
25. SAHABAT SEJATI
Flashback**
Papa dan Mama Difa mencabut semua laporan yang menyebabkan kesedihan di keluarganya dan membantu penculik tersebut mendapatkan pekerjaan.
Difa akhirnya tau alasan Inka jarang makan di kantin sekolah karena sakunya yang tidak banyak.
Di kantin Difa melihat Inka tersenyum dan di dalam hati dia sedih kenapa dia baru tau kalau temannya begitu susah dia tidak menyadarinya selama ini.
Setelah makan, Difa dan teman-temannya kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran berikutnya.
***
Kantor Mama Difa.
Mama Difa ke ruangan kepala cabang, menjelaskan dia sudah dapat office boy baru, yang sesuai untuk kebutuhan kantor. Kepala cabang menyetujuinnya dan memperbolehkan kerja mulai besok.
Kepala cabang menanyai keadaan keluarga Bu Dena, Mama Difa menjawab semua urusan sudah selsai dan sekarang baik-baik saja.
Setelah berbicara panjang Mama Difa keluar ruangan kepala cabang dan melanjutkan kerjanya kembali.
Teman-teman Mama Difa pada ke meja Mama Difa minta Mama Difa menceritakan masalah kejadian Enri dan sms teror. Mama Difa menceritakan semuanya dan bilang semua hanya salah paham antara pak Walikota dan suaminya.
Mama Difa meminta teman-temannya kembali kerja dan bisa lanjutkan lagi jam istirahat.
(Karakter Mama Difa di sini suka bekerja dan tidak suka bergosip.)
***
Keesokan harinya.
Mama Difa memperkenalkan pegawai baru kepada teman-teman di kantornya. Mama Difa tidak bilang kalau Mas Iwan yang menculik Enri. Mas Iwan memperkenalkan diri semua berkenalan dengan Mas Iwan, setelah itu mereka melanjutkan kerja masing-masing.
Hari-hari sejak tau Inka sakunya tidak banyak, Difa mentraktirnya agar teman yang lain tidak curiga Difa selalu mempunyai ide setiap harinya.
***
Setelah beberapa hari kemudian.
Inka mengundang teman-temannya untuk menonton konser, salah satunya grup band dia dan kak Juli.
Difa, Rini dan Tiwi di luar panggung mengantri untuk masuk.
"Rame beneer ya guys." Ucap Rini sambil menoleh sana-sini.
"Iya nih, agak takut sih ya rame gini tapi penasaran sama konsernya." Kata Tiwi sambil mengantri.
"Untung Inka kasih kita tiket VIP ya jadi kita ga serame yang di sana." Difa menoleh ke arah antrian yang rame banget.
"Bener juga sih Dif, kalau antri kaya yang di sana pikir dua kali ya buat masuk." Jawab Tiwi sambil berjalan pelan maju ke depan.
Setelah masuk ke dalam mereka tepuk tangan, pas banget band kesukaan mereka S07 tampil.
Kita berlari dan teruskan bernyanyi.
Kita buka lebar pelukan mentari.
Bila ku terjatuh nanti kau siap mengangkat aku lebih tinggi.
Seperti pedih yang telah kita bagi.
Layaknya luka yang telah terobati.
Bila kita jatuh nanti kita siap tuk melompat lebih tinggi.
Bersama kita bagai hutan dan hujan.
Aku ada karna engkau telah tercipta.
Kupetik bintang untuk kau simpan.
Cahayanya tenang berikan kau perlindungan.
Sebagai pengingat teman.
Juga sbagai jawaban.
Semua tantangan.
Sebelum waktu memisahkan detikku detikmu. Sebelum dewasa menua memisahkan kita.
__ADS_1
Degupan jantung kita akan slalu seirama.
Bila kau rindu aku.
Kupetik bintang untuk kau simpan.
Cahayanya tenang berikan kau perlindungan.
Sebagai pengingat teman.
Juga sbagai jawaban.
Semua tantangan.
Difa dan teman-temannya ikut menyanyi.
"Waaaahhh Om Dutaa." Sorak Rini teriak.
"Lagi lagi." Ucap penonton lainnya.
S07 bilang sekarang band yang lainnya.
Sekarang band tamu yang menyanyi.
Setengah jam kemudian Difa kebelet pipis ingin ke toilet.
