
32. NAFAS BUATAN
Flasback
Kak Juli sudah memulai pertandingannya, skor imbang ronde pertama Kak Juli menang sedangkan ronde ke dua lawan Kak Juli yang menang.
Babak ketiga di mulai, Kak Juli dan lawannya memulai pertandingan.
Kak Juli langsung menendang kepala lawannya, Kak Juli mendapatkan nilai 3. Skor sekarang 0-3.
Lawan Kak Juli menendang ke arah kepala tetapi Kak Juli bisa menghindar, Kak Juli balas menyerang menendang memutar bagian badan lawan dan kena. Skor sekarang 5-0.
Suara GOR semakin nyaring teriakan pendukung keduanya saling berteriak, menyorakin atlet yang mereka dukung.
Wasit memulai pertandingan, Kak Juli dan lawannya saling menyerang tetapi belum ada yang kena. Sampai detik terakhir musuh Kak Juli menendang badan Kak Juli tetapi Kak Juli menghindar, dan waktu pertandingan habis.
Kak Juli memenangkan pertandingan tersebut.
Kak Juli bersujud lalu memberi salam ke lawan dan pelatih lawannya, setelah itu dia berlari ke arah Saboem Yosep dan teman-teman di klubnya yang menonton.
Mereka begitu gembira satu atlet mereka melaju ke babak selanjutnya.
Pertandingan selanjutnya Difa yang bertanding, Difa memakai body protector, head guard, hand protector, gump shield, groin guard dan shin guard.
Mama, papa dan Enri menyemangati dari kursi penonton. Difa mendekat ke mereka meminta dukungan dan doa. Setelah itu Difa kembali ke lapangan.
Wasit meniupkan peluit, tanda pertandingan di mulai.
Lawan Difa menendang, mengenai body protector Difa. Lawan Difa mendapatkan 1 poin. Skor sekarang 1-0.
Difa menendang dua tendangan langsung kanan kiri ke lawannya dan mengenai body protector. Difa mendapatkan 2 poin. Skor sekarang 1-2, Difa unggul.
Mereka saling menyerang tetapi bisa mereka tangkis, saat Difa menendang memutar ke arah badan lawan. Plak, bunyi tendangan Difa masuk. Difa mendapatkan skor 2 poin. Skor sekarang 1-4.
Lawan Difa tidak mau kalah dia menyerang Difa, tetapi Difa selalu bisa menangkis atau menghindar, sampai waktu ronde pertama habis. Difa unggul dengan skor 1-4 di ronde pertama.
__ADS_1
Ronde kedua dimulai, baru mulai pertandingan Difa menyerang lawannya dengan tendangan memutar dengan sasaran kepala lawan dan kena sasaran. Difa mendapatkan nilai 4 poin. Skor sekarang 0-4.
Lawan Difa emosi dia menyerang Difa, karena lengah Difa ada kesempatan buat menendang dan ada ruang untuk mencapai sasaran. Saat musuh menendang, Difa menendang balik dan kena sasaran Dia mendapatkan nilai 1 poin.
Difa unggul dengan skor 0-5. Lawan Difa menendang tetapi tidak kena Difa, dia lalu mendorong Difa dan sengaja memberi pukulan ke muka Difa. Difa terjatuh dan wasit memberhentikan sementara. Wasit dan juri berdiskusi tentang masalah tadi. Setelah berdiskusi, lawan Difa di beri peringatan.
Penonton langsung bersorak huuuuuuuuuu, wasit memulai pertandingan lawan Difa menendang body protector dan masuk . Lawan Difa mendapatkan nilai 1 poin. Skor sekarang 1-5.
Waktu untuk ronde kedua habis, ronde kedua dimenangkan oleh Difa.
Mereka ada waktu istirahat dua menit oleh wasit, Difa ke pinggir lapangan. Saboem dan teman-teman klubnya memberi support. Mama,papa dan Enri di barisan penonton juga memberi semangat.
Dari sebelah sisi sebrang Difa ada Kak Cibot yang sedang melihat Difa bertanding daritadi, ternyata Saboem Soni meminta Kak Cibot untuk membantu bagian medis karena sedang kekurangan orang. Karena Kak Cibot pernah mengikuti kegiatan PMR Saboem Soni meminta Kak Cibot untuk menjadi tim medis sementara.
Wasit memanggil Difa dan lawannya untuk memulai pertandingan, Difa lalu ke tengah lapangan untuk memulai pertandingan. Wasit meniupkan peluit.
