
Di tempat lain yang jauh dari istana kerajaan
Tepat nya di sakte Pilar kembar , saat ini aula pertemuan sakte itu tengah bersuka cita setelah keberhasilan Shi Long menembus alam bumi beberapa waktu lalu ,.dan itu menunjuk kan jika Shi Long merupakan jenius di kerajaan Yuan ini , karena belum pernah ada sebelumnya di kerjaan Yuan ini pemuda berusia 17 tahun seperti nya sudah berada di alam bumi ,
"Long'er , guru bangga padamu , dengan begini kesempatan Mu untuk memenangkan pertandingan di Turnamen satu bulan lagi terbuka semakin lebar , guru rasa untuk mencapai juara satu kamu sangat mudah mengingat masih ada waktu cukup untuk kamu menaikkan lagi kultivasi mu sebelum Turnamen itu resmi di mulai "
Ming Lu atau patriak sakte Pilar kembar yang secara pribadi mendidik Shi Long saat ini tengah bersuka cita melihat keberhasilan sang murid untuk melangkah ke ranah alam bumi ,
Lu Ming tidak memiliki putra maka dari itu ia menjadikan Shi long sebagai penerus nya kelak di saktenya , itulah sebab nya sakte Pilar kembar milik nya mau menampung keluarga Shi karena ada di jenius shi Long di keluarga itu
"Guru , ini semua berkat dirimu , oleh karena itu murid mu ini akan sebisa mungkin untuk membuat guru bangga, dan untuk Turnamen itu murid sangat yakin untuk memenangkan nya agar bisa melawan putri Bing dan menjadikan nya istriku, dengan begitu kesempatan kita untuk menghancurkan kerajaan Yuan semakin terbuka lebar "
Shi Long tersenyum ke arah Lu Ming , ke duanya nampak seperti ayah dan anak saat ini karena saat ini Lu Ming menjadikan nya sebagai Tuan muda saktenya, membuat Shi Long dan keluarga nya memiliki status tinggi di sakte itu
"Kamu benar long'er, dengan kamu menikah dengan putri Bing maka Kita bisa mengambil alih kerajaan Yuan dengan bantuan mereka dan saat itu tiba maka kamu dan putri Bing bisa menjadi raja dan permaisuri yang baru di kerajaan Yuan ini"
Lu Ming tersenyum puas dengan jawaban muridnya itu , kemudian sakte itu melakukan perayaan besar besaran untuk merayakan keberhasilan shi Long tersebut ,
Tidak ada gerakan apapun yang di lakukan baik dari sakte itu atupun organisasi langit darah saat ini pada kerajaan Yuan , karena mereka memang berniat melancarkan aksi nya pada kerajaan Yuan setelah acara Turnamen itu selesai
.....
sementara itu di istana Yuan
Saat ini Lin Fan yang sudah berada di depan pintu kamar Putri Yuan Ruer sudah membulatkan tekad nya untuk memasuki kamar tersebut, meski ada permaisuri Yuan Luer di sana
__ADS_1
Dengan hati hati Lin Fan membuka pintu tersebut agar sang permaisuri tidak menyadari kehadirannya,
kemudian setelah ia berhasil masuk , ia di sambut dengan pemandangan dimana saat ini di tempat tidur mewah itu tergeletak tubuh tak sadarkan diri sang putri , dengan permaisuri di sampingnya mengelus wajah sang putri dengan air mata menetes di pipi nya
Menyaksikan itu Lin Fan yang sudah tidak tahan melihat penderitaan dua orang di hadapan nya itu langsung menyedot masuk Kedua nya kedalam cincin naga hitam miliknya, tanpa di sadari oleh permaisuri yang memang fokus nya saat ini hanya pada sang putri
tak lama Kemudian ketiganya muncul di Padang rumput tak jauh dari istana megah tempat tinggal Lin Juan dan Ling Hua
sontak kejadian itu membuat permaisuri Luer yang awalnya mengusap wajah sang putri langsung kebingungan dengan peristiwa yang tiba tiba menimpa nya itu ,
Tapi belum sempat itu kembali dari keterkejutan nya , terdengar suara familiar memanggil nya
"Saudari selamat datang "
Terdengar suara seorang wanita di belakang nya yang merupakan suara milik Ling Hua yang saat ini berjalan ke arah permaisuri Luer bersama sang suami Lin Juan
"Tentu saja ini aku , karena kamu tengah berada di tempat kami saat ini , dan putraku lah yang membawa kalian ke tempat ini sebelumnya "
Ling Hua yang tidak menggunakan topeng saat ini , tentu saja bisa langsung di kenali oleh permaisuri Luer terlebih karena wajah cantik miliknya itu
"Bruk...."
