
16. TEROR SMS
Dua taun kemudian, Difa sudah kelas 3 SMP. Kelas 3 ini Difa tidak sekelas dengan Rini dan Tiwi tetapi mereka tetap berkumpul bersama bila jam istirahat.
Papa Difa semakin sibuk dan berencana mencalonkan diri menjadi Walikota pada tahun itu.
Mama Difa sebenarnya kurang setuju tetapi Papa Difa ingin jadi Walikota; terpaksa menerimanya.
Papa Difa mulai sering hadir di depan publik bersosialisasi kepada masyarakat. Hampir setiap minggu mengadakan baksos untum masyarakat yang membutuhkan. Difa dan Endri kadang juga ikut hadir dalam baksos tersebut.
***
Di sekolah Difa .....
"Difa, Papanya akhir-akhir ini sering masuk koran keren." Tanya Fadel ke Difa. Kelas 3 ini Fadel dan Difa sekelas.
"Iya, Papanya siapa dulu." Jawab Difa sambil tersenyum.
"Papa ku ya Difa, aku kan calonnya." Canda Fadel mengoda Difa.
"Calon apaan ?" Tanya Difa mengerut kan keningnya.
"Calon mantu, masa Difa gitu aja ga tau." Jawab Fadel dengan pedenya.
Difa hanya mengangkat sebelah bibirny.
"Pede banget sih kamu Fadel." Kata Rudi sambil geleng-geleng.
Tidak lama guru masuk kelas dan mereka mulai belajar. Setelah pulang sekolah Difa membuka hpnya. Dia kaget ada yang mengancam ingin menculik Difa. Difa membaca sms itu mukanya sangat ketakutan tidak sengaja Rudi menoleh ke belakang melihat Difa mukanya tidak seperti biasa.
Di luar kelas Rudi mengejar Difa menanyakan ada apa kok raut mukanya seperti itu. Lalu Difa mengajak Rudi ke kantin dan menceritakan kalau dia dapat sms ancaman. Difa bingung harus kasitau orang tuanya apa tidak, apalagi orang tuanya akhir-akhir ini sangat sibuk.
*Menurut Difa, Rudi anak yang baik dan tidak banyak bicara makanya Difa mau cerita tentang sms ancaman ini.
__ADS_1
Rudi memberi ide kalau Difa kemana-mana jangan sendiri, kalau sms itu ada lagi sebaiknya Difa cerita ke orang tuanya. Dira menyutujuinnya dan mereka ke gerbang sekolah Difa naik mobil yang sudah di tunggu Pak Ucok dan Rudi naik angutan umum.
Fadel melihat mereka berdua sejak Rudi mengejar Difa dan mereka ngobrol di kantin. Fadel kesel kenapa Rudi MT.
****
Dirumah..
"Assalamualaikum." Difa memberi salam.
"Walaikumsalam , makan bareng yuk kak." Jawab Enri mengajak Difa makan.
"Kakak ganti baju dulu ya En." Ucap Difa lalu masuk kamar.
Enri melihat Kak Difa seperti bukan biasanya yang ceria. Pikir Enri mungkin Kak Difa dapat nilai jelek makanya tidak bersemangat.
Difa keluar kamar, ikut makan bersama Enri.
"Kak, kata bibi sore nanti mau buat siomay loh." Kata Enri dengan semangat.
"Kaka kenapa sih, nilainya jelek iya di sekolah.?" Tanya Enri sambil melihat kakaknya.
"Iya Enri nilai bahasa Indonesia kaka jelek huft." Jawab Difa lalu menutup bibirnya âšī¸
Setelah makan mereka ke ruang tv. Difa masi bingung siapa yang sms dia begini, terus tau darimana nomor Difa.
Difa ke dapur mengambil minum melihat bibi sedang buat siomay Difa ikut membantu.
Resep siomay ala Bibi Tini :
Bahan
Kulit siomay
__ADS_1
2 sdt garam
1 buah tahu putih (haluskan)
150 g tepung sagu
2 batang daun bawang (iris halus)
50 ml air es
1 sdm kecap ikan
3 sdt minyak wijen
2 sdt gula pasir
1 sdt merica
250 g paha ayam fillet (cincang)
2 siung bawang putih (haluskan)
Cara membuat
Campurkan paha ayam fillet yang sudah dicincang halus, tahu putih yang sudah dihaluskan, bawang putih, daun bawang, kecap ikan, garam, gula pasir, dan merica bubuk. Uleni hingga tercampur sempurna.
Kemudian tuangkan air es secara perlahan sembari diuleni, masukkan juga tepung sagu. Uleni sampai tercampur sempurna.
Ambil 1 lembar kulit siomay, kemudian isi bagian tengah kulit siomay dengan isian siomay yang telah Anda buat, kemudian lipat sisi-sisinya menghadap ke atas.
Kukus siomay selama 15 menit atau hingga matang.
Siomay sudah siap dihidangkan
__ADS_1
Sekali-sekali author share resep ya .. silahkan di coba đ