Kelahiran Kembali Sang Pembantai

Kelahiran Kembali Sang Pembantai
Bab 39


__ADS_3

"Tuan putri simpan lah pil ini , berguna tidak nya pil tersebut nanti pada putra mahkota tidak merubah apapun karena pil tersebut masih akan aku berikan untuk putri " Lin Fan menyerahkan pil penyembuhan yang berjumlah 6 butir tersebut Pada Yuan Ruer ,


"Saudara Fan , apakah ini tidak apa apa , harga pil ini sangatlah mahal bahkan dengan kualitas dan jumlahnya yang ada 6 pil ini seharusnya berharga beberapa juta koin emas , apakah saudara Fan tidak rugi memberikan harta ini pada ku ?" tanya Yuan Ruer pada Lin Fan dengan raut wajah yang tidak enak ,


" Putri tidak perlu tidak enak dengan ku, karena putri sudah menganggap orangtuaku sebagai bibi , maka aku tidak akan pelit dengan putri , bagaimana pun pil tersebut hanyalah pil biasa tidak perlu di pikirkan "


Lin Fan menjawab dengan santai agar Yuan Ruer tidak merasa terbebani dengan pil tersebut karena baginya pil pil tersebut hanya lah pil biasa tidak perlu di besar besarkan


"Baiklah , terimakasih saudara , aku putri Yuan Ruer akan membalas Budi ini " Jawab Yuan Ruer kemudian mengulurkan tangan nya yang putih tersebut ke arah tangan Lin Fan ,dan tak sengaja tangan nya bersentuhan dengan tangan Lin Fan saat mengambil botol pil tersebut membuat ke-dua nya sama sama langsung kaget dan menarik tangannya masing masing dengan cepat


interaksi tersebut tidak luput dari para pengawal , Lin Juan dan juga Ling Hua , tapi mereka tidak mengatakan apa apa membiarkan kedua anak muda itu menjalani takdir nya sendiri tanpa campur tangan Mereka


Yuan Ruer langsung memasukkan botol kaca berisikan pil tersebut ke cincin miliknya dengan wajah yang masih bersemu merah karena itu adalah sentuhan pertama nya dengan laki laki lain selain dengan anggota keluarga nya


Begitu juga dengan Lin Fan yang di dua kehidupan sebelumnya yang tidak pernah dekat dengan wanita manapun akibatnya sentuhan sebelumnya membuat pikiran kemana mana tapi ia bisa menguasai itu dengan cepat


"tunggu sebentar, aku harus melakukan sesuatu " ucap Lin Fan tiba tiba memecah kecanggungan tersebut


kemudian ia langsung pergi dari sana menuju tempat Qing Lang dan 2 serigala lain nya berada


Di bawah tatapan penuh tanya semua orang , terlihat Lin Fan nampak berbicara dengan Qing Lang , tak lama kemudian Qing Lang terlihat pergi membawa kedua serigala lainnya dari sana meninggal kan Lin Fan seorang diri

__ADS_1


Setelah kepergian ketiga nya Lin Fan langsung berjalan Kembali ke tempat yang lainnya berada untuk berkumpul kembali dengan mereka


"apa yang kamu perintah kan pada Serigala serigala itu Fan'er.?" tanya Lin Juan saat sang anak sudah kembali ke tempat nya


"Ayah tunggu saja , sebentar lagi ayah akan tau apa itu dan ada kemungkinan kita akan sedikit berolahraga setelah ini , " Jawab Lin Fan penuh dengan teka teki membuat samua yang ada di sana mencoba menerka apa sebenarnya yang di rencanakan oleh Lin Fan itu


"Sambil menunggu mereka bertiga kembali , ini aku ada hadiah buat paman pengawal, gunakan itu aku harap dengan itu paman bisa bertambah kuat untuk menjaga putri setelah ini "


Lin Fan melempar kan botol kaca berisikan pil pendobrak Qi level 5, dan juga pil pondasi yang tentunya masing masing orang di berikan dengan jumlah sama yang memungkinkan mereka bisa menerobos dari ranah alam bumi dimana itu merupakan kultivasi ke enam pengawal tersebut menjadi alam langit 🌟 1 , dengan kualitas pil yang sudah berada di kualitas sempura tidak akan ada efek samping bagi penggunanya bahkan jika ia mengonsumsi pil tersebut dengan jumlah banyak seperti saat ini apalagi ada pil pondasi yang juga Lin Fan berikan


para pengawal yang mengetahui pil apa yang di berikan oleh Lin Fan langsung gemetar tangan nya saat memegang botol yang berisikan pil tersebut


"Tidak usah banyak berpikir cepat serap itu semua, karena sebentar lagi akan ada pesta yang kemungkinan akan kalian juga ikuti, jadi kalian harus menyelesaikan nya secepat mungkin kalau bisa sebelum para serigala itu kembali "


