
27. SERBA SALAH
Flashback
Difa mengikuti seleksi dan lolos, ada teman Difa bernama Kak Yani cerita kalau dia menyukai Kak Juli. Kak Juli dan Kak Yani juga lolos seleksi tersebut.
****
Difa sampai di rumah, akhirnya Difa pulang naik ojek online. Sesampai di rumah Difa mandi lalu makan.
"Bi, kok rumah sepi pada kemana?" Tanya Difa sambil makan.
"Tadi katanya ke kondangan teman Nyonya." Jawab Bibi Tini sambil merapikan piring-piring.
Tiba-tiba hp Difa berbunyi, Difa mengangkatnya. Telepon tersebut dari Mama Difa,menanyakan apa sudah di rumah atau masih di tempat latihan. Difa menjawab sudah di rumah. Mama Difa bilang mereka akan segera pulang, lalu menutup teleponnya.
Difa melihat ada chat masuk, ternyata Kak Juli yang chat Difa.
Kak Juli : Difa kalau kaka nanya jawab jujur ya?!
Difa : Tergantung tanya apa dulu hehe.
Kak Juli : Kemaren si Yani ada ngomong sesuatu ga Difa ?
Difa : Ada kak , kenapa kak ?
Kak Juli : Abis ngobrol ma dia, kamu kaya beda gitu Difa. Dia bilang apa ?
__ADS_1
Difa : Dia bilang Difa semangat pertandingannya nanti.
Kak Juli : Beneran itu aja ?
Difa : He'eh. (Difa menelan ludah)
Kak Juli : Ya uda, kaka cuma mau bilang kalau dia ada cerita aneh-aneh ga usah di dengerin.
Difa : Siap bos.
Difa menaruh hpnya dalam hatinya duh bohong lagi, mau cerita tapi kasian Kak Yani jadi serba salah.
Difa menaruh piring kotornya ke dapur, lalu mencucinya. Difa walaupun ada Bibi Tini di rumah tetapi dia tidak manja apa yang bisa dia kerjakan sendiri dia kerjakan.
Setelah dari dapur Difa ke ruang tv ikut menonton bersama Bibi Tini.
Tidak lama Enri, Mama dan Papa Difa datang.
"Assalamualaikum." Salam mereka.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Difa dan Bibi Tini menjawab salam.
"Kak tadi nyesel loh ga ikut, banyak banget makanan enaknya." Kata Enri sambil tersenyum.
"Wah, di bawain pulang ga de?" Tanya Difa bercanda.
"Iya ga lah kak, mana boleh." Jawab Enri sambil melirik kakaknya.
__ADS_1
Mama dan Papa Difa menanyakan bagaimana seleksinya, Difa jawab dia lolos seleksi.
Mama dan Papa Difa senang anaknya lolos dan memeluk Difa. Enri memberikan jempol kepada kakaknya, mantab Kak.
Mereka lalu mandi dan sholat Magrib bersama.(Bibi Tini juga selalu ikutan solat sama Difa dan keluarganya.)
Keesokan harinya, di rumah Difa kedatangan tamu.
Tamunya Aji dan keluarganya. Mereka datang berterimakasih karena Papah Difa sudah mencabut kasus tersebut.
Papa Aji mengajak Papa Difa untuk duet dalam pemilu, tetapi Papa Difa menolak dia sudah tidak mau lagi berkaitan dengan politik.
Papa Aji terus membujuk, tetapi Papa Difa tetap menolak. Papa Difa jadi serba salah, Papa Difa tidak mau keluarga kena masalah seperti kemaren.
***
Di taman belakang.
"Difa kata Fadel, lolos seleksi taekwondo club cup's ya?" tanya Aji mencairkan suasana.
"Iya Ji, Fadel tau darimana?" jawab Difa bingung.
"Iya elah Dif kaya ga tau Fadel aja banyak mata-matanya." Ucap Aji sambil tertawa.
"Iya juga sih, bener-bener tuh anak." Canda Difa sambil geleng-geleng.
*Di tempat lain Fadel bersin-bersin.
__ADS_1
Enri datang mengajak Aji main PS bersama, lalu Difa dan Aji masuk ke dalak buat bermain PS.