Kehidupan Difa

Kehidupan Difa
RAPORT


__ADS_3

7. RAPORT


*Di rumah Difa tampak Difa dan mamanya sedang terburu-buru.


"Mah, ayo berangkat." Ajak Difa.


"Iya, sayang tunggu." Mama Difa sambil mengoleskan lipstik .


"Kak, makan dulu aja baru pergi." Ucap Enri.


"Kaka makan roti Enri aja ya." Difa ambil roti dipiring Endri.


Enri tepok jidat.


Mama Difa keluar kamar.


"Enri, mau ikut ke sekolah kaka ga ?" Ajak mama Difa.


'"Nggak usah mah, Enri di rumah aja." jawab Enri sambil mengoleskan selai ke rotinya.


"Kaka,mana Enri ?" tanya mama Difa.


"Sudah ke mobil ma." jawab Enri.


"Ya, sudah mama pergi dulu ya sayang." mama Difa mencium kening Enri.


"Bibi Tini,titip den Enri dulu ya." ucap mama Difa ke bibi Tini.


"Siap bu saya jaga Enri sampai semut pun ga menyentuh." jawab bibi Tini.


Mama Difa geleng kepala sambil senyum.


Difa dan Mamanya pergi diantar pak Ucok.


*Di dalam mobil Difa menggengam tangannya.


"Deg-deg an ma...." kata Difa.


"Ga rangking ga apa-apa kok kaka." Mama senyum ke Difa

__ADS_1


"Non Difa pintar loh bu rangking dua juara umum di angkatannya pas ujian." Kata pak Ucok.


"Saya malah ga tau pak, Difa ga cerita nih." mama menyentil hidung Difa.


"hehe. Kejutan mama." jawab Difa.


Sesampai disekolah Difa mengajak mamanya langsung ke dalam kelas.


Di dalam kelas bergilir mengambil raportnya sesuai absen datang. Di papan tulis ada nama Difa.


Difa mendapat rangking pertama di kelasnya.


Mama tersenyum kepada Difa.


Giliran mama Difa maju.


"Dena..." kata Pak Gito menyapa.


"Ngajar di sini sekarang to." ucap mama Difa.


"Ya, sudah lama ngajar disini." jawab pak Gito.


"Ini pak Gito teman mama dulu satu kampus Dif, ga nyangka jadi wali kelas Difa." kata Mama Difa.


"Ternyata Dena, mama Difa pantasan sama-sama cantik. " puji pak Gito.


"Hehe.." Difa tersenyum malu.


"Selamat ya difa juara satu di kelas, juara dua antar angkatan. Minta kado ya sama mamanya." canda pak Gito.


"Hehehe.. iya pak terimakasih." jawab Difa.


"Sudah ga ada lagi kan Gito, ga enak masih banyak yang lain." kata Mama Difa mengangkat tasnya.


"Iya sudah kok Dena."


Jawab pak Gito.


"Terimakasih banyak ya Gito." kata mama Difa.

__ADS_1


"Iya pak terimakasih." kata Difa.


Mama Difa dan Difa keluar ruangan.


"Mah ke situ yuk.., Ada teman sebangku Difa." ajak Difa menunjuk ke arah Inka.


"Hy Inka, ini Mama Difa Kenalkan., Ma ini teman sebangku Difa ." Kata Difa mengenalkan mamanya dan Inka.


"Hai Inka cantik banget kamu sayang." sapa Mama Difa.


"Terimakasih Tante. Tante juga cantik." Ucap Inka tersipu.


"Mama Inka mana?" Tanya Mama Difa.


"Mama, nggak bisa datang tante." jawab Inka menunduk.


"Salam ya buat mama Inka." ucap mama Difa ramah.


Tiba-tiba dari arah panggung ada suara band .


"Difa itu bagus suaranya." kata Mama Difa.


"Ke sana yok mah liat. Ayo Inka juga." ajak Difa menarik tangan Inka.


Sesampai di pinggir lapangan Difa kaget dan baru ingat ternyata itu suara Kak Juli teman Difa di taekwondo.


"Loh. Itu bukannya Juli Dif, temen taekwondomu. Dia sekolah di sini?" kata Mama Difa.


"Iya mah bener itu Kak Juli." jawab Difa.


"Bagus juga suaranya Dif. Bisa nih jadi mantu mamah supaya tiap hari karokean di rumah." Canda mama Difa.


Difa tepok jidat.


Inka tersenyum.


"Difa mau pulang atau di sini mama mau masak , papa mau pulang ke rumah hari ini." ajak Mama Difa.


"Difa ikut pulang aja mah." jawab Difa.

__ADS_1


*bersambung


__ADS_2