Kelahiran Kembali Sang Pembantai

Kelahiran Kembali Sang Pembantai
Bab 71


__ADS_3

setelah pertunjukan yang ditampilkan oleh Lin Fan berakhir, pertarungan untuk mencari 50 peserta terkuat pun di lanjutkan,


Mereka semakin menggila saat ini ,apalagi setelah perhatian yang awalnya mereka miliki dari penonton kini sudah di ambil alih oleh sosok bertopeng yang mengejutkan mereka sebelum nya


jadi mereka memutuskan untuk segera mengeluarkan 10 orang peserta yang tersisa dengan cara yang paling keren yang mereka miliki agar bisa menarik perhatian para penonton yang melihat mereka saat ini terlebih untuk menarik minat sang putri jenius yang saat ini tengah melihat pertarungan mereka


 di sisi lain Lin Fan saat ini sedikit menyesal dengan apa yang ia perbuat sebelum nya, karena ulahnya itu niat awalnya yang mau merendah jadi gagal , tapi mau bagaimana lagi , nasi sudah menjadi bubur dan juga dirinya benar bener tidak menyangka jika kelima orang yang di hajar sebelumnya akan serapuh itu , ia mengira jika kelimanya Hanya akan jatuh terpental di luar arena paling parah itulah rencananya, tapi ia tidak menduga jika pukulan ringan yang ia daratkan di punggung mereka itu akan bisa menerbangkan mereka seperti roket yang di lepas kan dari peluncurnya


"Tak perlu di pikirkan, jika nanti karena masalah ini para jenius jenius itu menargetkan ku , maka tinggal pukul aja , apa susahnya" ucap Lin Fan akhirnya menyerah dengan pemikiran sebelumnya dan memilih untuk santai tanpa memikirkan masalah itu , toh tidak ada yang perlu ia khawatirkan dari orang orang yang ada di tempat ini , karena di Matanya semua sama ,


Mereka baik maka dirinya pun akan baik pada mereka tapi Jika sebaliknya maka ia akan menjadi iblis yang akan dengan senang hati mengirim mereka ke neraka


kemudian tatapan nya mengarah ke sosok Cuan Ji yang nampak kewalahan saat ini menghadapi 3 orang di ranah yang sama dengan nya , tapi kelebihan dari tiga orang itu adalah mampu membentuk pertahanan dan penyerangan tim sama baik nya , hal itulah yang membuat Cuan Ji kerepotan saat ini


melihat Cuan Ji yang sudah hampir mencapai batas nya , Lin Fan menggerakkan tangannya dengan halus agar tidak di ketahui oleh orang lain , kemudian ia mengambil 3 kerikil yang ada di lantai arena


Setelah itu ...


"Tik"


Dengan satu jentikan jarinya, ketiga kerikil itu melesat dengan kecepatan tinggi menuju ketiga lawan yang saat ini tengah bersiap melancarkan serangan terakhir untuk mengeluarkan Cuan Ji dari arena


"Tuk,....Tuk....Tuk..."


Tapi gerakan ketiga nya tiba berhenti setelah mereka merasakan ada satu menghantam bagian bawah belakang telinga mereka , membuat tubuh mereka kaku tanpa bisa di gerak kan

__ADS_1


Cuan Ji Yang melihat Gelagat aneh dari ketiga lawan nya itu langsung memasang kuda kuda untuk menyerangnya apalagi saat ia melihat ketiga lawannya itu nampak tidak bisa menggerakkan anggota tubuh nya saat ini kecuali bola mata mereka yang bergerak ke kanan dan kekiri melihat rekan nya satu sama lain


tanpa menunggu lama Cuan Ji Langsung mengangkat kakinya kemudian di arahkan ke perut ketiga nya dengan kekutan penuh


"Brak ...Brak.....Brak....."


ketiga tubuh lawan nya itu langsung meluncur dengan bebas keluar arena , karena tubuh mereka tidak bisa melawan sedikit pun untuk menghalau tendangan dari cuan Ji itu


pergantian kejadian itu terjadi cukup cepat sehingga tidak ada yang curiga dengan kekalahan aneh ketiganya dari cuan Ji , kecuali Cuan Ji dan juga ketiga peserta itu sendiri