Tiwi dan Rini ikut ke toilet juga bersama Difa.
"Seru banget ya nonton konser itu ternyata." Ucap Tiwi sambil berkaca dan memperbaiki rambutnya.
"Iya wi, btw Inka konser masih lama ga ya soalnya ga bisa lama-lama takut malam pulangnya." Kata Difa sambil melihat jam tangannya.
Mereka keluar toilet, lihat ada cowok-cowok kumpul di dekat pintu toilet cowok.
"Difa coba lihat kaya Kak Cibot." Kata Rini sambil menoleh k arah cowok-cowok tersebut.
"Iya mirip terus masa kita mau samperin." Kata Difa sambil garuk-garuk.
Tiwi menarik tangan Rini dan Difa buat masuk ke dalam panggung lagi karena denger suara Inka.
Difa hanya menoleh ke arah kumpulan cowok-cowok tersebut.
Rini berteriak sahabat sejati kebetulan posisi kursi mereka dekat panggung Inka yang melihatnya mengajak mereka naik sebelumnya Inka mememinta izin dulu ke anggota bandnya termasuk Kak Juli. (dalam hati Kak Juli, yess ada Difa) .. hehe
Mereka bertiga ikut ke atas panggung dan Rini bilang ke Kak Juli nyanyi lagu "Sahabat Sejati" aja karena sahabat-sahabat lagi berkumpul candanya.
Kak Juli melihat ke arah Difa. Difa hanya senyum dan menyapa hai kak. Kak Juli lalu berpindah ke samping Difa.
Lalu Kak Juli bilang ke penonton akan menyanyikan lagu "Sahabat Sejati".
Mereka mulai menyanyi,
Sahabat sejatiku.
Hilangkah dari ingatanmu.
Di hari kita saling berbagi.
Dengan kotak sejuta mimpi.
Aku datang menghampirimu.
Kuperlihat semua hartaku.
Kita slalu berpendapat.
Kita ini yang terhebat.
Kesombongan di masa muda yang Indah.
Aku raja kaupun raja.
Aku hitam kaupun hitam.
Arti teman lebih dari sekedar materi.
Pegang pundakku jangan pernah lepaskan.
Bila ku mulai lelah.
Lelah dan tak bersinar.
__ADS_1
Remas sayapku jangan pernah Lepaskan.
Bila ku ingin terbang.
Terbang meninggalkanmu hu ho ho ho
Ku slalu membanggakanmu.
Kaupun slalu menyanjungku.
Aku dan kamu darah abadi.
Demi bermain bersama.
Kita duakan segalanya.
Merdeka kita kita merdeka.
Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah?
Lelah dan tak bersinar.
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang?
Terbang meninggalkanmu.
Tak pernah kita pikirkan.
Ujung perjalanan ini.
Tak usah kita pikirkan.
Akhir perjalanan ini.
Dan tak usah kita pikirkan.
Ujung perjalanan ini.
Penonton semua tepuk tangan
Mereka berempat tertawa tidak menyangka bakal nyanyi bersama di atas panggung ditonton banyak orang. Setelah menyanyi bersama Difa, Tiwi dan Rini turun dari panggung.
Tidak lama Mama Difa menelpon untuk mereka keluar karena sudah di jemput Mama Difa dan Papa Difa di luar. Mereka lalu keluar sambil melambaikan tangan ke Inka.
Sesampai di mobil,
"Gimana nak, seru ya ?" Tanya Papa Difa.
"Seru banget Om, tadi kita ikut nyanyi loh Om dinatas panggung." Jawan Rini pamer hehe .
"Wah, Difa ikut juga ?" Tanya Papa Difa.
"Ikut Pah . " Jawab Difa malu.
"Wah, hebat anak Mama." Ucap Mama Difa memberi jempol.
Setelah mengantarkan Rini dan Tiwi ke rumah masing-masing, Difa dan orang tuanya pulang ke rumah.
Keesokan harinya
Di grup mereka
Rini : Guys di yuo video kita trending ketiga loh
Difa : Serius ??
Rini : Iya cepetan buka yuo deh Dif.
Inka : hihi .. bisa nemanin manggung lagi donk kalau aku manggung.
Difa : Nggaaaakkkk
Rini : Oh No ....
Tiwi : Tidaaaaaaakkkkkkkkk
Inka : haahaha
__ADS_1