
Sementara di tempat lain
Saat ini Lin Fan sudah keluar dari kawasan ibu kota dan saat ini posisi nya tengah berada di hutan kecil tak jauh dari ibu kota
Lin Fan melakukan perjalanan ke arah selatan dengan Santai karena memang waktunya masih sangat cukup baginya Untuk menikmati setiap momen di perjalanan nya kali ini
Jalanan yang Lin Fan lalui saat ini adalah jalanan utama sehingga ia seringkali berpapasan dengan para pedagang kecil dan juga beberapa pedagang besar dengan kereta kuda mewah yang nampak membawa dagangannya yang nampak di kawal oleh beberapa kultivator alam master di sisi nya
beberapa puluh kilo kemudian Lin Fan menemukan sebuah desa cukup besar , yang rupanya desa tersebut di jadikan persinggahan oleh para pedagang ataupun kultivator yang melakukan perjalanan jauh sebelum nya , sehingga di desa tersebut nampak cukup ramai saat ini
mendekati desa tersebut Lin Fan berjalan santai karena desa tersebut tidak ada yang namanya penjaga pintu masuk di sana , membuat semua orang ingin memasuki tempat itu dengan bebas melanggeng tanpa hambatan apapun
Setelah Lin Fan berada di desa itu , ia disuguhkan dengan banyaknya penjual makanan berjejer rapi di sepanjang kiri dan kanan jalanan desa itu
kemudian Lin Fan memutuskan untuk mencari tempat makan yang ada di desa itu untuk mencicipi makanan yang ada di desa itu
dan kebetulan tak jauh dari nya terdapat tempat makan yang tidak terlalu besar tapi nampak lumayan banyak pengunjung nya
"Tuan , apakah anda ingin memesan sesuatu ?" tanya seorang pelayan menghampiri Lin Fan yang baru saja duduk di bangku yang di sediakan tempat makan itu
"Tolong siapkan menu spesial di tempat ini , dan jangan lupa sekalian dengan minuman nya " ucap Lin Fan menatap pelayan tersebut
..
Beberapa saat kemudian pelayan sebelum nya sudah datang kembali dengan nampan di tangan nya , di sana terdapat satu porsi daging ,menu daging tersebut di buat dengan cara di bakar dengan madu yang di sajikan dengan di letakkan di atas piring yang terbuat dari keramik, lengkap juga dengan minuman nya
Melihat itu , Lin Fan tersenyum tipis di balik topeng nya , karena menu spesial yang ada di tempat ini sangat mirip dengan hidangan yang selalu ia buat sebelumnya saat di hutan
__ADS_1
"Terimakasih, jadi berapa aku harus membayar semua ini .?"
Lin Fan kemudian bertanya mengenai harga dua pesanan nya itu ,
"Tuan bisa menyicipi nya dulu , baru kemudian tuan bisa membayar nya , jika seperti ini kami kami merasa tidak enak dengan anda " jawab sang pelayan
"Tidak apa , aku tau masakan ini sangat enak , tidak perlu di cicipi dulu untuk mengetahuinya" Lin Fan menggelengkan kepala nya , seraya meletakkan beberapa koin emas di meja itu
"Apakah ini cukup .?" Lanjut nya
Melihat koin koin emas tersebut, pelayan itu buru buru menganggukkan kepalanya, karena jumlah yang di berikan Lin Fan itu sangat cukup bahkan melebihi harga sebenarnya
"Baiklah kamu bisa mengambil nya dan sisanya ambil untukmu " Lin Fan menyodorkan koin koin emas itu ke depan sang pelayan
Kemudian setelah itu ia fokus pada masakan di hadapan nya , tanpa melihat ke arah pelayan di hadapan nya yang nampak sangat bahagia saat ini karena tips yang diri nya berikan itu
