Kelahiran Kembali Sang Pembantai

Kelahiran Kembali Sang Pembantai
Bab 85


__ADS_3

Mendengar itu , Cuan Ji dan pemuda di sampingnya langsung menyemangati Lin Fan sebelum keluar dari area , membuat Lin Fan gugup saat ini , sebab apa yang ia takutkan sebelum nya benar benar terjadi saat ini ,


Padahal sebelumnya ia berencana untuk menyerah pada Cuan Ji atau pemuda itu , tapi semuanya kacau setelah mendengar ke-dua nya malah menyerah pada dirinya ,


jadi mau tak mau ia harus melakukan pertarungan kali ini , jika tidak maka ia akan di anggap tidak menghormati tuan rumah khusus nya sang putri yang saat ini sudah mulai terbang ke arah arena


dengan pakaian serba Putih nya dan cadar putih yang saat ini menutupi sebagian wajah cantiknya ,


Bing Ruyue perlahan Mendarat di arena dan langsung mengambil tempat yang berada di hadapan Lin Fan , yang membuat posisi ke-dua nya saat ini saling berhadapan


"Aku harap kamu tidak mengecewakan ku " ucap Suara lembut tapi terkesan dingin keluar dari mulut Bing Ruyue , tapi masih bisa di dengar oleh Lin Fan


"Jangan khawatir, meski Saat ini kamu memiliki Kekuatan alam bumi 🌟 7, itu tidak akan mempengaruhi apapun , dan aku jamin petarungan setelah ini akan berjalan seperti yang kamu inginkan " balas Lin Fan dengan senyum tipis di balik topeng nya


membuat Bing Ruyue tersentak kaget, bukan hanya karena cara Lin Fan berbicara padanya yang membuat nya kaget , melainkan fakta Jika Lin Fan bisa mengetahui kekuatan nya


sebab tidak ada yang tau jika dirinya sudah naik 2 ranah lagi Beberapa waktu lalu , tapi dengan mudah di ketahui oleh orang bertopeng di hadapan nya ini


tidak hanya Bing Ruyue yang kaget mendengar jawaban Lin Fan tersebut

__ADS_1


para penonton dan juga para patriak yang masih berada di tempat nya juga kaget dengan penemuan itu , sebab yang mereka ketahui sang putri hanya berada di alam Bumi 🌟 5 sebelum nya ,


Tapi meski begitu mereka bisa bernafas lega sekarang, apalagi Cuan Zen ayah dari Cuan Ji , jika apa yang di katakan oleh Lin Fan benar maka putranya akan di jadikan samsak pemukulan jika se andainya ia yang maju untuk melawan Sanga putri


"Menarik , bahkan mereka para patriak sakte besar tidak mengetahui Mengenai kekuatan asli dari Yueer , tapi anak itu dengan hanya sekali tatap langsung bisa mengetahui nya , Seperti nya kerajaan ini akan segera memiliki menantu , hahaha "


Bing Tianzen cukup bersemangat saat ini , setelah mendengar ucapan Lin Fan sebelum nya , ia berharap jika pemuda itu benar benar bisa mengalahkan cucu nya itu , karena hanya dengan begitu cucunya bisa menemukan kandidat yang cocok untuk di jadikan suami , karena hanya orang yang bisa mengalahkan nya lah yang berhak untuk itu , mengingat kejeniusan sang cucu sangat lah tinggi bahkan jauh di atas para jenius dari empat Kerajaan,


"Kakek apakah kamu serius.,?" tanya permaisuri yang selama turnamen ini tidak membuka suara nya sama sekali, akhirnya mau tak mau ia harus bersuara mengingat ini bersangkutan dengan masa depan putri kesayangan nya


"kita lihat saja , tapi menurut perkiraan ku , memang hanya dia yang cocok dengan cucuku itu , tapi itupun jika dia memang benar benar bisa menjinakkan cucu ku yang dari dulu sudah terkenal dingin pada laki-laki itu , hahahaha " Bing Tianzen tidak langsung menjawab nya melainkan hanya memberikan jawaban kasar saja saat ini , tapi tak di pungkiri dari cara dirinya bicara , ada sesuatu harapan di sana


dan itu bisa di rasakan oleh sang permaisuri dan juga Raja Bing Zuan yang berada di sana


