
21. ENRI PULANG
Flashback.
Pelaku sms teror telah di ketahui tetapi bukan mereka yang menculik Enri. Teman-teman Difa membantu mencari ade Difa keliling kota.
***
Tempat Enri di culik.
Enri di beri makanan oleh penculik tersebut. Setelah makan badan Enri panas, nafas terengah-engah, muka Enri tumbuh bendol-bendol merah.
Penculik tersebut sangat kebingungan. Dia mengecek makannya, apa mungkin anak ini alergi udang pikirnya. Dia takut Enri kenapa-kenapa, dia di bilang pembunuh. Dia langsung membawa Enri ke klinik dekat rumahnya, karena klinik tersebut tidak lengkap alatnya. Enri di bawa ke rumah sakit terdekat dari klinik. *untung di dompet Enri ada uang banyak jadi cukup buat biaya klinik tadi.
Enri di beri oksigen dan di infus di igd rumah sakit tersebut, penculik tersebut sangat kebingungan. Awalnya dia hanya mau menculik Enri untuk minta duit tebusan tapi dia salah kasih makan, karena cemas dia keluar rumah sakit. Penculik tersebut melempar botol ke arah pos satpam dan di dalam botol ada tulisan kalau Enri ada di rumah sakit Resib.
Penculik tersebut langsung mengebut setelah melempar botol. Pak Satpam yang melihat botol tersebut langsung membuka botol dan membaca kertas yang ada di dalamnya.
__ADS_1
Pak Satpam menelepon polisi dan memberitahukan ada kabar tentang Enri.
Papa Difa dan Mama Difa langsung menuju ke rumah sakit, di sana mereka melihat Enri. Mereka nangis antara sedih dan bahagia karena mereka sudah menemukan Enri.
Dokter bilang Enri karena alergi jadi sakit begini, untungnya tidak terlalu lama dibiarkan dan lekas di obati sehingga Enri tidak apa-apa.
"Oh ya dok, siapa yang bawa anak saya ke sini?" Tanya Papa Difa bingung melihat anaknya tiba-tiba sudah di rumah sakit.
"Saya kira tadi Om ny Enri, dia lelaki berbadan kurus tinggi putih dan sepertinya dia takut sekali melihat Enri sakit." Jawab Dokter tersebut.
Papa Difa bingung siapa sebenarnya yang membawa Enri selama ini.
Enri di bawa ke ruangan rawat inap. Tidak kemudian Difa dan teman-temanya datang.
"Mah, Pah Enri kenapa?"Tanya Difa sambil ngos-ngosan.
"Enri kata Dokter kena alergi tapi sudah baikan kak, Difa duduk dulu istirahat teman-teman Difa ayo ikut Om ke bawah." Ajak Papa Difa ke teman-teman Difa.
__ADS_1
Mama Difa dan Difa menunggu Enri, sedangkan Papa Difa mengajak teman-teman Difa ke kantin rumah sakit.
Papa Difa berterima kasih kepada teman-teman Difa karena telah membantu mencari Enri. Papa Difa bilang akan mentraktir dan mengantarkan mereka pulang.
Anak-anak cewek ikut ke mobil Rini sedangkan anak-anak cowok di antar Papa Difa.
Papa Difa sengaja Aji yang terakhir di antar.
"Om Wisnu, mampir dulu ke rumah." Ajak Aji setelah sampai depan rumahnya.
"Iya Aji, ada yang mau Om bicarakan ke Papa Aji." Papa Difa ikut turun dan masuk ke rumah Aji.
Mereka masuk ke rumah Aji. Mereka di sambut orang tua Aji. Papa Aji sudah tau kalau Papa Difa bakal datang dan membahas masalah sms tersebut.
Papa Aji meminta istri dan anaknya untuk masuk ke dalam karena mereka mau bicara empat mata.
Mama Aji dan Aji pergi meninggalkan ruang tamu, Aji tersenyum kepada Difa dan memikirkan semoga tidak terjadi apa-apa antara Papanya dan Papa Difa.
__ADS_1
***
Bersambung