
Menjelang sore hari , Lin Fan sudah berada tak jauh dari pintu gerbang ibu kota kerajaan Bing ,
terlihat di sana banyak sekali antrian bahkan sampai memanjang hingga ratusan meter dari gerbang ,
Di antara orang orang itu rata rata merupakan pedagang yang ingin memanfaatkan acara Turnamen yang sebentar lagi akan di adakan itu untuk menjual dagangannya di sana ,
Tapi ada juga beberapa kereta mewah yang juga ikut mengantri di sana , yang kemungkinan mereka merupakan bagian dari klan besar di wilayah selatan ini , yang datang Untuk mengikuti turnamen tersebut,
Melihat antrian masih sangat panjang, Lin Fan memutuskan untuk bersantai di salah satu pohon tak jauh dari posisi gerbang ibu kota tersebut,
Barulah setelah hampir setengah jam ia menunggu akhirnya antrian tersebut mulai menipis dan ia pun langsung melesat dengan kecepatan tinggi dari pohon tempat ia menunggu sebelum nya menuju penjaga gerbang yang tengah bersiaga di sana
"Tolong Tanda pengenal nya tuan.?" ucapan penjaga gerbang di sana menghampiri Lin Fan
tak ingin berlama lama di sana ,Lin Fan mengeluarkan lencana silver Paviliun naga malam yang sudah ia sengaja siapkan sebelum nya , karena ia tidak mau mencolok jika harus menunjuk kan lencana emas Milik nya
"Si silahkan masuk tuan ,"
melihat kencana tersebut, penjaga gerbang itu tidak berani menahan Lin Fan lebih lama lagi di sana , karena ia sudah di wanti wanti oleh pihak kerajaan unjuk tidak menyinggung orang orang dari Paviliun naga malam , terlepas dari apapun kedudukan orang tersebut
melihat reaksi penjaga gerbang tersebut, Lin Fan tidak terkejut sama sekali karena bagaimanapun paviliun nya sangat terkenal bahkan di kerajaan ini sekalipun , jadi ia tidak kaget dengan itu
kemudian ia berjalan menyusuri jalanan ibu kota itu hingga sejauh satu kilo meter, kemudian saat ia tiba di persimpangan jalan , ia mendengar suara teriakan dari seorang pedagang yang nampak nya tengah mengusir seseorang dari tempat nya jualan, dan seseorang yang di usir tersebut merupakan anak kecil kira kira berusia 10 tahunan
"Uang mu ini hanya cukup untuk membeli satu roti , bagaimana mungkin kamu masih menginginkan satu roti lagi , cepat pergi "
Teriak penjual makanan yang merupakan seorang wanita
"Nyonya tolong beri aku sepotong roti lagi , kasihan adikku yang saat ini kelaparan di rumah "
__ADS_1
Anak laki laki itu menangis sambil memohon kepada wanita penjual roti itu agar ia di berikan satu roti lagi Untuk adik nya
Bukannya kasihan justru penjual tersebut malah mendorong bocah tersebut hingga jatuh di sisi jalan
"Pergi "
Teriak nya sambil mengibaskan tangannya dengan jijik
dengan Menahan sakit , bocah tersebut perlahan bangun dan pergi dari tempat itu sambil mengusap air mata nya ,
karena buru buru bocah itu tidak sempat bersaksi saat tubuh kecil nya menabrak seseorang , orang itu tak lain adalah Lin Fan yang kebetulan baru saja tiba di tempat itu
"Tuan maafkan aku , aku tidak sengaja" dengan takut ia meminta maaf pada Lin Fan , seraya membungkuk kan badannya
"Tidak apa apa , apakah kamu tau letak pendaftaran Turnamen yang akan di adakan oleh istana , jika kamu mengetahui nya tolong antarkan aku ke sana, nanti sebagai bayaran aku akan memberikan mu koin emas " ucap Lin Fan lembut sambil menunjuk kan 3 koin emas di tangan nya