"Ba baik tuan muda , " kemudian mereka berenam langsung mencari tempat nyaman bagi Mereka masing masing untuk menyerap pil pil tersebut,


"Ayah ibu , aku akan tidur sebentar, tolong bangunkan aku Jika nanti Lang dan yang lainnya datang dan satu lagi tolong ayah jaga mereka untuk beberapa jam kedepan ,karena kemungkinan mereka akan memakan waktu selama itu , maka dari itu ini akan menjadi tugas ayah untuk menjaga mereka , jika begitu aku pergi dulu "


tanpa menuggu jawaban dari sang ayah Lin Fan langsung melesat menuju pohon besar yang dekat dengan air terjun untuk tidur , meninggalkan tiga orang itu bengong di tempat nya


"Hais anak nakal itu , sifat baiknya tidak bisa kita prediksi, bahkan dengan mudahnya ia memberikan pil pil tersebut yang bahkan bisa ia gunakan untuk dirinya sendiri kepada orang lain , dan kurang ajarnya malah aku yang harus menjaga Mereke sementara dirinya malah asik asik an tidur di sana " Lin Juan hanya bisa bangga dengan putra itu , karena sifat baiknya itu sama seperti sang istri tapi kekejaman nya pada musuh sama seperti nya bahkan bisa melebihinya dan satu lagi anak nya itu terlalu santai dalam segala hal membuat nya sebagai orang tua nya sakit kepala , mengatakan pil level 6 kualitas sempura sebagai pil biasa lah , Memiliki elemen lebih dari 3 kebetulan lah , dan banyak lagi ucapan putra nya yang buat ia sakit kepala

__ADS_1


tapi dari semua itu ia malah merasa sangat senang dengan itu , sebab dengan apa yang di miliki putera nya itu , alih alih manjadi sombong justru putra nya malah menganggap hal itu biasa biasa saja


"Apakah saudara Fan memang selalu sesantai itu paman.?" tanya Yuan Ruer yang mulai penasaran dengan sosok Lin Fan yang selalu menggunakan topeng itu


"Anak itu memang selalu bersikap seperti itu , tidak ada hal yang di tempat kan sangat penting di matanya kecuali Kami berdua , selain itu ia akan mengabaikan nya " Jawab Lin Juan setelah mengingat apa yang di lakukan sang putra selama ini selama bersamanya


"Emm anu paman , bibi , bisakah aku melihat wajah kalian berdua .?" dengan suara sedikit berbisik Yuan Ruer akhirnya memberanikan diri untuk menyampaikan apa yang sudah ia tahan selama ini


"Mengapa kamu sangat ingin melihat wajah kami, apakah kamu tidak percaya jika di balik topeng ini adalah wajah paman Juan dan bibi Hua mu.?" tanya Lin Juan pada Yuan Ruer


"Bukan begitu paman , sebenarnya aku sangat merindukan kalian , karena sajak kepergian kalian waktu itu , wajah kalian berdua tidak pernah aku lupakan jadi ...


"Srek..."


Sebelum ia bisa menyelesaikan ucapan nya , kini dihadapan nya sudah terlihat dua wajah yang selama ini selalu ia rindukan ,


"Apakah sudah cukup .?" kali ini Ling Hua yang buka suara sambil tersenyum ke arah Yuan Ruer


"Cukup bibi , sungguh wajah bibi dan paman tidak ada perubahan dari waktu itu bahkan terlihat lebih muda dan lebih cantik dan tampan " Jawab Yuan Ruer dengan mata penuh bintang menatap ke arah mereka berdua


"Hahahaha , kamu tidak usah terpesona dengan wajah paman mu ini Ruer , karena paman mu ini sudah ada yang punya , tapi Jika kamu mau, paman bisa mengenalkan mu pada seseorang yang bahkan jauh lebih tampan dari paman , bagaimana apakah kamu mau.?" Lin Juan tersenyum nakal ke arah Yuan Ruer saat melihat wajah terpesona gadis itu yang akhirnya memunculkan kembali sifat narsis nya itu membuat Ling Hua tertawa cekikikan sambil kembali menutup topeng di wajahnya

__ADS_1


Sementara Yuan Ruer yang di goda oleh Lin Juan langsung menunduk kan kepala nya karena Malu , karena jujur saja dirinya memang sempat terpesona saat melihat wajah tampan paman nya itu , apalagi sosok Ling Hua yang menurut nya layaknya seorang Dewi yang bahkan dirinya yang di sebut sebagai kecantikan nomor 1 di kerajaan ini di buat rendah diri karena wajah yang di miliki bibinya itu


__ADS_2