Kehidupan Difa

Kehidupan Difa
HADIAH UNTUK DIFA DAN ENRI


__ADS_3

9. HADIAH UNTUK DIFA DAN ENRI


Plok plok plok......


Semua memberi tepuk tangan untuk Inka.


"Wah, Inka bagus banget ya suaranya. " Kata Kak Juli kepada yang lain.


Semua bersorak setuju.


Tidak lama setelah itu hujan turun.


Semua pada lari berlindung.


Di belakang panggung.


"Inka makasih iya...., tadi sudah berani tampil. Kita butuh vokalis cewek kita boleh panggil Inka ikut manggung?"


Ajak kak Juli sambil memandang Inka.


"Emm... "Inka berpikir.


"Lumayan loh, kadang kita dibayar." ucap Kak Juli.


"Eemm.., oke deh kak." Inka mengiyakan ajakan kak Juli mencatat nomor handpone Inka.


Lalu Inka berpamitan kepada Kak Juli dan teman bandnya. Inka mencari teman-temannya.


Saat bertemu Rini dan Tiwi. Mereka berdua memberi ucapan selamat kepada Inka.


Inka bercerita kalau dia di ajak gabung band Kak Juli mereka berdua makin kagum kepada Inka.


Mereka pulang bersama, Rini mengantar Inka dan Tiwi ke rumah masing-masing.


**


Di rumah Difa ada Enri yang sedang duduk di ruang keluarga.


"Assalamualaikum" ucap Mama dan Difa.


"Wa'alaikumsalam. Kakak, gimana hasilnya rangking terakhir ya.? "


Tanya Endri bercanda.


"Enak aja rangking 1 donk."


Jawab Difa semangat.


"Wah, kakak ga minta kado." Canda Endri sambil senyum ke mama.


"Mama rencana mau ajak kalian ke Milan, mumpung kalian libur mama papa juga cuti" Ajak mama.


"Hah, serius mah? Di sana kita ketemu Raline donk" Difa kaget.


"Iya bener soalny Difa dan Endri uda rangking 1, sekalian kita kunjungi Raline sama mama papanya " jawab Mama.

__ADS_1


Difa dan Endri bersorak horee .......


Sore hari di Rumah Difa.


Papa Difa pulang membawakan baju hangat untuk ke Italia karena disana sebentar lagi musim dingin.


Mereka senang sekali dan berjoget.


Malam harinya mereka menyiapkan baju mereka, karena besok sudah berangkat ke Milan.


Mereka di sana selama dua minggu.


***


Hari Minggu yang cerah terdengar suara Telivisi.


Difa sedang menonton di ruang keluarga, menunggu yang lain.


"Bi, mau titip apa Difa ke Milan." tanya Difa kepada bibi Tini yang sedang menonton televisi bareng Difa.


"Titip bule ganteng boleh ga non " jawab Bibi Tini sambil tertawa.


"Ntar Difa beliin poster bule aja ya bi." jawab Difa sambil tertawa.


"Non bisa aja. Titip apa aja bibi suka kok non" ucap Bibi.


"Ok deh nanti Difa beliin oleh-oleh tenang aja."


jawab Difa.


"Bi, pergi dulu ya hati-hati dirumah." kata Mama Difa.


"Iya.,nyonya, tuan, nona, den endri semua hati-hati." jawab bibi Tini sedih karena harus di rumah sendiri.


Mereka keluar rumah dan naik ke mobil yang di bawa pak Ucok.


"Pak Ucok, nanti mau titip apa?" tanya Difa.


"Apa aja bebas non." jawab pak Ucok sambil menyetir.


"Ok deh." jawab Difa.


Mereka berjalan menuju bandara.........


Sampai di bandara mereka berpamitan dengan pak Ucok dan masuk ke dalam.


Pesawat mereka berangkat.


Perjalan dari Indonesia ke Milan 18 jam.


Ini bukan perjalanan mereka yang pertama sebelumnya mereka juga pernah ke Milan.


Di sana ada adik mamanya Difa dan di sana ada sepupu Difa yang seumuran Enri bernama Raline.


Pesawat mereka landing transit di Dubai.

__ADS_1


Sesampai di Dubai.


"Capek ga anak-anak? Ayo kita istirahat dulu papa sewa kamar hotel bandara kita masi ada waktu empat jam di sini." kata Papa Difa.


Sesampai di hotel mereka beristirahat.


Dua jam kemudian. Difa dan Enri sudah terbangun dari tidurnya, mereka sholat bejamaah. Setelah shoat mereka mau keluar kamar ingin melihat-lihat.


"Mah, Difa san Endri keluar sebentar iya lihat-lihat."


kata Difa.


"Iya hati-hati ya sayang." Difa dan Endri keluar kamar lalu jalan-jalan.


"Kak, itu ada es krim di sana." tunjuk dan mengajak Difa ke tempat es krim di dalam bandara.


Difa bingung karena mata uang di sini berbeda.


"Endri tunggu mama papa aja iya. Nanti kita ke sini lagi." kata Difa mengajak Enri kembali ke kamar hotel.


Tiba-tiba ada yang datang dan berbicara kepada penjual dan membelines krim itu dan memberi Difa dan Endri es krimnya.


"Ini es krim buat kalian." kata Kaka tersebut.


Difa dan Endri kaget karena ada orang Indonesia dan membelika Es krim.


"Kamu Difa bukan?" tanya kaka tersebut.


"Iya, saya Difa kak. " jawab Difa dan berpikir.


"Saya kak Cibot yang dulu di halte ketemu Difa."


ucap kak Cibot.


Lalu mereka mencari tempat duduk dan bercerita bertiga.



Yang di atas kak Cibot.


Muka ganteng dan putih.


Pembawaannya yang tenang cocok sebagai kakak.


ada pertanyaan lagi yuk


Kak Cibot di Dubai sedang apa?


A. Jalan-jalan


B. Melanjutkan sekolah di sana.


C. Pindah sana.


Terimakasih yang sudah baca 😀

__ADS_1


*bersambung


__ADS_2