Kehidupan Difa

Kehidupan Difa
TAEKWONDO CLUB CUP (1)


__ADS_3

28. TAEKWONDO CLUB CUP (2)


**Flashback.


Kak Juli merasa sikap Difa berubah dan menanyakan apa karena si Yani. Papa Aji datang bersama keluarganya mengajak Papa Difa untuk bergabung dalam pemilu, tetapi di tolak Papa Difa**.


Dua hari setelah seleksi, Difa masuk sekolah. Di kelas teman-teman Difa memberi semangat buat pertandingan taekwondonya. Difa berterimakasih karena semua memberikan semangat.


"Hei guys, bingung deh." Ucap Difa sambil menoleh anak-anak lain.


"Peggangan bu." Jawab Rini tertawa.


"Bingung kenapa Difa?" tanya Inka menoleh ke arah Difa yang tadinya nulis berhenti.


"Kok anak-anak pada tau ya masalah Difa ikut taekwondo cup." Difa sambil menggaruk rambutnya.


"Ini noh yang sebarin." Ucap Tiwi menyenggol Rini.


Rini hanya tersenyum dia bangga punya altet jadi dia kasitau ke yang lain.


Fadel dan Rudi datang mereka memberikan selamat ke Difa dan memberikan semangat


"Difa semangat ya nanti, mau aku nonton live ga nanti?" ucap Fadel dengan pedenya.


"Del, tuh liat muka Difa jadi bete kan. Btw semangat ya Dif nanti tandingnya." Sambung Rudi, Fadel langsung menyenggol badan Rudi.


"Terimakasih ya kalian." Ucap Difa tersenyum.


Guru mata pelajaran biologi hari ini tidak masuk, mereka hanya mengerjakan tugas yang ada.


Setelah mengerjakan tugas Fadel menarik kursinya agar duduk di samping Difa. Dia menunggu Difa mengerjakan tugas.

__ADS_1


Setelah Difa selesai mengerjakan. Fadel menanyakan Difa pertandingannya dimana karena yang dia denger di luar kota. Difa tidak enak sama yang lain karena Fadel ribut, lalu Difa mengajak Fadel ke kantin. Lalu mereka melanjutkan ngobrol di kantin.


"Difa tanding di kota Yoga, Del. Doakan Difa ya. Deg-deg an banget, baru sekali sampai luar kota gini." Ucap Difa sambil menggengam tangannya.


"Fadel yakin Difa pasti juara, jangan lupa baca doa sebelum bertanding nanti." Jawab Fadel.


Difa mengangguk dan tersenyum. Fadel berdiri lalu memesan makanan buat mereka, sepertinya Fadel hafal makanan kesukaan Difa tanpa di beritau dia langsung memesankannya. Lalu mereka makan bersama sambil menunggu teman-teman mereka selesai mengerjakan tugas.


***


Tiga hari sebelum pertandingan,Difa bersama keluarganya berangkat ke kota tempat Difa bertanding.


Pesawat mereka mendarat di kota Yoga, mereka di jemput Om Edi. Om Edi adik dari Papa Difa. Difa dan keluarganya langsung menuju ke ziarah makam eyang uti dan eyang akung dari Papa Difa. Setelah ziarah mereka lalu pulang ke rumah Om Edi.


Sampai di rumah Om Edi, mereka istirahat dahulu.


Istri dan Om Edi kebetulan sedang ada di luar kota jadi tidak ada di rumah.


Banyak sekali makanan murah dan enak di kota Yoga.


Di sini bisa di bilang pusat kota wisata.


Enri kebanyakan makan sampai kekenyangan dan tidur di dalam mobil, karena Enri sudah tidur mereka pulang ke rumah.


***


Keesokan harinya saat sarapan.


"Wah sarapan gudeg pagi-pagi jarang- jarang ini." Ucap Difa sambil melihat gudeg di atas meja makan.


"Iya tadi Om pesan ke tetangga sebelah buat antar ke sini, Ibu sebelah terkenal enak gudegnya Difa." Kata Om Edi sambil makan.

__ADS_1


"Oh iya Difa, nanti kita ke asramanya jam berapa?" tanya Papa Difa lalu meminum tehnya.


"Jam 11 Pah." Jawab Difa sambil menyantap sarapannya.


Papa Difa melihat jam sudah pukul 08.00. Setelah makan, Difa di antar Papa Mamanya ke asrama tersebut. Enri habis makan tidur lagi jadi tidak ikut mengantarkan kakaknya. Jarak rumah Om Edi ke asrama cukup jauh. Perjalanan menghabiskan waktu satu jam.


Papa Difa mengendarai mobilnya dan melaju.


**


Berhentilah di asrama, asrama tersebut asrama kampus negeri ternama di kota Yoga. Difa bertanding di aula olahraga kampus tersebut.


"Akhirnya Difa masuk sini Pah, walaupun cuma bentar aja hehe" Ucap Difa seneng masuk kampus tersebut.


"Iya gede juga ya asramanya Dif." Sambung Mama Difa sambil melihat sana-sini.


Mereka lalu masuk ke asrama tersebut di bawah mereka bertemu Saboem Nina, Saboem yang mengurus asrama putri. Karena ini asrama putri, Papa Difa hanya boleh menunggu di bawah. Difa dan Mamanya naik ke kamar tempat Difa menginap.


Sekamar ada tiga orang, Dua anak lainnya sedang beberes juga. Selesai beberes mama Difa langsung izin pulang karena tidak enak lama-lama di kamar sama saboem.


Mereka bertiga berkenalan. Duduk santai di sofa yang ada di kamar tersebut.


"Hai, nama saya Difa dari kota Pan." Sapa Difa mengenalkan diri.


"Hai juga Dif, gw Renata dari kota Jekar." Jawab anak perempuan lain.


"Kalau gw Rizka dari kota Andung" Jawab anak perempuan satu lagi.


Dalan hati Difa, wow mereka dari kota besar semua pasti pada jago-jago. Tidak lama mereka dapat chat di grup untuk berkumpul di bawah bersama atlet lain.


Saat keluar kamar, Tim Difa keluar bersamaan sama Tim sebelah. Ternyata tim sebelah tim Kak Yani.

__ADS_1


Difa menoleh lalu tersenyum menganggap keadaan seperti biasa agar tidak canggung ke Kak Yani, Kak Yani pun membalas senyuman Difa. Lalu tim mereka turun bersama.


__ADS_2