Cuan Ji yang penasaran dengan siapa yang memberikan bantuan secara diam diam padanya sebelum nya itupun langsung mengitari pandangan nya menyapu seluruh arena


Tapi sejauh apapun ia mencari tidak ada tanda tanda dari orang itu , bahkan sosok yang ia kenal pun nampak tengah membelakangi nya dengan satu sosok lawan yang sudah pingsan di hadapan nya


"Gong"


kemudian pembawa acara memerintahkan para tabib yang memang di siapkan oleh pihak istana untuk peserta untuk memeriksa kondisi 50 peserta yang gugur di tahap kedua ini , barulah setelah tidak ada cidera fatal ataupun kematian pada salah satu dari mereka , 50 pemenang dari tahap kedua itu di perbolehkan meninggal kan arena , dan di lanjutkan dengan memanggil peserta nomor urut 201 hingga 300 untuk bertarung seperti sebelumnya


.


.


.


.

__ADS_1


Hingga sore menjelang malam , barulah 600 peserta turnamen Jenius empat kerajaan itu sudah bertanding seluruhnya, dan kini hanya tersisa separuh nya yaitu 300 peserta saja


Di Antara tiga ratus peserta itu , ada para tuan muda sakte besar dan juga dua putra mahkota dari dua kerajaan yang memastikan diri masuk ke babak selanjutnya,


Tapi di Antara mereka ada satu sosok pemuda yang tampak Memiliki kepercayaan diri sangat tinggi bahkan melebihi yang lain nya , hal itu karena pemuda itu memang memiliki kemampuan dan kekuatan di atas para tuan muda lainnya bahkan di atas kedua putra mahkota dua kerajaan, tapi meski begitu sosok nya tidak terlalu menonjol diri di tahap pertama ini , karena ia ingin mengejutkan lawan lawan nya nanti di babak selanjutnya terlebih di babak ke tiga Nanti atau babak Final


kemudian pembawa acara berbasa basi sebentar sebelum membubarkan semua orang dari tempat itu , dan tak lupa juga ia mengatakan pada samua orang agar datang lagi besok pagi untuk menyaksikan penampilan 300 peserta yang sudah bersaing dan terpilih hari ini


.


.


.


kembali ke Lin Fan


Saat keluar dari tempat turnamen sebelum nya ,Lin Fan merasakan di kejauhan ada seseorang yang mengikuti nya dari belakang, tapi ia hanya cuek saja pura pura tidak mengetahui nya


karena kondisi sudah mau malam hari , dan dengan pakaian yang Lin Fan gunakan saat ini serba hitam, maka dengan mudah ia meloloskan diri dari orang yang mengikutinya itu , ia langsung menggunakan langkah bayangan yang merupakan jurus yang ia kembangkan dari elemen kegelapan milik nya


dan ia muncul di atas bangunan tak jauh dari tempat sebelumnya untuk memantau siapa sosok yang sebelumnya ia rasakan tengah mengikuti nya itu, dan alasan mengapa ia memilih menggunakan langkah bayangan di dari pada langkah angin dan petir miliknya, tentu saja alasannya karena ini malam hari dan jurus inilah yang paling efektif untuk ia eksekusi


Tak lama kemudian terlihat seorang pemuda Tampan berjalan ke arah tempat terakhir dirinya berdiri sebelum naik ke atap yang di tempati nya sekarang


Sosok tersebut tak lain dan tak bukan adalah Cuan Ji yang sebelumnya izin pada sang ayah untuk menemui seseorang, tapi ia tidak menjelaskan jika ia akan menemui Lin Fan , karena takut Lin Fan tidak nyaman dengan itu , sebab yang ia tau Lin Fan merupakan sosok yang lebih suka menyendiri ,

__ADS_1


Oleh karena itu ia tidak mengatakan nya pada sang ayah sebab ayahnya Cuan Zen sangat penasaran dengan sosok Lin Fan yang dulu sempat menolong putra nya itu , apalagi nama sosoknya itu mirip dengan sosok penting yang ia temui waktu di kota naga saat ia berada di paviliun naga malam waktu bertemu dengan saudara sumpah nya Chi Tatu


__ADS_2