
3. UJIAN
Keadaan rumah yang tampak tenang, lampu-lampu menyala terang. Di ruang keluarga Difa, yang sedang berkumpul orang-orang rumah sambil menonton.
"Assalamualaikum anak Mama Papa semua." Sapa Papa Difa.
*Papa Difa pengusaha tambang batu bara di kota Rong. Kota Rong masih satu provinsi sama kota Pan. Papa Difa bisa dua minggu di kota Rong dua minggu di kota Pan.
"Wa'alaikumssalam ,wah papah pulang." Jawab Enri senang sambil memeluk papahnya.
"Hari ini gimana Enri di sekolah, masih sekelas sama teman-teman Enri yang dulu ?" Tanya Papa Difa yang tahu anaknya baru naik kelas.
"Ada yang nggak pah, tapi teman dekat pada sekelas sama Enri." Jawab Endri.
"Alhamdullilah ya Endri. Kalau Difa gimana sekolah barunya, sudah dapat banyak teman.? Kata papah sambil membuka jaketnya.
"Alhamdulillah sudah dapat teman pah, walaupun belum banyak. " Jawab Difa sambil menonton.
"Makan yuk anak-anak, Bibi sudah selesai masak." Ajak Mama Difa sambil melihat k arah ruang makan.
Mereka makan bersama sambil bercanda. Keluarga yang harmonis.
Hari-hari seperti biasa Difa pergi ke sekolah, setiap tiga hari sekali latihan Taekwondo.
*Lima bulan kemudian.
Pagi hari yang cerah di SMP Anda.
"Assalamualaikum Inka. Wah tumben Inka duluan datang dibanding Difa." Sapa Difa sambil menaruh tasnya.
Inka menulis catatan kecil dan menjawab "Mau ujian Difa jadi siap-siap. Haha".
"Hah, itu apaan Inka." Tanya Difa melihat Inka menulis.
"Contekan. Haha Difa buat ga?" Balas Inka sambil menulis.
__ADS_1
"Ga Inka, Difa udah khatam soalnya haha. Canda. Ntar ujian emang bisa liat contekan ?" Tanya Difa bingung.
"Usaha dulu aja Difa, noh liat belakang juga." Ucap Inka menunjuk belakang.
Difa menoleh ke belakang. Muka Rini dan Tiwi tersipu malu. Sambil menoleh ke Difa.
Difa geleng-geleng.
*tengteng bunyi lonceng sekolah Difa.
Penguji masuk kelas, membagikan soal, dan ujian di mulai.
Difa mengerjakan dengan lancar karena Difa belajar semalaman. Inka, Rini Dan Tiwi sibuk membuka catatan kecil mereka.
Tiba-tiba penguji menegur Inka "Kamu yang di depan kiri sedang apa? Liat contekan iya daritadi saya lihat kamu lihat kebawah. "
"Ti ti tidak bu." Jawab Inka gugup ketakutan.
"Inka, lagi mencari penghapus bu ini ada di bawah saya" Difa menjatuhkan penghapus, lalu mengambil dan melihatkan kepada penguji tersebut.
Sejak guru penguji itu mengur Inka dan marah-marah. Murid lain jadi takut untuk mencontek dan mereka fokus kerja sendiri dengan kemampuan mereka.
Satu jam kemudian.
"Anak-anak siapa yang sudah selsai boleh keluar kelas duluan." ucap Penguji tersebut sambil melihat jam.
Sebagian anak yang sudah selesai mengumpul soal yang di kerjakan dan meninggalkan ruangan kelas.
Di luar kelas sudah ada beberapa murid yang keluar kelas.
"Susah banget ya soalnya." Kata Difa kepada temannya setelah teman-temannya sudah keluar
"Iya, hampir botak ini kepala mikir jawabnnya." Jawab Rini bete.
"Dapat 60 aja sudah untung kali ya kita." Ucap Tiwi sedih.
__ADS_1
"100 donk masa 60." Canda Difa menyemangati teman-temannya.
"Gayamu Difa." jawab mereka sambil tertawa bersama.
"Makan dulu yuk Difa baru pulang." ajak Tiwi sambil memegan perutnya isyarat laper.
"Ayok makan dulu aja Difa, baru pulang." ajak Rini menarik tangan Difa alias maksa.
"Tapi Inka kita tinggal ga apa-apa?" Tanya Difa sambil melepaskan tangannya.
"Ntar chat dia aja. Dia juga ga makan di kantin kaya biasa." ajak Rini.
Mereka lalu pergi ke kantin bersama. Sesampai dikantin Difa chat Inka bilang kalau dia sedang dikantin kalau mau ke sini sehabis ujian selsai
Inka selsai ujian melihat hp dan membalas Difa , kalau dia pulang duluan tidak mampir k kantin. Difa membalas ok hati-hati non gelis.
Di Kantin yang tidak begitu ramai karena murid-murid sudah pada pulang.
"Kalian besok buat kaya tadi lagi." Tanya Difa sambil meminum minumannya.
"Iya, Difa haha masalah ga bisa lihat urusan ntar lah." Jawab Rini tertawa.
Tiwi heran Difa seperti baru lihat orang mencontek dan menanyakan, "Difa dari SD unggulan jadi ge pernah gini ya?"
"Nggak, hehe kalian nggak takut kaya tadi si Inka hampir aja ketawan." Difa mempertegas ucapannya.
"Liat besoklah Difa." jawab Rini
Tiwi mengangguk-angguk.
Difa melihat handphonenya, Pak Ucok chat kalau sudah di depan gerbang sekolah.
Difa menghabiskan makan dan minumannya dan pamit kepada teman nya untuk pulang duluan karena sudah di jemput.
Difa meninggalkan temannya dan pulang.
__ADS_1