KEKASIHKU KAKAK TIRIKU

KEKASIHKU KAKAK TIRIKU
Episode 07 : Tiga bulan telah berlalu


__ADS_3

Dari judul : KEKASIHKU KAKAK TIRIKU


Meira memandang kagum juga senang melihat neneknya begitu antusias dalam mengatur bibik-bibik tetangga yang berjibaku bekerja membuat aneka ragam jenis Kuriner resep Nenek. Varian makanan dan kue-kue produk Nenek sudah Mulai bersaing di restoran-restoran menengah ke atas.


Puluhan uang seratus ribuan baru saja masuk ke dompet sang Nenek dari seorang perantara yang di utus bandarnya mengangkut ratusan kardus berisi varian kuriner.


"Nenek hebaaat!" teriaknya Senyumnya lebar, Matanya berkaca-kaca. menahan luapan bahagia.


Besok Ada acara perpisahan Kakak kelas. Meira menarik senyumnya, sedih merasa akan ada yang hilang. Kak Andra Sudah LULUS hendak Masuk Perguruan tinggi, Mamah Yunita menyuruh Kak Andra Kuliah ke Nederland, tapi? Sykurlah, Kak Andra menolak, dan tetap Kuliah di kota ini. Bahkankan kampusnya saja sama dengan fakultas yang Meira inginkan. artinya nanti, aku akan Satu Kampus beda fakultas. Kak Andra ambil jurusan Hukum seperti sang Papanya. Aku? Aduh, mampu tidak ya, cari biaya-nya?


"Pengen jadi Dokter?" Itu ucapan Kak Andra dulu di taman belakang Sekolah, pertama kali Meira jatuh cinta pada Andra.


Acara Pepisahan di gelar di halaman Sekolah, biar di tonton Umum! Kata Pak Kepsek. Kini Acara Perpisahan Kakak kelas tengah di gelar. Di mulai dari sambutan Pak Kepala Sekolah sampai kemudian tiba di acara hiburan. Hiburan awal berupa Tarian tradisional, menyusul drama pendek, lalu Pragment Komedi , dan sebentar lagi Ada konser musik band sekolahan yang Meira tunggu. The Andra band!


"Enggak jadi ya Kuliah ke sana?" Tanya Meira pura-pura belum tahu, keduanya duduk berdekatan, menunggu waktu pementasannya Ka Andra Cs.


"Nederland maksudnya?"


"Iya."


Andra tersenyum seraya membelai rambut Meira dari atas kepala menurun ke belakang sampai ujung rambut, berhenti di bahu.


"Ogah aja."


"Oh.."


"Jauh-jauh pergi keluar, cabang kuliahan merk luar di sini banyak, Mei. Itu cuma akal-akalan Mama Yunita saja niat jauhin kita. Enggak usah di pikirin deh, lagian selama ini kamu cuma pengen temenan doang. Iya enggak?"


"Enggak. Kapan aku bilang niat temenan doang?" selidik Meira. menatap lembut.


"Trus kenapa kamu enggak pernah jawab kalo aku tanya, mau enggak jadi pacar aku?"


"Udah aku jawab."


"Lha kapan?" Andra bertanya heran.


"Kak Andra seharusnya udah bisa nebek. Harus bisa bedain sikap aku ke kakak itu gimana?" Meira kesal.


"Manja, cuek, becanda."


"Pantes! kalo penilaian kakak kayak gitu, ya enggak bakalan ketemu." Meira medilak tambah kesal.


Tiga teman Andra datang. Mengajak Andra siap-siap naik panggung.


"Iya ntar gua nyusul. Kalian siapin aja alat masing- masing. Eh, effeck gitar gua akustiknya dabling oktavus,ya? level diley-nya lima koma lima, trus kasih dikit reverb, jangan keliru."


"Udah, Bos. Malah udah di key dari kemaren, biar gak error." ujar Baran fullenergi.

__ADS_1


"Mei, sudah waktunya aku pentas. Ntar kamu pindah ke depan. Aku akan bawakan lagu spesial buat yang berasa punya nama, Meira Syeakilah mirna.". goda Andra


"Ah, Kakak." Meira tersipu sambil mencubit.


