Kehidupan Difa

Kehidupan Difa
ENRI DIMANA


__ADS_3

20. ENRI DIMANA


Flasback**


Episode sebelumnya Papa Difa mendapatkan telepon kalau sudah ada hasil dari handphone tersebut. Papa Difa langsung menuju ke kantor polisi.


***


Kantor Polisi.


Papa Difa datang dengan terburu-buru. " Bagaimana Pak hasilnya?"


Pak polisi menjawab, "sidik jari di handphone tersebut telah di hapus, tetapi sim card yang berada di handphone tersebut telah kami dapat sidik jari pelaku."


"Terus siapa Pak pelakunya, ayo kita ke sana sekarang Pak." Ucap Papa Difa gelisah.


"Saat hasil keluar, tim kami langsung ke tempat pelaku pak. Sebentar lagi mereka datang ke sini membawa pelakunya, semoga anak Bapak bisa di temukan." Jawab Pak Polisi sambil menenangkan Papa Difa.


Papa Difa meminum teh yang di sediakan pak Polisi. Tidak lama ada polisi datang bersama dua orang, Papa Difa langsung menari kaos mereka tapi di lerai oleh Pak Polisi yang ada di sana. Papa Difa kecewa anaknya tidak ada.

__ADS_1


Polisi menginterogasi pelaku, menanyakan apa mereka yang menculik Enri? Alasan mereka meneror Difa? Apa ada yang menyuruh mereka? Tau darimana nomor Difa? dan lain-lain.


***


Di luar kantor polisi.


Papa Difa sedang teleponan sama Mama Difa, Mama Difa ingin ikut mencari Enri, setelah membujuk suaminya akhirnya Mama Difa di izinin suaminya untuk mencari anaknya.


Tidak lama kemudian Mama Difa dan Difa datang ke kantor polisi, setelah hasil interogasi yang menyuruh mereka ketahuan ternyata walikota yang sekarang mereka takut Papa Difa menjadi saingannya.


Kata pelaku bukan dia yang menculik Enri, mereka hanya mergertak bukan maksud untuk menculik beneran.


Difa kaget mendengarnya ternyta Papa Aji pelaku sms terornya, pantas pelaku tau nomor Difa mungkin dari Aji.


Difa pergi naik taksi untuk ke tempat keberadaan Aji.


***


Taman kota.

__ADS_1


Taksi Difa berhenti di taman kota. Di sana mereka lihat teman-temannya sedang menanyakan orang satu-satu dengan menunjukan foto Enri, Difa terharu melihatnya. Difa menarik tangan Aji lalu berjalan agak berjauhan dari yang lain.


Difa menanyakan kepada Aji apa yang sedang keluarganya perbuat, Aji yang tidak tau menahu dia bingung dengan perkataan Difa. Difa menjelaskan semuanya teror sms yang dia ceritakan waktu itu ternyata itu orang suruhan Papanya. Difa yakin sekarang yang menculik Enri juga perintah Papanya Aji.


Aji meminta maaf dia kepada Difa dia tidak tau kalau Papanya tega melakukan ini, tapi Aji yakin Papanya bukan orang yang menculik Enri.


Rudi mendengar dari kejauhan mereka berbicara, Rudi hanya mengkerutkan keningnya.


"Pak, apa pernah melihat foto ade ini ?" Ucap Rini menanyakan pada orang yang lewat di taman. Orang tersebut menjawab tidak lihat.


"Sudah hampir setengah hari kita muter-muter sekitar sini tidak ada yang melihat, kita pindah tempat lagi." Kata Fadel mengajak temannya berpindah tempat.


"Kalian tidak apa-apa kaya gini, maaf iya merepotkan kalian." Kata Difa sedih dengan mata berkaca-kaca.


"Sudah nggak apa Difa, ini weekend juga bingung kita ngapain di rumah." Balas Inka menenangkan Difa.


"Ayo Difa semangat." Ucap Rudi memberikan semangat sambil💪..


"Terimakasih ya teman-teman kalian memang paling baik." Jawab Difa tersenyum sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


"Kalau aku teman doank kah Difa, ga lebih?" Canda Fadel sambil menghibur Difa. Difa hanya tersenyum.


Lalu mereka pergi mencari ke tempat lain.


__ADS_2