"Kau mengetahui kekuatan asli milikku , sejak kapan.?" tanya Bing Ruyue penasaran, bahkan nada dingin sebelum nya sudah berkurang saat ia bertanya kali ini , tidak seperti sebelum nya


"Bisa di bilang lumayan lama , tapi waktu itu aku tidak terlalu menganggap hal itu serius karena aku mengira kamu bukan orang itu , tapi setelah kita berada di arena yang sama saat ini membuat ku yakin jika orang itu adalah kamu , kakak Yuyue " jawab Lin Fan jujur , karena ia sebelumnya memang tidak terlalu memperhatikan aura Bing Ruyue, tapi setelah ia berada tak jauh dari nya ia bisa merasakan aura familiar dari seseorang yang pernah ia temui sebelum nya , yaitu sosok berpakaian tertutup yang sangat dekat dengan kedua adik kecil nya


Degg..

__ADS_1


"Panggilan itu , dari mana dia bisa mengetahui nya , apakah mungkin , tidak ,tidak , aku tidak percaya bahwa orang ini adalah orang yang sama dengan seseorang yang di panggil kakak oleh kedua adik ku itu "


Bing Ruyue langsung menegang tubuhnya saat mendengar panggilan tersebut, karena hanya ada 2 orang yang memanggil nya dengan sebutan itu , dua orang itu adalah dua bocah yang selalu menjadi alasan untuk dirinya keluar dari istana selama setahun ini


"Kamu, apakah kamu orang itu.?" tanya Bing Ruyue dengan gugup dan penasaran pada Lin Fan


"Benar , aku adalah kakak yang di maksud oleh kedua bocah kecil itu , aku tidak menduga jika kakak cantik yang selalu di ceritakan oleh kedua adik ku itu adalah sosok penting di kerajaan Bing ini , atas nama ke-dua adikku itu aku dengan tulus mengucap kan terimakasih untuk mu putri Ruyue atau aku harus memanggil mu Yuyue.?" Lin Fan membungkuk kan sedikit tubuh nya dengan tulus ke arah Bing Ruyue , tapi meski begitu sifat nakal nya tidak bisa lepas Darinya, membuat pipi putih Putri Bing Ruyue bersemu merah akibat cara dia memanggil sebelum nya


"Jangan berbicara Sembarangan, panggil aku Putri Ruyue, karena kita tidak sedekat itu " Bing Ruyue terkesan protes dan tidak Terima di nadanya saat ini tapi tidak di pungkiri saat ini jika pipinya sudah bersemu merah tanpa bisa ia tutupi meski ada kain putih yang menutupi sebagian wajah cantik nya saat ini


"Hahaha baiklah , kamu benar juga, kita memang tidak sedekat itu sebelum nya dan kemungkinan akan selalu seperti itu " jawab Lin Fan tersenyum tanpa tersinggung sama sekali dengan ucapan Bing Ruyue tersebut karena ia juga merasa kan hal yang sama pada nya


tapi yang ia tidak ketahui saat ini , akibat ucapan nya itu , sosok cantik di hadapan nya itu merasa tidak nyaman akan hal itu , entah apa sebab nya , yang jelas ia seakan tidak mau jika hubungan ke-dua nya akan terus seperti orang lain yang tanpa ada kedekatan sedikitpun


tapi ia seorang putri saat ini, tidak mungkin ia akan mengatakan itu secara terang terangan saat ini , apalagi dari nada bicara lawan bicara nya sebelum nya , ia sama sekali tidak menemukan ketertarikan apapun pada sosok nya ,


padahal jika itu orang lain ,


Maka sudah pasti orang itu akan dengan semangat menjilat nya dan membombardir nya dengan sejuta kata kata manis ,

__ADS_1


Tapi untuk pemuda bertopeng di hadapan nya ini , ia tidak menemukan itu samua di dirinya


Membuatnya bertanya tanya , apakah memang dirinya sudah tidak menarik lagi ? , atau memang pemuda bertopeng di hadapan nya ini memang tidak pernah menyukai dirinya


__ADS_2