Andra tersenyum lalu bangkit. Satu cubitan kecil menyentuh ujung hidung Meira, sebelum kemudian Andra berjalan menuju panggung.


"Kak Andra!" teriak Meira.


Andra menahan langkah di trep tangga panggung, dia menoleh. Meira berdiri, dan tepuk tangan tak bersuara, lalu Meira mengangkat kedua jempolnya lurus-lurus, dan kiss dua telinjuk. Mensuport Andra.


Andra mula ambil guitar lalu duduk. Dia mendekatkan Mic, Berbicara sedikit soal keberadaan siswa-siswi seangkatannya yang sudah menimba ilmu pendidikan di Sekolah ini. Terima kasih kepada jajaran Guru yang telah membuat mereka menjadi seperti sekarang.


Petikan Guitar accostik yang Andra mainkan mengawali interlud sebuah arasmen musik genre pop contry slow, Drum reffel naik pangkat mulai mengiringi suara Andra membawakan sebuah lagu bernada melow. tadi Andra beri judul lagu. Diantara dia Dulu beberapa bulan lalu ketika Band nya ikut festival di sebuah Radio, grupnya sukses meraih juara pertama, Lagu ciptaan grupnya ini lalu sangat populer sampai sekarang. Dan lagu itu Kini mereka mainkan kembali, kali ini dinyanyikan hanya untuk seseorang.


Meira terpana! Apalag lagu itu Andra spesialkan untuk dirinya. Ada kesal dalam hatinya, kenapa kak Andra tidak bisa menebak kalo dirinya sudah bersikap lebih dari sekedar pacar. status pacar itu enggak ada apapanya di bagi Meira 'Cinta aku itu sudah jauh lebih besar daripada sekedar pacar, kak.' Apa sih arti status pacar? orang enggak cinta aja bisa jadi pacar!


Meira menangis. Ada yang menyinggung perasaannya mendengari lirik dari bagian ending lagu Andra.


"Nak, cantik.." Seseorang menyapa lembut.


Meira terkagetkan."Eeh, Ibu Mirna. Baru dateng?"


"Iya. Nungguin Papanya Andra dulu. Nah tuh Om Brama sekarang lagi fokus ngeliatin Andra nyanyi." Ibu Mirna menunjuk Tuan Brama yang anteng menyaksikan konser Andra


"Tante Yunita enggak ikut?" Tanya Meira. Sport jantung. Setiap kali mendengar atau menyebut nama mamah ke satu Andra itu, Meira langsung klepekan. Sudah berulang kali Mama Yunita memperingatinya agar jaga jarak dengan Kak Andra. Bahkan belakangan, Tante Yunita mengancam akan putusakan relasi bisnisnya dengan Nenek bila Meira masih berisi keras berdekatan dengan Andra. Meira baru tahu, ternyata ketika dulu nenek bilang ada bos pengelola restoran yang ingin mempromosikan kuliner Nenek. Ternyata Tante Yunita.


"Oh." Meira terasa lega.


"Nak, cantik, Ibu tanya sesuatu boleh?"


Meira hanya mengangguk.


"Ibu dengar pas Andra tadi mau nyanyi, dia sebut nama Meira Syeakilah Mirna."


"Oh.Itu nama Aku."


"Nama kamu?" Ibu Mirna terperangah, dalam hatinya berkata, itu nama putriku....yang dulu aku cari-cari kepelosok desa tapi tidak ada jejaknya? Ibu Mirna menatap.


"Nak cantik. Ibu ingin dengar sedikit saja soal keluarga kamu?"


Meira menarik napas. Diam dan merunduk. Kini Ibu Mirna pun diam-diam mulai mempertanyakan status kemiskinan aku?


"Jangan kwatir. Ibu tidak punya maksud apa-apa. Tidak akan mempersoalkan hubungan kalian, kok. Ibu hanya ingin tahu keberadaan keluarga kamu itu seperti apa? Emh, begini saja, kamu kan pernah kecil, nah, ceritain dong, dari seingat kamu, seperti apa gitu masa kecilnya. ayolah, Nak cantik."


