
melihat semangat dan tekad sang anak saat ini , apalagi nampaknya ia sangat menghormati sosok Lin Fan , Cuan Zen hanya tersenyum tipis ,
Kemudian mengalihkan pandangan pada para tetua yang ada di samping nya untuk membahas masalah Lin Fan dengan mereka ...
.
.
.
Sementara di tempat lain , masih di penginapan yang sama dengan tempat Cuan Zen berada tapi berbeda lantai ,
terdapat Meng Lu , Shi Meng dan juga Shi Long nampak tengah membahas sesuatu yang penting mengenai turnamen babak terakhir yang akan di mulai Minggu depan
terlihat mereka bertiga nampak sangat serius saat ini , kemudian datang lagi beberapa pria paruh baya bergabung dengan diskusi itu , mereka adalah para tetua sakte pilar kembar yang di bawa oleh Meng Lu bersama nya ,
dan diskusi itu pun semakin berat setelah kehadiran para tetua itu , yang nampak nya membawa beberapa informasi dari luar sebelum nya
...
Di penginapan yang lain juga sama , semua perwakilan turnamen yang lolos untuk pertarungan terakhir Minggu depan nampak tengah membahas berbagai rencana, di mulai dari rencana untuk mengunjungi paviliun naga malam untuk mencari pil Kultivasi dan banyak lagi rencana yang mereka tetapkan selama seminggu ini
.
.
Sementara untuk Lin Fan saat ini malah sebaliknya, ia nampak tengah bersantai di dalam dunia kecil yang ada di dalam cincin naga hitam miliknya
Ia tidak menaikkan lagi kultivasi nya karena sebelum nya ia sudah mengukur kekuatan sang putri yang kemungkinan akan ia lawan di pertarungan terakhir nya nanti
Ya meski ia tidak ingin , tapi mau tak mau ia harus melakukan itu jika tidak maka ia akan terkesan tidak menghormati kerajaan Bing nantinya, jika ia menolak pertarungan tersebut
__ADS_1
nampak saat ini Lin Fan tengah duduk dengan tenang memandangi hamparan Padang rumput di hadapan nya dengan ditemani arak dan buah buahan di sisi nya
"Masih tersisa 6 hari lagi dari sekarang sebelum turnamen itu di mulai kembali , dan aku tidak tau harus melakukan apa di tempat ini , ah , iya bagaimana aku bisa melupakan itu " ucap nya sambil berpikir mengenai apa yang akan ia lakukan untuk mengisi waktu yang tersisa itu , tapi kemudian ia mengingat sesuatu
dan Lin Fan pun langsung bangun dari tempat nya duduk dengan penuh semangat dan kemudian ia Langsung keluar dari cincin naga hitam miliknya itu ,
kemudian ia berkeliaran di ibu kota selama beberapa jam untuk membeli hadiah untuk kedua adik kecil nya ,
Karena ia berencana untuk menghabiskan waktu satu Minggu ini untuk berkumpul dengan keluarganya dan membantu pelatihan pasukan serigala pembantu milik ayah nya ,
dengan bantuan dunia kecil yang ada di cincin milik nya , maka pelatihan mereka akan bejalan lebih cepat dari yang di jadwal ayahnya
Dan dengan begitu maka pasukan itu sudah bisa bersiap untuk menyambut musuh kerajaan Yuan yang kemungkinan akan mulai bergerak setelah turnamen ini berakhir
....
Di hutan tempat pasukan Serigala pembantai berlatih...