"Tuan , aku tahu tempat yang kamu maksud , tapi saat ini aku harus segera pulang karena adikku di rumah saat ini belum makan " ucap bocah itu menundukkan kepalanya
"Tidak masalah , jika begitu mari kita beli makanan dulu untuk adikmu Kemudian kita bisa ke rumahmu , tapi nanti kamu harus mengantarkan aku ke tempat yang aku tanyakan sebelum nya bagaimana.?" tawar Lin Fan pada bocah itu
" jika begitu aku setuju tuan" jawab bocah itu kembali bersemangat
kemudian kedua nya membeli beberapa potong roti , sebelum kemudian Menuju rumah bocah tersebut
arah yang di tuju bocah itu merupakan arah dimana gerbang ibu kota berada , tapi kira kira 200 meter dari gerbang tiba tiba bocah itu belok menuju gang kecil , kemudian berjalan lagi hingga beberapa belokan sebelum akhir nya muncul di wilayah seperti perkebunan, yang ditumbuhi banyak sekali tanaman di tempat itu , sontak hal itu membuat Lin Fan bingung , pasalnya ia tidak menduga jika gang kecil sebelum nya akan membawa dirinya ke tempat seperti ini , dan ia menebak jika saat ini ia sudah berada di luar ibu kota , tepat nya di pinggiran nya ,
Kemudian keduanya masih berjalan lagi menyusuri jalan setapak di perkebunan itu , tak lama kemudian kedua berhenti di depan rumah kecil , tidak tapi lebih cocok di sebut gubuk, atau bahkan seperti kandang kuda yang dimana dindingnya hanya ditutupi oleh jerami
"Adik, kakak pulang"
__ADS_1
Teriak bocah laki laki itu memanggil sang adik
Tak lama kemudian muncul sesosok gadis kecil kira kira berusia 5 tahun dari dalam gubuk tersebut
"Kakak kenapa lama sekali, aku lapar " ucap gadis kecil itu sambil mengusap perut nya
melihat itu , sang kakak hanya tersenyum dan menyerahkan roti yang ia beli sebelum nya seraya mengelus kepala sang adik dengan lembut
"ini untuk mu makanlah"
Saat ingin mengambil roti itu dari Sang kakak , tak sengaja gadis kecil itu melihat Lin Fan
"Kakak, siapa kakak ini ,apakah dia orang jahat.?" tanya gadis kecil itu sambil menatap ke arah Lin Fan yang memang saat ini menggunakan topeng dengan pakai an Hitam nya
"kamu tidak usah takut , kakak itu orang baik , sebaik nya kamu makan dulu roti ini " sang kakak tersenyum kemudian menjelaskan siapa Lin Fan dan menyerahkan roti yang ada di tangan nya
.
beberapa waktu kemudian,
Saat ini Lin Fan sudah terlihat akrab dengan kedua bocah itu , apalagi si kecil yang nampak sudah sangat lengket dengan nya ,
Dari ke-dua nya , Lin Fan mengetahui jika sang kakak bernama Xiao dan sang adik bernama Jia Li , mereka merupakan yatim piatu karena kedua orang tua nya meninggal setahun yang lalu dan dari saat itu Xiao lah yang harus banting tulang Untuk bisa menghidupi sang adik yang masih kecil , kadang ia tidak makan demi melihat sang adik tidak kelaparan,
Mendengar cerita itu ,Lin Fan sangat sakit hatinya , membayangkan penderitaan kedua bocah malang itu setahun ini , kemudian ia membuka penutup wajah nya dan memperkenalkan dirinya pada mereka berdua ,
Dan di luar dugaan si kecil langsung Lengket pada Lin Fan setelah topeng di wajahnya ia lepas sebelum nya
"Mulai sekarang kalian akan menjadi adik Kakak , dan mulai saat ini nama kalian adalah Lin Xiao dan juga Lin Jia Li , apakah kalian keberatan dengan itu.?" tanya Lin Fan pada kedua nya , lebih tepat nya pada Bocah bernama Xiao itu , karena untuk Jia Li seperti nya tidak perlu di tanya lagi karena saat ini ia sudah menempel di tubuh nya sepeti lem
__ADS_1