"Enggak ada yang bagus, ibu."


"Tidak apa-apa Ibu hanya ingin dengar saja."

__ADS_1


"Mah." Tuan Brama tiba-tiba datang. "Papa cari-cari dari tadi, Itu emse panggil-panggil kita suruh naik ke panggung mendampingi Andra terima penghargaan. Mamah enggak dengar apa?"


"Maaf, Pah. Barusan Mamah keasyikan ngobrol. Ibu Mirna bangit. "Nak cantik. Ibu mau menemami Andra dulu. Nanti ibu ke sini lagi."


Ibu Mirna dan Tuan Brata Naik ke panggung mendamping Andra mendapatkan penghargaan Duta Sekolah. Dan penghargaan Prestasi pendidikan Rangking ke tiga, di barengi tepuk tangan dari semua orang tua murid.


"kak Andra Luar biasa!. Dapat dua penghargaan sekaligus!" Puji Meira senyumnya renyah.


Meira spontan memeluk Andra begitu turun dari panggung.


"Terima kasih." Andra membalas, memandang wajah Meira yang dekat sekali.


"Aku mau terus pulang." kata Meira, setelah melepaskan pelukan tanda keberhasilan Andra.


"Tapi Aku masih ada acara lain. Aku ikut main drama kolosal" Andra bingung."Siapa yang nganter?"


"Enggak Apapa. Aku naik angkot saja. Aku pulang duluan, ya." Meira melangkah pergi


Andra tertegun. Mulutnya siap berteriak untuk menghentikan langkah Meira. Dia bermaksud menyuruh salah satu temannya untuk mengantarkan Meira, tapi tiba-tiba Meira berbalik lagi, menghampirinya dan berdiri sangat dekat di hadapannya.Tertegun seperti Andra.


"Kak itu apaan sih?" Meira menunjuk ke arah yang tidak jelas.


"Mana?" Andra menyelinguk ke arah yang di tunjuk Meira.


Maafkan aku, Kak. Aku Cinta sama Kakak. Aku mungkin akan sunyi tanpa kakak di sekolah nanti. aku takut kakak jatuh cinta sama cewek- cewek kampus. Aku takut kehilangan kakak. Sangat takut! Aku akan berikan sesuatu pada kakak agar bila nanti kakak sudah melupakan aku, setidaknya, aku udah buktikan kalo aku mencintai kakak. Ini hadiah buat kakak.


"Mana, Mei? enggak ada apa ap..." Suara Andra tertahan. Tiba-tiba Jantungnya mendadak berdegup kencang. Ketika ada yang hangat dan lembut menempel lama di pipinya. sangat lama malah. Itu bi**r merekah Meira.


"Meira....?" Andra tak percaya.


Meira tersenyum lalu pergi tak menoleh lagi. Malah mempercepat langkahnya. Sebenarnya dirinya sangat malu..!! Enggak apa-apa, Mei! Cinta itu memang perlu ada bukti! Tapi harus pula ada batasannya.


"Meira ke mana?" Mamah Mirna bertanya sabil celingukan


Andra terperanjat. Dia masih sedang merasakan lembutnya ci*man dari Meira.


"Pu-pulang, Mah."


"Pulang...? Kamu sakiti dia, Andra!?" bentak Mama Mirna.


"Enggak.."


"Lalu kenapa Meira pergi?" cecar Mama Mirna."Kamu keterlaluan. Mamah tidak pernah ngajari kamu nyakiti orang. Ayo minta maaf sana. Ajak lagi dia kemari! Atau nanti kamu mama hukum bersih-bersih kadang kelinci Pak Dudung."


"Adu, Mah tega-teganya sih Mama bentak-bentak Aku kayak gitu. Dengar dulu. Aku belum jelasin.,"


"Tidak ada jelas-jelasan. Ayo rujuk dia ajak lagi ke sini. bilang mama yang suruh."

__ADS_1


"Iya aku kejar dia!" Andra pergi mengejar. Tapi Meira sudah terburu naik Angkot.


__ADS_2