
18. DALANG PENCULIKAN
Keluarga Difa mencari Enri ke setiap sudut kota, tetapi tidak menemukan. Polisi sedang melacak sms dan tempat terjadinya penculikan.
**
Sekolah Difa pas jam istirahat bimbingan belajar, karena mereka kelas tiga mereka mengikuti bimbingan belajar di sekolah.
"Inka, Difa kemana kok ga ada." Kata Rini mendatangi kelas Difa.
"Iya tadi sehabis dapat telepon langsung izin pulang." Jawab Inka bingung kenapa Difa buru-buru pulang.
"Pasti ada sesuatu, ga biasanya kan Difa kaya gitu." Ucap Tiwi sambil memegang dagunya.
"Gimana kalo abis pulang sekolah kita ke rumah Difa, ntar naik mobil aku aja." Ajak Rini menjenguk Difa.
"Boljug." Jawab Tiwi sambil mengacungkan jempolnya.
Inka meminjam handphone Rini untuk menghubungi Ibunya kalau dia izin hari ini pulang telat mau ke rumah Difa.
****
Sekolah Enri
__ADS_1
Pak polisi datang untuk menginterogasi orang yang ada di sekolah Enri.
Pertamakali yang di interogasi adalah Pak Satpam.
"Saat kejadian Bapak berada dimana?" Tanya Pak Polisi dengan santai.
"Saya sedang di pos Pak." Jawab Pak Satpam seadanya.
"Apa anda liat Enri keluar?" Tanya Pak Polisi lagi.
"Lihat Pak, malah saya menegur dia agar jangan lama-lama keluar sekolah." Jawab Pak Satpam sambil menggenggam tangannya.
"Ceritakan kejadian yang anda lihat Pak?" Ucap Pak Polisi untuk mendengar kronologinya.
"Mas saat kejadian sedang ada dimana? Tanya Pak Polisi kepada Juru Parkir.
Juru Parkir menjawab, " Saya samping anak yang di culik itu Pak pas dia beli pentolan, kebetulan saya juga sedang beli Pak"
"Apa Mas sebelumnya kenal sama anak itu?" Tanya Pak Polisi dengan serius.
"Kenal sih nggak Pak, cuma sering liat kalau dia pergi dan pulang sekolah Pak." Jawab Juru Parkir tersebut dengan santai.
Pak Polisi lalu bertanya lagi. "Apa Masnya melihat ada yang aneh sebelum kejadian dia di culik, seperti dia di ikutin orang? atau di pepet orang?".
__ADS_1
"Waduh saya ga perhatiin Pak, tapi kayanya ga ada yang aneh sih pak." Jawab Juru Parkir tersebut.
Pak Polisi meminta Juru Parkir tersebut menceritakan yang dia lihat saat Enri di culik. Setelah Juru Parkir Pak Polisi menginterogasi Penjual Pentol. Dari mereka bertiga yang di interogasi tidak ada yang janggal.
Tidak lama, Papa Difa datang menanyai Pak Polisi apa sudah dapat petunjuk. Jawabannya belum Papa Difa sedih dan termenung.
****
Rumah sakit.
"Mama udah siuman" Ucap Difa sambil memeluk Mamanya saat sadar.
"Mama dimana Difa? Enri gimana?" Mama Difa terduduk di kasur pasien.
"Mama tadi pingsan di bawa ke rumah sakit, Papa lagi berusaha mencari Enri. Insyallah ada berita baik buat kita,Mah." Jawab Difa dengan mata berkaca-kaca.
Mamah Difa langsung memeluk Difa dan menangis. Mama Difa yakin ini semua saingan Suaminya yang mau jadi Walikota. Difa hanya ikut menangis.
Sejam kemudian Dokter sudah membolehkan Mama Difa pulang karena Mama Difa sudah sehat kembali. Mereka lalu pulang, di perjalanan Mama Difa menangis Difa juga menangis tapi di tahan. Pak Ucok yang melihatnya turut sedih.
Difa menenangkan Mamanya, dan meminta Mamanya istirahat dulu hari ini. Besok pagi baru mencari Enri bersama Difa karena Mama Difa baru pulang dari rumah sakit. Mama Difa masuk kamar; Difa mengambilkan makanan untuk Mamanya. Difa menyuapi Mamanya lalu memberi Mamanya obat buat istirahat.
__ADS_1
Mama Difa saat menerima telepon kalau Enri hilang.