Setelah puas mencicipi daging bakar madu sebelum nya , kini Lin Fan sudah menjauh dari desa itu, dan kini posisi nya sudah dekat dengan kota yang merupakan kota pertama di wilayah selatan kerajaan Bing , yang di sebut oleh orang orang sebagai kota penghubung,
Tapi saat ia akan melompat ke atas pohon yang ada di tempat itu , tiba tiba Lin Fan merasakan beberapa aura datang menuju ke arah nya dari arah desa sebelum nya
kemudian muncul 5 orang dengan tatapan serakah ke arahnya , rupanya orang orang yang mengikuti nya ini sudah memantau Lin Fan semenjak ia berada di desa sebelum nya , dan mereka pun memutuskan untuk mengikuti nya sampai ke tempat ini karena melihat Lin Fan mengeluarkan beberapa koin emas sebelumnya saat membayar makanannya
"Serahkan samua harta yang kamu miliki, maka kami akan melepaskan mu "
Ucap seorang pria kekar berkulit hitam menatap tajam ke arah Lin Fan, yang kemungkinan ia merupakan ketua dari kelompok tersebut
Lin Fan yang mendapatkan ancaman tersebut hanya acuh tak acuh di tempat nya , kemudian ia angkat bicara dengan malas
__ADS_1
"Orang orang bodoh "
Meski Lin Fan mengatakan itu dengan suara pelan , tetap saja kata kata itu Sampai di telinga kelima orang di hadapan nya itu
"Kurang ajar, cepat kepung dan bungkam mulut kotor nya itu , jangan lupa patah kan seluruh tulangnya sebagai pelajaran atas kelancangan yang ia buat sebelumnya" pria kekar dengan kulit hitam itu langsung memerintah kan ke 4 bawahan nya untuk menyerang Lin Fan karena tersulut emosi akibat ucapan lin Fan sebelum nya
Ke empat bawahan nya itu langsung mengangguk secara bersamaan dan bersiap untuk bergerak ke arah Lin Fan
Tapi belum sempat kaki mereka bergerak, tiba tiba aura di tempat itu sangat suram dan mencekam
membuat ke lima orang itu menelan ludahnya dengan kasar , bahkan kini mereka sudah sangat susah untuk bernafas akibat aura tersebut
dan tiba tiba bulu kuduk mereka berdiri karena merasakan ada bahaya yang sangat menakutkan berada di belakang kepala mereka saat ini
itu adalah Lin Fan dengan tampilan sangat menakutkan saat ini dimana tubuh nya di kelilingi aura seperti asap hitam yang merupakan elemen kegelapan miliknya
"Di kehidupan selanjutnya, jadilah manusia yang bermanfaat bagi manusia lain nya "
setelah kata itu di ucapkan, tiba tiba tubuh ke 5 orang tersebut ambruk ke tanah dengan kondisi tanpa daging hanya menyisakan tulang belulang saja ,
hal itu terjadi karena sebelum nya Lin Fan sudah menyuntik kan elemen kegelapan miliknya ke dalam tubuh kelima nya , membuat mereka mati dalam ke adaan seperti itu , karena elemen kegelapan adalah musuh alami bagi kultivator manapun yang tidak memiliki elemen itu atupun elemen cahaya untuk menetralisir daya rusak elemen tersebut , dan jika kultivator biasa di paksa menyerap itu di tubuh nya maka elemen tersebut akan menggerogoti tubuh orang tersebut dengan cepat
tak ingin kejadian tersebut menimbulkan keributan nanti nya , Lin Fan pun membakar habis ke 5 kerangka itu hingga tak tersisa
Baru setelah itu ia melanjutkan kembali perjalanan nya yang sempat tertunda sebelum nya ,
Tapi kali ini Lin Fan tidak berhenti di kota yang di sebut kota penghubung di hadapan nya itu , ia terus melesat dengan kecepatan tinggi menuju wilayah ibu kota , karena di sanalah tempat turnamen itu akan di adakan....
__ADS_1