
Beralih dari ketegangan yang terjadi di istana saat ini,
Di tempat lain tepatnya di penginapan yang ada ibu kota terlihat tiga orang tengah bersenda gurau di dalam sebuah kamar megah dengan dua tempat tidur besar berada di dalam kamar tersebut
ketiga orang itu siapa lagi kalau bukan Lin Fan dan kedua orang tuanya
"Ayah , ibu ada yang ingin aku tunjukkan pada kalian. " ucap Lin Fan para Lin Juan dan Ling Hua yang saat ini sama sama tidak menggunakan topeng saat ini karena sebelum nya baru saja mengadakan pesta kecil kecilan setelah meninggal kan istana
Yang sebenarnya kepergian ketiga nya dari istana sebelum nya bukan karena mereka marah pada Raja , tapi karena Lin Juan ingin melihat seperti apa tindakan yang akan di lakukan oleh saudara nya setelah peristiwa itu , jika ia berani memulai pembersihan besar besaran pada hama yang ada di kerajaan nya maka Lin Juan akan mengulurkan tangan nya untuk membantu nya tapi jika Sang Raja tidak berani melakukan itu maka ia tidak ingin repot repot mengurusi kerajaan itu , karena bagi Lin Juan , seorang raja tanpa taring untuk menggigit para pembuat onar di kerajaan nya tidak layak ia perhatikan meskipun ia dan keluarganya ada hubungan dengan mereka sebelum nya
Setelah Lin Fan mengatakan itu , ia mengontrol cincin naga hitam milik nya agar menarik ia dan kedua orang tua nya untuk memasuki Dunia kecil yang ada di dalam cincin tersebut
"wush . ....wush .....wush ..."
__ADS_1
Ketiga nya muncul di Padang rumput luas tak jauh dari kebun herbal milik Lin Fan yang berada di dalam dunia kecil di dalam cincin naga hitam milik nya , juga terlihat satu istana megah berdiri sendiri tanpa ada bangunan lain di sekitar nya , hanya ada air mancur dan ornamen khas istana kerajaan di sana , di sekitar kerajaan itu terlihat Lang dan kelompok nya tengah bermain di Padang rumput hijau sekeliling istana megah tersebut , sontak pemandangan itu membuat takjub dua pasang mata yang baru pertama kali menyaksikan hal menakjubkan seperti itu
"Apakah ini dunia kecil yang kamu maksud sebelumnya.?" tanya Ling Hua memandangi sang putra yang ada di samping nya , begitu juga dengan sang suami yang melakukan hal yang sama dengan apa yang ia lakukan saat ini
"Ibu benar , ini memang Dunia kecil yang aku miliki yang berada di dalam cincin milikku , bagaimana ibu , ayah , apakah kalian menyukai nya .?" Lin Fan mengangguk membenarkan pertanyaan sang ibu kemudian ia menanyakan pendapat kedua orang tuanya mengenai dunia kecil nya ini
"Sangat bagus , tempat ini sangat cocok untuk jadi tempat tinggal ayah dan ibumu , jadi bagaimana apakah kamu keberatan dengan itu .?" jawab Lin Juan menatap sang putra
"Ayah jangan bercanda, bahkan jika ayah dan ibu meminta tempat ini dan semua isinya sekaligus aku tidak akan keberatan sama sekali, apalagi hanya untuk tinggal di sini "mendapatkan pertanyaan itu , Lin Fan buru buru menjawab nya dengan Tegas , karena jangankan hanya tinggal , jika kedua orang tuanya itu mau maka ia akan dengan senang hati untuk memberikan tempat ini
Tapi meski begitu ia hanya bisa mengangguk pada sang ayah , membuat Lin Juan tersenyum puas , sementara Ling Hua yang menyaksikan itu hanya tersenyum melihat kelakuan kedua pria yang di cintai nya itu
"Baiklah jika begitu , sebaiknya kamu naikkan lagi kultivasi mu hingga ranah alam langit , karena jika dengan ranah sekarang kamu akan kesulitan nanti jika ingin membantu Paman Yuan Zhou mu mengurus para pemberontak di kerajaan nya itu , dan untuk Masalah pertanyaan ayah sebelum nya mengenai Dunia kecil ini, ayah akan memberitahu mu nanti , saat ini ayah dan ibu mu akan istirahat dulu di istana itu , ingat jangan ganggu kami jika tidak ada urusan penting karena ayah dan ibumu ingin menghabiskan waktu berdua tanpa gangguan, apakah kamu mengerti .?" Lin Juan menatap ke arah Lin Fan dengan mimik wajah serius, tapi di balik itu ada sedikit senyum tipis di bibir nya ,
__ADS_1
"Aduhhhh"
namun tak lama kemudian ada teriakan kesakitan di tempat itu , yang merupakan suara dari Lin Juan yang saat ini perut nya tengah di cubit oleh Ling Hua saat ia mendengar jika ia melarang Lin Fan menemui keduanya di istana karena Alasan ingin berdua an dengan nya ,
Ling Hua sangat malu saat ini pada sang putra akibat ucapan suaminya itu , bagaimana laki laki ini bisa tidak tau malu membicarakan hal hal seperti ini di depan putra kesayangannya
"Aku mengerti ayah , dan untuk ibu tidak perlu merasa malu hanya karena ayah mengatakan itu , justru aku sangat senang dengan itu , dan memang sebaiknya kalian berdua istirahat saja biarkan aku yang mengurus masalah di kerajaan Yuan , tapi jika aku mengalami kendala yang tidak bisa aku hadapi barulah aku akan menghubungi ayah dan ibu nanti nya jadi tidak perlu mengkhawatirkan aku "
kemudian setelah mengatakan itu Lin Fan langsung menghilang dari pandangan kedua orang tuanya, dan muncul di kebun herbal yang ia tanam , karena ia berencana membuat pil level 6 untuk menaikkan Kultivasi nya saat ini yang masih berada di alam bumi , dan ia akan mencoba memurnikan pil level 7 Nantinya untuk ia simpan sebagai persiapan siapa tau ia tiba tiba nanti harus menaikkan Kultivasinya lagi karena kendala tertentu di luar sana , dengan begitu ia sudah mempunyai pil nya dan hanya perlu mengambil nya saja di cincin nya
Di tempat kedua orang tuanya berada , saat ini Ling Hua tengah memarahi sang suami karena melarang sang putra untuk menemui kedua nya , sementara ia tidak bisa berlama-lama untuk tidak bersama sang putra bagaimana ia bisa menerima itu
melihat sang istri terus memarahinya Lin Juan pun memberitahu kan alasan sebenarnya mengapa ia melakukan itu, yang bertujuan agar sang putra memiliki waktu sendiri dan fokus pada kultivasi nya , satu lagi agar ia bisa mandiri untuk menyelesaikan masalah yang saat ini terjadi di kerajaan Yuan sebagai pelatihan bagi sang putra , karena jika tidak seperti itu maka ia khawatir jika sang putra nanti nya akan bergantung ke kepada kedua nya karena bagaimanapun saat ini kekutan mereka lebih tinggi dari Raja ke empat kerajaan di alam ini ,
__ADS_1
Ia Takut jika Lin Fan memilih menggunakan kekuatan orangtuanya tanpa berusaha keras dengan usaha nya sendiri,
Barulah setelah di jelaskan panjang lebar seperti itu , Ling Hua tidak memasang wajah marah lagi pada sang suami , dan kemudian keduanya langsung menuju istana untuk istirahat