Kehidupan Difa

Kehidupan Difa
MENCOBA YANG BARU


__ADS_3

2. MENCOBA YANG BARU


Malam hari di rumah Difa sudah sunyi, Enri dan Bibi sudah masuk kamar masing-masing. Jam sudah menunjukan jam 21.00.


Pintu kamar Difa ada yang mengetuk.


"Masuk tidak di kunci." Kata Difa.


Seorang perempuan cantik dan elegan masuk kamar Difa. Dia Nyonya di rumah ini alias Mama Difa. Mama Difa berkerja sebagai Manager Keuangan di Perusahaan Milik Negara, jadi cukup sibuk dan sering pulang malam hari karena lembur.


"Mama sudah pulang ya?" sambil memeluk Mama Difa.


"Maaf Mama tadi ada acara sama klien, jadi pulang malam. Bagaimana Difa hasilnya? Lolos lombanya?" tanya Mama Difa sambil mengelus rambut anaknya.


"Difa nggak lolos lagi Ma..." Difa mulai menangis di pelukan mamanya.


"Sabar ya sayang, belum rejekinya Difa. Bagaimana, Difa mau lanjut menari atau berhenti? Mama lihat Difa kurang berbakat dalam menari. Mungkin Difa berbakat di bidang lainnya. Sekarang fokus ke sekolah dulu saja sambil mencari kegiatan lainnya." Ucap Mama Difa menenangkan.


"Iya Ma, Difa berhenti menari saja, fokus sekolah dulu." Jawab Difa sedih.


Tidak lama Difa menguap, Mama Difa melihat Difa menguap.


"Tidur yuk sayang, besok pagi kita harus nemenin Enri ujian taekwondo. Mama tidur sama Difa ya, Papa juga belum pulang dari lokasi." kata Mama Difa.


Difa menjawab "Iya Ma, ayok kita tidur sekarang."


Mereka menarik selimut lalu tidur.


*Sebelum ke Kamar Difa, Mamanya mandi dan ganti baju dulu.


Pagi hari yang cerah. Di sebuah GOR, tempat dimana anak-anak Taekwondo melaksanakan ujian kenaikan tingkat. Di sana Difa dan Mamanya sedang menemani Enri.


Difa melihat Enri dan teman-temannya berlatih menendang dan gerakan taekwondo lainnya, Difa jadi ingin mencoba Taekwondo.


"Ma, Difa pingin ikut Taekwondo kaya Enri boleh nggak?" tanya Difa kepada Mamanya.


Mama Difa menjawab, "boleh banget Difa, yuk kita ketemu Saboem Aril."


Saboem Enri di tempat latihan.


Difa dan Mamanya berjalan menuju ke tempat Saboem Aril berada.

__ADS_1


Mama Difa cerita ke Saboem Aril kalau Difa ingin ikut latihan Taekwondo juga, Saboem Aril menyambut dengan baik.


Setelah selesai ujian kenaikan tingkat, mereka pulang ke rumah. Enri seperti lelah sekali. Sesampai di rumah, Enri di buatkan Bibi Tini air hangat untuk mandi, Enri mandi lalu tidur.


***


Keesokan harinya, di sekolah yang terkenal dengan kebersihannya, tampak pepohonan di dalam sekolah tersebut.


Difa mendatangi guru tarinya, kebetulan ibu Tari juga mengajar di sekolah Difa.


"Assalamualaikum bu Tari.." Difa memberi salam.


"Wa'alaikumssalam Difa, ada apa?" jawab ibu Tari.


Difa berjalan masuk ke ruangan ibu Tari "Maaf bu, saya mau mengundurkan diri dari sanggar tari bu."


Bu Tari mengerutkan keningnya sambil berkata "Kenapa berhenti Difa?"


Difa menjawab, "tidak apa-apa bu, saya ingin berhenti saja. Sepertinya ini bukan bakat saya bu"


"Baiklah kalau itu mau Difa, ibu mengerti." jawab bu Tari dengan sedih. Sebenarnya Difa anak kesayangan Bu Tari, tapi karena di sanggar tersebut ada pengajar yang tidak suka dengan Difa, jadinya Difa tidak pernah di ajak mengikuti event apapun.


