria sekarang gini." Difa geleng-geleng.
*Teng-teng bunyi lonceng sekolah.
Wali kelas mereka masuk kelas. Pak Gito duduk di kursi guru yang berada di dalam kelas.
"Ketua kelas maju ke depan, tolong bagikan undangan. Anak-anak ini undangan buat bagi raport hari Sabtu ini. Hari Sabtu ini kalian bagi raport. Ada yang mau bertanya?"
Rini angkat tangan.
Kata Pak Gito mempersilahkan Rini.
"Pak nanti nilai yang tidak lulus ujian apa ada remedial?" Tanya Rini cemas.
Pak Gito memjelaskan, "iya ada, hari ini di umumin besok mulai remednya semua pelajaran dalam satu hari."
Kelas langsung ribut mereka kaget mendengar besok langsung remedial. Mereka pada takut kalau nilai mereka jelek dan mendapat remedial.
"Sudah jelas semua anak-anak, Bapak keluar iya. Nilai ujian kalian sudah di pajang di papan pengumuman."
Bu Hui Bu
Pak Gito keluar kelas karena sudah selesai menjelaskan dan membagikan undangan. Anak-anak langsung keluar kelas melihat papan pengumuman.
"Difa liat kamu dapat juara dua di sekolah." Kata Inka sambil menunjuk nama Difa di papan pengumuman.
"Wih , iya hebat kamu Difa. Huaaa aku dapat tiga pelajaran remedial " Ucap Tiwi sedih melihat nilainya.
__ADS_1
"Mending tiga, aku lima." Kata Rini berkaca-kaca matanya.
"Kalo Inka ada remed ?" Tanya Difa mencari nama Inka.
"Remed tiga Difa sama kaya Tiwi." Jawab Inka sedih dan menunduk.
Mereka keluar dari kerumunan setelah melihat nilai mereka.
Lalu mereka pergi ke kantin.
Lagi-lagi dikantin Inka tidak memesan makanan. Difa melihat ke arah Inka. Inka hanya menunduk.
"Inka, Rini,Tiwi hari ini Difa yang traktir ya. Mau pesan apa aja silahkan." Ucap Difa mentraktir teman-temannya.
"Eh,serius baik banget Difa." Kata Tiwi semengeringah.
"Sudah cantik , pintar , baik lagi." kata Rini memeluk Difa.
"Apaan sih rin peluk-peluk tapi makasi ya pujiannya. Haha." canda Difa tertawa.
"Makasih ya Difa." kata Inka sambil tersenyum.
Difa mengancungkan jempol.
Tak lama mereka makan ada geng cowo-cowo datang menyamparin mereka. Geng murid cowok tersebut suduk disamping Difa dan teman-temannya.
"Hy, aku Fadel, ini Rudi, ini Aji, Agra,. Kita duduk sini iya." Sapa Fadel memperkenalkan diri dengan pedenya.
"Iya silahkan bukan punya kita juga kursinya." Canda Rini.
"Difa, selamat iya juara dua se angkatan." Kata Fadel memajukan tangannya untuk berjabat tangan.
Difa menerima jabatan tangan Fadel. "Selamat juga ya Fadel, juara satu se-angkatan. "
Fadel anak VII 1, kelas sebelah Difa. Dia terkenal jago dalam pelajaran.
"Cieehh." Canda Aji teman Fadel menggoda mereka saar berjabat tangan.
Difa langsung cepat-cepat mencabut tangannya dan makan kembali.
__ADS_1
Difa dan teman-temannya mengobrol bersama teman-teman Fadel, sangking ramenya mereka mengobrol sampai di lihat seluruh kantin.