"Hiks hiks hiks... saudari Ruer ,.."
permaisuri Yuan Luer langsung memeluk Ling Hua sambil menunjuk Putri nya yang masih dalam ke adaan tak sadarkan diri
__ADS_1
"Tenang lah , Ruer kecil tidak kenapa napa , saat ini ia hanya syok saja karena kepergian kami sebelum nya , sebentar lagi dia akan bangun setelah di berikan pil penyembuhan oleh putraku " Ling Hua mengelus punggung wanita yang sudah ia anggap saudari nya itu, karena belasan tahun yang lalu memang ke-dua nya sudah se dekat itu
"Benar bibi , kamu tidak perlu khawatir, sebentar lagi Ruer pasti akan bangun , " Ucap Lin Fan ikut menimpali
Mendengar suara itu Yuan Luer menoleh ke arah Lin Fan kemudian menatap nya dengan lama sebelum membuka suara nya
"Bisakah bibi melihat wajah mu sayang , karena bibi sangat penasaran dengan rupa di balik topeng itu , " ucap Yuan Luer tersenyum ke arah Lin Fan
mendengar pertanyaan itu , Lin Fan tidak langsung membuka topeng nya melainkan ia meminta pendapat pada ayah dan ibunya terlebih dahulu , barulah setelah mendapat kan persetujuan dari kedua nya Lin Fan mulai membuka topeng nya dengan tangan kanan nya
"Srekk...."
Saat topeng itu terlepasnya dari wajah nya , Permaisuri Yuan Luer langsung melepaskan pelukan nya dari Ling Hua dan langsung mendekati Lin Fan kemudian memegang kedua pipi Lin Fan dengan mata penuh bintang
"greeeppp...."
"keponakan bibi , mengapa wajahmu sangat tampan, aku khawatir tidak ada yang bisa menandingi ketampanan mu ini bahkan saudara Juan pun tidak ada apa apa nya jika di bandingkan dengan wajah mu ini " Yuan Luer dengan gemas memainkan kedua telapak tangan nya di pipi Lin Fan sambil mulut nya nyerocos kemana mana
Sementara satu orang yang namanya di sebut sebelum nya langsung berdehem karena tidak terima dengan ucapan Yuan Luer sebelum nya ,.siapa lagi kalau bukan Lin Juan
"Ehem. saudari Luer bagaimana kamu bisa membandingkan wajah putraku dengan ayahnya yang tampan ini , meski kenyataannya wajah bocah itu lebih tampan dari wajahku setidak nya kamu jangan mengatakan nya di depan ku agar aku tidak tersinggung" Lin Juan mendengus kemudian melontarkan kata kata konyol dari mulut nya membuat ketiga orang yang mendengar nya langsung tertawa cekikikan
"sudahlah Gege , apakah kamu masih bisa cemburu pada putramu sendiri , benar benar konyol " Ling Hua menutupi mulut nya dengan kedua tangan nya saat ini karena tidak tahan dengan keluhan sang suami sebelum nya
Sementara untuk Yuan Luer dan Lin Fan hanya tersenyum mendengarkan obrolan sepasang suami istri tersebut
__ADS_1
"em anu bibi, bisakah kamu melepaskan tangan mu dari wajahku .?" Lin Fan yang masih di pegang wajah nya oleh tangan halus Yuan Luer mau tak mau merasa tidak nyaman saat ini , karena ia belum pernah sedekat itu dengan wanita manapun selama ini selain Ling Hua