Kehidupan Difa

Kehidupan Difa
TAEKWONDO CLUB CUP (2)


__ADS_3

2. TAEKWONDO CLUB CUP (2)


Flashback


Difa sudah sampai di kota Yoga dan sudah masuk asrama atlet. Kamar Difa bersebelahan dengan Kak Yani senior Difa.


Mereka turun bersama, sesampai di bawah mereka berbaris di lapangan sesuai club mereka masing-masing.


Difa bertemu dengan teman-teman lainya di club.


Setelah berbaris sesama club mereka di gabung sesuai kota mereka. Wah makin rame ya.


Panitia pertandingan memperkenalkan diri, namanya Saboem Soni. Saboem Soni salah satu atlet taekwondo Indonesia, sudah sering bertanding di luar negri dan menjuarai cup-cup taekwondo. Tampangnya cukup ganteng, putih dan tinggi. Semua anak perempuan bersorak, Difa melihatnya seperti tdak asing, Difa sering melihat Saboem ini di televisi ataupun di media sosial.


Saboem Soni membacakan peraturan-peraturan yang ada selama pertandingan dan peraturan atlet selama di asrama.


Setelah Saboem Soni membacakan peratarurannya, panitia lain membagikan jadwal atlet-atlet.


Jadwal sudah di bagikan pelatih dan atletnya masing-masing boleh meninggalkan lapangan.


Pelatih di club Difa yang ikut ke kota Yoga Saboem Yosep dan Saboem Billy. Saboem Yosep ikut karena dia Saboem paling senior di club dan bisa di bilang pendiri club tersebut. Saboem Billy, saboem yang ahli dalam sparing. Saboem Billy salah satu atlet taekwondo dari kota Pan.


Mereka berkumpul depan aula kampus, di sana banyak mahasiwa/mahasiswi sedang melihat mereka.


"Adek-adek kita pasti bisa juara. Semangat. Semangat. Mulai besok pagi setia jam 6 kita berkumpul di sini." Ucap Saboem Billy dengan semangat 45.


"Iya Saboem." Jawab mereka semua.


"Ingat untuk beberapa yang naik kelas beratnya harus naik iya, makan di beri dua kali lipat di banding dengan yang lain." Kata Saboem Yosep dengan tegas.


"Wah enak banget." Ucap mereka bersama-sama.


"Sekarang kalian istirahat dulu. Nanti malam sehabis makan malam siapa yang mau latihan tendangan di sini boleh saya tunggu, tidak datang juga tidak apa-apa." Kata Saboem Billy.


Mereka menjawab iya dan bepencar Difa bingung karena teman dekatnya di latihan tidak ada yang ikut pertandingan. Kak Juli mendekati Difa, Kak Juli menanyakan muka Difa kenapa seperti bingung.

__ADS_1


Difa menjawab karena Kak Anggun dan teman lainnya pada tidak ikut. Kak Juli bilang dia yang akan menemani Difa. Difa cuma diam.


***


Di dalam kampus, anak fotografi sedang berkumpul. Anak baru yang baru masuk fotografi juga ikut.


Karena kampus mereka sedang ada taewkondo cup anak fotografi di minta untuk memotret selama taekwondo cup itu berlangsung.


Di sana ada Kak Cibot, ternyata kemaren di episode sebelumnya Kak Cibot berangkat ke luar kota untuk kuliah. Kak Cibot kuliah di kampus tersebut dan mengambil kegiatan fotografi jadi dia di kasi kesempatan untuk memotret kegiatan tersebut.


Mahasiswa/mahasiswi tersebut mulai mencari obyek buat di foto.


Kak Cibot bersama sahabatnya mencari obyek.


***


Difa dan Kak Juli keliling kampus dan melihat gor yang akan di buat bertanding nanti.


Difa dan Kak Cibot berselisihan. Saat Difa keluar toilet cewek, Kak Cibot masuk toilet cowok yang letaknya bersebelahan.


Setelah makan Saboem meminta mereka untuk istirahat di kamar karena siang itu matahari terik sekali.


Difa dan teman-temannya kembali ke kamar. Teman sekamar Difa sudah ada di kamar, sudah pada tidur siang. Difa juga ingin tidur siang juga, sebelum tidur siang Difa mandi dulu karena gerah tadi perjalanan dan di luar berkeringat. Setelah mandi Difa tidur siang.


***


Malam hari di depan aula.


Club Chagi sedang latihan bersama, pemanasan dahulu lalu menendang di pyoyo.



Foto Kak Yani, Kak Yani anak cewek blesteran Inggris. Nama lengkapnya Yani Jolie Lovato.


Ada anak fotografi yang melihat dan meminta izin untuk memotret latihan tersebut. Saboem Yosep dan Saboem Billy mengizinkan.

__ADS_1


Difa juga sedang ikut latihan tersebut.


Mereka latihan sampai jam 9 malam.


Setelah jam 9 malam mereka di minta untuk kembali ke asrama.


Kak Juli mengantarkan Difa ke asrama putri di belakangnya ada Kak Yani. Kak Yani memanggil mereka untuk berjalan bersama-sama. Lalu mereka berjalan bertiga menuju asrama.


Sesampai di asrama putri, Difa dan Kak Yani masuk dan naik ke kamarnya bersama-sama. Kak Yani di dalam lift bilang kalau Difa sebaiknya menjauh dari Kak Juli, Difa menjawab dia cuma anggap kakak bukan saingannya jadi tidak perlu khawatir.


Pintu lift terbuka dan mereka pergi ke kamar masing-masing. Di dalam kamar Kak Yani memukul tangannya ke tembok, sial itu anak. Kecil-kecil genit juga. Teman-teman sekamar melihatnya tetapi tidak berani menanyakan.


***


Keesokan harinya di ruangan fotografi kampus,


hasil foto yang bagus langsung di cetak.


Tidak sengaja Kak Cibot melihat foto perempuan seperti Difa. Kak Cibot kaget dan hampir tidak percaya kalau itu beneran Difa.


Kak Cibot menanyakan satu-satu ini hasil foto siapa. Setelah tahu, dia menanyakan ini foto dari club kota mana. Senior yang memotret tidak menanyakan ke pelatih club dari kota mana dia hanya izin memotret saja.


Kak Cibot keluar ruangan dan mencari atlet-atlet yang sedang latihan, tetapi dia tidak bertemu Difa.


***


Difa sedang jogging bersama satu clubnya di luar gor kampus tersebut.


Saat Difa izin mengambil handphonenya di kamar, Kak Cibot datang. *mereka gagal ketemu lagi.😌



Foto Difa saat di ambil sama senior Kak Cibot.


Keren ya.

__ADS_1


__ADS_2