nampak dua sosok anak kecil berbeda jenis kelamin tengah cemberut di gendongan sosok bertopeng yang merupakan Ling Hua ,
"Ada apa , mengapa anak anak ayah tiba tiba datang ke tempat ini , mengapa tidak menunggu ayah di rumah saja "
Lin Juan menghampiri Sang istri yang baru saja tiba itu dan langsung tatapan nya tertuju pada kedua bocah yang nampak cemberut di gendongan sang istri saat ini
"Ayah kapan pulang nya , mengapa lama sekali, aku dan dan kakak Xiao kasihan dengan ibu yang harus mengurus kami berdua seseorang diri di rumah , bisakah ayah pulang agar ibu tidak terlalu lelah mengurus kami" Lin Jiali yang dari tadi cemberut, langsung menyampaikan keluh kesahnya setelah melihat Lin Juan mendatanginya
Sontak apa yang di katakan bocah itu membuat hati Ling Hua menghangat, perlahan setetes cairan bening mengalir dari kedua sudut matanya , karena ia tidak menyangka kedua bocah kecil yang baru baru ini ia jadikan anak itu sengaja bertingkah aneh Seharian ini karena khawatir dengan dirinya
Maka dari itu kedua bocah ini membujuk nya untuk menemui sang ayah agar ia tidak kecapaian mengurus keduanya sendiri an
"Apakah ibu Hua kalian mengeluh selama ayah tidak ada.?" tanya Lin Juan pada keduanya , membuat Ling Hua yang saat ini tengah mengendong kedua bocah itu melotot pada sang suami karena menanyakan itu pada kedua bocah polos di pelukan nya itu
__ADS_1
"Tidak ayah, ibu tidak pernah mengeluh sedikitpun saat bersama kami , justru ibu sering tertawa saat bermain dengan kami , juga ada kakak cantik dan bibi cantik yang kemarin datang ke rumah untuk bermain bersama kami " jawab Lin Jiali dengan suara khas anak kecil nya
"Kakak cantik , bibi cantik , apakah yang Lier maksud adalah Ruer dan saudari Luer sayang.?" tanya Lin Juan pada Ling Hua
"Gege benar , dan saat itu saudari Luer sempat menyinggung masalah aku yang tengah sendiri an mengurus kedua anak ku ini , mungkin dari sanalah mereka kepikiran jika aku kesusahan mengurus kedua nya , makanya Anak anak sebelum nya meminta ku untuk menemui mu " Jawab Ling Hua , mengingat apa yang di bicarakan dengan permaisuri Yuan Luer beberapa hari yang lalu
"Baiklah anak anak ayah , ayo sekarang kalian main sama ayah , tapi jangan masuk ke dalam hutan ya, karena di sana kakak kakak kalian tengah berlatih saat ini , jadi kita bisa bermain di sini saja " Lin Juan mengambil kedua bocah itu dari Gendongan sang istri dan menurunkan kedua nya di hadapan nya untuk di ajak bermain
kemudian mereka bertiga bermain dengan gembira sementara Ling Hua nampak hanya memperhatikan dari tempat nya , di lihat nya wajah Sang suami yang nampak sangat bahagia saat ini membuat hatinya sakit saat mengingat kehidupan kelamnya di masa lalu yang merupakan masa paling tidak di inginkan oleh setiap istri di dunia ini , dimana saat itu ia harus bisa merelakan kebahagiaan nya untuk bisa memiliki buah hati akibat racun yang sengaja di berikan padanya oleh orang orang terdekat nya
"Grep"
"ibu bersabarlah, jika aku sudah bertambah kuat ,aku berjanji untuk menyembuhkan ibu sepenuh nya agar apa yang ibu tidak bisa miliki dulu bisa ibu miliki nantinya , aku Janji untuk itu "
Ling Hua yang masih tenggelam dengan kenangan kelam nya itu di kejutkan dengan pelukan tiba tiba dari seseorang , yang membuat tubuh nya langsung bereaksi untuk melepaskan nya ,
tapi setelah mendengar suara yang familiar di telinga nya itu , ia langsung diam tanpa melawan bahkan semakin mengeratkan pelukan nya dengan sosok tersebut
"Mengapa kamu kembali sayang .?" tanya Ling Hua setelah melepaskan pelukan nya dari sosok yang merupakan Lin Fan itu
"Aku kembali karena bosan Bu , karena turnamen akan di mulai kembali Minggu depan, dimana itu merupakan pertarungan final nantinya , dari pada aku berdiam diri di sana tanpa melakukan apa apa , lebih baik aku berkumpul dengan keluarga ku , apalagi saat ini aku memiliki 2 adik kecil yang imut " Lin Fan menjelaskan mengapa ia pulang pada ling Hua , sambil tatapannya berfokus melihat ke arah tiga orang yang nampak bermain dengan bahagia di kejauhan
"Baguslah kalau begitu, lalu bagaimana dengan turnamen nya sayang , apakah semua nya lancar .?" Ling Hua membawa Lin Fan duduk di bawah pohon yang gak jauh dari posisi sebelum nya
"Kalau itu Tentu saja lancar Bu , tidak ada Kendala apapun, lagian siapa juga yang bisa membuat putramu ini kerepotan, ibu kan tahu sendiri seberapa kuat anak mu ini" jawab Lin Fan sombong sambil tertawa, membuat Ling Hua tersenyum geli di balik topeng nya , karena Lin Fan hanya akan menunjukkan sisi nakal dan ke kanak kanakan nya ini saat bersamanya atau sang suami
Jika bukan bersama kedua nya , tidak akan pernah putranya itu bersikap seperti ini
.
..
__ADS_1
.