"Terima kasih banyak bu, bu Tari sudah mengerti saya." Lalu Difa keluar dari ruangan bu Tari.


Lalu Difa masuk kelas dan belajar seperti biasa.


Beberapa hari selanjutnya.


Di tempat Enri biasa berlatih Taekwondo, tempatnya tidak besar. Berada di luar parkiran dan tampak bersih.


"Selamat sore Saboem, saya Difa, kakaknya Endri, mulai hari ini saya ingin mulai ikut latihan. Mohon bimbingannya."


Sapa Difa sambil menundukkan kepala.


"Sore Difa, semoga betah ya disini." Jawab Saboem Aril pelatih di sana.


"Hehe pastinya betah saboem." jawab Difa sambil tersenyum.


Di tempat latihan


"Anak-anak perkenalkan ini teman baru kalian kakaknya Endri, nama nya Difa. Mulai hari ini Difa mulai ikut latihan bersama kita." Saboem Aril memperkenalkan Difa kepada yang lain.

__ADS_1


"Terima kasih Saboem, salam kenal semua." jawab Difa dalam hatinya sangat senang.


Difa mulai ikut latihan, dia bersemangat sekali. Enri melihat kakaknya dan tersenyum, kakaknya seperti bahagia sekali latihan Taekwondo.


Saboem Aril menyampaikan saatnya untuk istirahat.


Saat jam istirahat, anak-anak biasa berkumpul. Ada juga yang masih latihan menendang-nendang pyoyo atau target buat menendang. Difa duduk di tempat istirahat sambil minum, Difa melihat Enri dari jauh, Enri sedang bermain bersama teman-temannya. Tiba-tiba ada yang mendekatinya.


"Hai Difa. Salam kenal ya, saya Alam . Ini Kak Anggun dan ini Kak Juli." sapa Alam memperkenalkan diri dan teman-temannya ke Difa.


"Hai juga Alam, Kak Anggun dan Kak Juli salam kenal." balas Difa menyapa sambil melambaikan tangannya.


Kak Anggun *anak SMA, anak cewek paling dewasa di tempat ini. Orangnya cantik, putih tetapi tidak begitu tinggi, rambutny berponi dan panjang.


"Difa, gimana latihan hari ini?" tanya Kak Anggun dan Kak Juli tersenyum kepada Difa .


"Asik banget kak, nyesel tidak ikut dari dulu." jawab Difa dengan semangat.


"Btw Difa sudah SMP atau masih SD?" Kak Anggun lanjut bertanya.


"Masih SD kak, SD BSU." Jawab Difa.


Sambung Kak Juli " Wah, seberang SMP aku donk. Aku SMP ANDA Difa."


"Kebetulan kalau nanti Difa lulus, Difa mau masuk ke sana Kak Juli." balas Difa sambil tersenyum.


Lalu adzan Magrib berkumandang, Difa diajak mereka untuk sholat. Lalu mereka ke Mushola untuk sholat bareng. Selesai sholat mereka ke tempat latihan lagi, Saboem Aril memberitahu istirahat sudah selesai dan waktunya melanjutkan latihan Taekwondo lagi.


Malam hari ini, latihan sparing, karena Difa baru masuk, dia hanya menonton. Saat Kak Juli sparing, Difa kagum karena keren sekali gerakannya.


Jam sudah menunjukkan jam 20.30 "Anak-anak, latihan cukup sampai di sini." kata Saboem Aril.


Difa dan Enri dijemput Mama mereka.


Sesampai di mobil Mama bertanya "bagaimana Difa dan Enri, latihannya hari ini ?"


"Kak Difa semangat banget Ma latihannya. hehehe.." Jawab Enri sambil menoleh ke kakaknya.


"Iya seru Ma, temannya juga baik-baik loh Ma."


Lanjut Difa mengiyakan perkataan Enri.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau gitu. Sesampai di rumah, nanti mandi, makan terus istirahat ya sayang." perintah Mama.


"Siap bos.." Jawab Difa dan Endri bersamaan sambil tertawa😀.


__ADS_2