Kehidupan Difa

Kehidupan Difa
TAEKWONDO CLUB CUP (3)


__ADS_3

3. TAEKWONDO CLUB CUP (3)


Flashback :


Kak Cibot melihat hasil foto seniornya yang ternyata hasil fotonya ada Difa. Dia mencari keliling kampus tetapi tidak menemukan Difa.


Saat di luar GOR Kak Cibot bertemu dengan Saboem Soni, Saboem Soni teman satu angkatan Kak Cibot di kampus.


"Ngapain kamu Bot, di sini?" tanya Saboem Soni yang melihat Kak Cibot bingung.


"Cuma mau cari obyek buat di foto. Oh iya klub yang dari kota Pan besok tanding jam berapa?" sambung Kak Cibot sambil menoleh ke sana-sini.


"Kamu nyari siapa, dari tadi noleh sana-sini Bot" Ucap Saboem Soni heran.


"Iya tadi liat hasil jepretan senior kaya ada yang di kenal dari kota Pan." Jawab Kak Cibot memelankan suaranya.


Saboem Soni bilang kalau nanti jadwal sudah keluar dia akan memberitahu Kak Cibot. Kak Cibot berterima kasih lalu dia kembali ke kampusnya untuk kuliah l, yang sebentar lagi akan di mulai.


Kak Cibot mengambil kuliah hukum di kampus tersebut, di kota Yoga dia kost deket kampus karena supaya praktis ke kampusnya.


***


Difa kembali dari kamarnya mengambil handphonenya dan kembali ke GOR berkumpul bersama teman-temannya. Saboem Soni sedang mengobrol bersama Saboem Billy. Saboem Soni melihat ke arah Difa dalam hatinya ini cewek cantik juga sayangnya masih kecil. Difa merasa di liatin lalu tersenyum ke Saboem Soni, Saboem Soni yang tidak enak karena ketawan melihat Difa lalu membalas senyum Difa. Kak Juli yang melihatnya langsung mendatangi Difa. Saboem Soni mengira Difa masih kecil sudah pacar yaitu Kak Juli itu karena terlihat sangat akrab.


Kak Yani mendatangi Saboem Billy dan Saboem Soni.


Kak Yani SKSD sama Saboem Soni. kapan lagi deket sama atlet nasional cakep lagi pikirnya Kak Yani.


"Hai Saboem Soni, aku Yani dari klub Chagi." Sapa Kak Yani dengan senyum centilnya.


Saboem Soni hanya membalas senyumannya, Saboem Soni mengira mungkin Yani yang di cari Cibot temannya.


Saboem Soni mengajak anak Club Chagi latihan dengannya, dengan senang hati mereka nenerimanya.


****


Pukul 11.00 matahari mulai menyangat.


Saboem Soni dan Club Chagi berhenti latihannya, mereka istirahat di bawah pohon-pohon yang ada.


Jadwal pertandingan besok sudah di bagikan dan ada di grup. Saboem Soni mengirimkan pesan ke Kak Cibot.


***

__ADS_1


Di dalam kampus, Kak Cibot sudah keluar kelas. Kak Cibot sedang duduk di depan kelas, menunggu jadwal lain. Dia membuka handphone ada chat dari Saboem Soni memberitahu jadwal besok. Setelah membacanya Kak Cibot tersenyum.


***


Difa masuk ke kamarnya untuk mandi dan sholat baru turun ke bawah untuk makan siang dan latihan. Jadwal Difa hari ini padat karena besok sudah mulai bertanding. Setelah Difa mandi teman sekamarnya baru pada naik.


"Difa seger banget sudah mandi." Sapa Renata.


"Gw mandi duluan ya Ren." Sambung Rizka.


"Iyaelah gw dulu." tetapi Renata telat, Eizka sudah masuk ke dalam kamar mandi.


Difa geleng-geleng tersenyum.


Difa lalu mengobrol dengan Renata sambil menunggu adzan. Renata cerita kalau nanti Difa bakal ketemu Rizka karena mereka satu kelas, sedangkan Renata bakal ketemu Kak Yani sebelah kamar mereka.


Difa bilang kalau Kak Yani satu club sama dia, dan Renata tanya ke Difa bagaimana Kak Yani kalau bertanding Difa bilang auurrggh alias kaya singa. Kak Renata dan Difa tertawa bersama.


Rizka keluar dari kamar mandi, gantian Renata yang mandi. Rizka duduk depan kaca lalu mengeringkan rambutnya, Difa tiduran di kasurnya.