Difa memulai menyerang duluan, Difa menyerang kepala lawannya dan mengenai sasaran. Difa mendapatkan skor 3 point. Skor sekarang 0-3.
***
***
Di dalam GOR Difa dan lawannya masih bertanding.
Saat Difa mau menendang lawannya, lawan Difa reflek mendorong Difa dan menendang muka Difa. Difa jatuh dan pingsan. Kak Cibot yang awalnya di pinggir lapangan langsung masuk ke dalam lapangan bersama teman-teman medisnya, wasit melarang selain tim medis di dalam ke lapangan agar beri ruang Difa menghirup oksigen.
Kak Cibot yang kesal karena alat bantu pernapasan tidak kunjung datang sedangkan nadi Difa sedikit melemah, dia langsung memberi nafas buatan.
Kak Cibot mencubit lubang hidung Difa. Tarik napas dalam dan Kak Cibot meletakkan mulut untuk menutupi mulut Difa. Meniupkan napas, lalu memperhatikan apakah dada Difa naik. Jika dada tidak naik, ulangi dengan membuka saluran napas dan berikan napas kedua. Setelah memberikan nafas kedua, Difa terbangun. Saat terbangun Difa seperti bingung.
Difa di tandu oleh Kak Cibot dan tim medis lainnya. Saat Difa di tandu mama, papa dan Enri masuk ke GOR dan melihat. Mereka mengejar Difa.
Difa di bawa ke ruang kesehatan kampus, yang bersebelahan dengan GOR. Ruangan yang tampak bersih sekali serba putih di sana terdapat tempat tidur buat mahasiswi/mahasiswa yang sedang sakit.
"Difa kenapa? Tadi Mama keluar angkat telepon," tanya Mama Difa kebingungan liat anaknya di tandu.
__ADS_1
"Difa ga tau Ma," ucap Difa yang terlihat masih pucat.
Difa di pindahkan ke tempat tidur perawatan yang tersedia.
Papa Difa menenangkan Mama Difa agar tidak banyak bertanya dahulu.
"Maaf Om, Tante. Saya tim medis dari pertandingan ini. Tadi Difa sempat pingsan saat pertandingan, makanya sekarang Difa lemas begini," Kata Kak Cibot menjelaskan.
Enri melihat Kak Cibot dan dia ingat sesuatu.
"Kak, Kakak yang waktu itu belikan es krim di bandara?" tanya Enri sambil memegang tangan Kak Cibot.
"Iya de, ingat kakak ya," Kak Cibot tersenyum.
"Itu loh Pah, Mah yang waktu itu kita transit di Dubai ada kakak yang baik belikan es krim." Enri mengingatkan Mama, Papanya.
"Oia, Papa Ingat. Wah nak, ga nyangka bakal ketemu di sini." Papa Difa menepuk bahu Kak Cibot.
Tiba-tiba tim medis lain bilang, kalau tadi Kak Cibot yang cepat bertindak menolong Difa. Papa Difa lalu berterima kasih ke Kak Cibot. Mama Difa juga berterima kasih kepada Kak Cibot.
Kak Cibot dan teman-temannya izin keluar karena mau Difa berkumpul bersama keluarganya.
***
Sore hari setelah hari pertama pertandingan tersebut selesai, Saboem Yosep dan Kak Juli datang ke ruang kesehatan kampus. Difa masih di temanin sama keluarganya. Mereka sedang mengobrol, Difa dan Enri sedang makan apel yang sudah di potong oleh Mamanya.
"Maaf Pak Wisnu, Bu Dena anaknya sampai pingsan tadi. Lawan Difa terlalu kasar kepada Difa. Difa sekarang sudah baikan? kata tim medis keluarga Difa yang menemani Difa. Di sini daritadi pasti belum makan ya Pak Wisnu dan Bu Dena?" ucap Saboem Yosep dengan muka bersalah.
"Masalah pingsan anak saya, itu sudah biasa dalam dunia atlet. Difa sudah baikan pak. Kami sudah makan pak, tadi sekalian beli buah," jawab Papa Difa.
"Difa sudah makan apel banyak, sudah sehat nih kayanya," goda Kak Juli sambil tersenyum ke arah Difa.
"Terus lawan Difa tadi gimana Saboem," tanya Mama Difa.
Saboem menjelaskan dengan semangat. " Lawan Difa tadi di cut dari pertandingan dan Difa bisa lolos ke babak semifinal."
__ADS_1
Wah Difa langsung memeluk Mamanya yang berada di sampingnya. Walaupun kepala masih terasa agak pusing tetapi Difa senang karena lolos babak selanjunya.