Kehidupan Difa

Kehidupan Difa
PESTA KEMBALINYA ENRI


__ADS_3

23. PESTA KEMBALINYA ENRI


Flashback


Orang yang menculik Enri sudah di tahan polisi. Enri dan papanya sempat beda pendapat. Enri ingin orang yang menculiknya tersebut bebas sedangkan Pala Enri ingin tetap melanjutkan prosesnya.


Difa sampai di ruangan kamar inap Enri.


"Difa mau di sini apa ikut Papa keluar beli makan?" tanya Papa Difa mengajak Difa keluar.


"Ikut pahh ." Jawab Difa, mereka lalu keluar kamar. Mama Difa tetap di kamar menemani Enri.


Saat keluar kamar Enri memohon ke mamanya agar om yang menculik dia di bebaskan, Enri cerita selama dia di culik om tersebut terus meminta maaf karena telah menculiknya.


Mama Enri bertanya,"alasan om tersebut menculik Enri apa? Enri tau?"


Enri menjawab,"kata omnya istrinya mau melahirkan tetapi tidak ada uang., terus om itu sebelum Enri mau makan udang bilang kalau mau melepaskan Enri mah"


"Kasian sekali nak, oh jadi dia menyesal perbuatannya terus mau melepaskan Enri?" Ucap Mama Difa penasaran.


"Iya Mah, beneran om itu mau melepaskan Enri. Enri juga pas di tangkap di kasi makan enak ga pernah di siksa kaya film-film mah." Jawab Enri antusias.


Mama Difa lalu mengelus kepala anaknya dan bilang akan membujuk papa anak-anak supaya membebaskan penculik tersebut. Enri tersenyum dan bilang terimakasih ke mamanya.


Di tempat lain Difa dan Papanya sedang menunggu pesanan, sambil menunggu pesanan Difa bilang ke papanya gimana kalau menuruti permintaan Enri.


Menurut Difa penculik tersebut ada sisi baiknya karena mau membawa Enri ke rumah sakit, kalau dia benar jahat pasti sudah membiarkan Enri sakit begitu saja.


Papa Difa akan bepikir lagi akan menuruti Enri apa tidak. Makanan mereka telah selsai di buat dan mereka kembali lagi ke rumah sakit.


***


Keesokan harinya Enri sudah di izinkan pulang oleh Dokter karena keadaannya sudah sangat baik.


"Horeeeeeee." Sorak Enri setelah tau boleh pulang.


"Haha kamu bosan ya Nak." Ucap dokter tersenyum mendengar sorakan Enri.


Enri menutup mulut dan menangguk-angguk.


Dokter selesai memeriksa Enri lalu ke luar ruangan.


Mama Difa merapikan barang-barang untuk pulang hari ini. Papa Difa menyelesaikan administrasi sedangkan Difa menyuapi adenya.


Tiga jam kemudian setelah Papa Difa menyelsaikan administrasi mereka pulang ke rumah.

__ADS_1


Sesampai dirumah ....


Doooorrr.. ada kejutan buat Enri. Teman-teman Enri menyabut Enri.


Enri senang dan kaget teman-temannya datang ke rumah.


"Selamat datang tuan muda yang paling ganteng" Kata Bibi Tini menyambut.


Enri langsung memeluk Bibi Tini dan teman-temannya. Mereka lalu berkumpul ke taman belakang, Mama Difa menyuruh Difa untuk memanggil teman-temannya.


Difa lalu menulis d grup.


Difa : Guys ke rumah yuuukk mau barbequan.


Rini : Siap meluncur.


Tiwi : Jemputin aku donk Rin hehe...


Rini : Iya tenang aja.


Tiwi : hehe...


Difa : Inka belum nongol ni kawan.


Tiwi : Inka lagi manggung. Nanti abis manggung paling langsung tempat Difa setelah baca chat kita...


Difa : Okelah kalau gitu di tunggu yaaa.


Rini : Siap..


Tiwi : Ok....


Setelah chatan Difa izin ke mamanya untuk mandi karena semalam nginap di rumah sakit Difa jadi belum mandi pagi ini.


Difa masuk ke kamar. Di taman Enri dan temannya sedang main tembak-tembakan.


Mama Difa sedang mempersiapkan alat dan bahan untuk barbeque.


Di tempat lain.


Fadel dan teman-temannya sedang berkumpul.


"Bro, kita jenguk Enri yuk adeny Difa denger-denger udah pulang dari rumah sakit." Ajak Fadel ke teman-temannya.


"Jenguk adenya atau kakaknya nih? haha " Canda Aji tertawa.

__ADS_1


"Dua-duanya Ji. Haha.." Sambung Agra.


Lalu mereka tertawa dan berangkat menuju ke rumah Difa.


Sesampai di sana mereka di sambut oleh Mama Difa dan mengajak mereka masuk dan ikut memasak barbeque bareng.


Di dalam sudah ada teman Difa yang lain.


"Kalian kok di sini?" Tanya Rini sambil melihat kenarah mereka.


"Kita di undang Mama Difa ke sni." Jawab Fadel tersenyum.


"Boong banget." Jawab Tiwi dan Rini bersamaan.


"Udah-udah, ga apa mereka datang malah rame enak." Ucap Difa sambil melihat Enri bermain sama Aji dan Rudi.


"Difa emang paling baik deh." Goda Fadel tersenyum.


Lalu mereka membagi tugas kerjaan mereka. Selain membuat Barbeque mereka juga membuat sate. 😀 Jadi ada makan modern dan tradisional.


Menjelang pukul 18:00 ada yang datang Inka dan Kak Juli, mereka setalah manggung langsung datang ke rumah Difa.


Fadel yang melihat, seperti tidak suka ada Kak Juli di sini.


"Inka, Kak Juli sini gabung." Panggil Difa mengajak kumpul.


Inka dan Kak Juli mendatangi Difa.


Tidak lama adzan Magrib mereka bergegas untuk sholat ber jamaah.


Setelah Sholat mereka melanjutkan kegiatan mereka tadi. Masakan mereka sudah pada masak.Mereka lalu makan bersama-sama.


Setelah makan, Kak Juli mendatangi Enri dan Papa Difa yang sedang makan salad buah.


"Om, Enri apa kabar? " Sapa Kak Juli ke Enri dan papanya.


"Baik nak, ayo duduk sini." Ajak Papa Difa kepada Kak Juli.


Mereka lalu mengobrol bareng Kak Juli cerita akan ada pertandingan Taekwondon di Kota Rin, papa Difa bilang mereka berdua mau ujian tetapi kalau mereka mau ikut juga tidak apa-apa.


Saat mereka ngobrol bareng, Aji tiba-tiba datang ikutan menyamperin Papa Difa dan Enri.


Enri datang-datang langsung memegang tangan Papa Difa.


"Om, maafin papanya Aji. Aji janji Papa ga bakal gitu lagi Om." Kata Aji memohon kepada Papa Difa.

__ADS_1


Karena Papa Difa tidak enak dan kasihan kepada Aji, Papa Difa mengiyakan dan berjanji akan mencabut berkasnya di polisi. Aji dengen senengnya memeluk Papa Difa dan berterimkasih.


Setelah itu Papa Difa mengajak Enri, Aji dan Kak Juli ngumpul bersama yang lain.


__ADS_2