"Perasaan baru beberapa jam tapi kangen kasur." Ucap Difa sambil memeluk guling.


"Iya Dif, capek banget ya padahal baru semalam di sini." Kata Rizka.


"Iya, tadi gw juga cerita gitu ke Renata, kita harus fair ya jangan saling mengalah." Ucap Rizka sambil menyisir rambutnya.


Difa mengancungkan jempol, tidak lama adzan Dzuhur berkumandang. Difa dan Rizka sholat bersama. Renata keluar kamar mandi kesel, sial ga di ajak gw dalam hatinya.


Difa, Rizka dan Renata turun ke bawah bersama dan makan berdekatan. Setelah makan Difa memperkenalkan teman sekamarnya dengan teman satu clubnya.


Giliran Renata kenalan sama Kak Yani.


"Ini Yani yang aurrgh itu ya?" tanya Renata kepada Difa.


"Ssstttt...."Difa menyuruh diam Renata.


Renata mencairkan suasana dengan tertawa, "Yani kita bakal satu kelas pas pertandingan."


"Senang bisa tanding sama kamu Renata." Ucap Kal Yani.


Mereka bertiga berpisah, Difa latihan bersama clubnya sedangkan Renata dan Rizka latihan bersama clubnya masing-masing.


Difa latihan di dalam aula kampus, karena siang mahasiswa sudah pada pulang.

__ADS_1


Difa latihan sampai pukul 17.00, keringat Difa dam temannya bercucuran.


Saboem Yosep bilang nanti malam kalian istirahat saja dulu, mepersiapkan pertandingan besok.


Difa terlihat buru-buru jalan ke kamar, Kak Juli menanyakan alasannya. Difa menjawab karena belum solat ashar, mendengar itu Kak Juli tersenyum. Di dalam hatinya bilang jarang ada anak perempuan sekarang seperti Difa.


****


Keesokan harinya


Pembukaan Taekwondo Club Cup, suara penonton yang datang bergemuruh di GOR tersebut.


Atlet-atlet memasuki GOR, sambutan tepuk tangan sangat terdengar sekali. Difa melihat sekelilingnya bahagia. Di tengah kursi penonton ada Mama Papa dan Enri berteriak memanggil Difa dan melambaikan tangan. Difa terharu karena bisa sampai sini sampai meneteskan air mata.


Upacara pembukaan telah di mulai, Ketua pelaksana yang menjadi pemimpin upacara. Setelah upacara selesai, menampilkan atraksi-atraksi taekwondo dari setiap kota.


***


Di pojok bawah dekat papan skor ada Kak Cibot yang sedang memotret, akhirnya dia bertemu dengan Difa lagi.


Setelah atlet kota PAN menampilkan atraksinya mereka duduk kembali di pinggir lapangan. Di sana Kak Cibot mendatangi Difa.


Difa kaget dan senang yang dia lihat, dia langsung bediri mendekat ke Kak Cibot.


"Kaka, Difa tanding sampai luar kota. Ini dlu berkat kaka semangatin Difa." Ucap Difa bahagia.


Kak Cibot menjawab, "Selamat ya Difa bisa tahap sampai sini, Ini kan usaha Difa sendiri. Kak Cibot yakin Difa pasti juara."


Kak Juli melihatnya merasa tidak enak, lalu berdiri mendekati mereka.


Kak Juli menanyakan, "ini siapa Difa?"


Difa menjawab bahwa Kak Cibot adalah kenalannya. Berkat Kak Cibot, Difa jadi ikut taekwondo sampai bisa jadi seperti sekarang. Menurut Difa karena Allah juga memberi kesempatan.


Kak Juli menelan ludah dan mengajak berjabat tangan, "oh iya, saya Juli teman latihan Difa."


"Iya, saya biasa di panggil Cibot. Kamu semangat juga ya bawa nama kota kita?" jawab Kak Cibot sambil tersenyum menyemangati Kak Juli.


Batin Kak Juli, "ternyata orang ini baik juga pantas Difa sedikit tertarik." Karena sekarang bukan giliran mereka tanding atlet dibebaskan.


Kak Juli dan Kak Cibot mengobrol Difa izin mau ketemu dengan keluarganya.


Difa menemui orang tua dan adiknya lalu memeluk mereka. Difa kangen sekali sama mereka.

__ADS_1


__ADS_2