
"Suamiku mereka .."...
ucap Ling Hua dengan mata berbinar melihat dua bocah yang tiba tiba muncul itu, apalagi sosok keduanya sangat menggemaskan di matanya
"Entahlah Hua'er, gege juga tidak tau dari mana ke-dua nya berasal mengapa tiba-tiba bisa muncul di sini , juga Gege tidak merasakan hawa kehadiran mereka sebelum nya , tapi aneh nya mengapa mereka nampak tidak takut dengan Serigala serigala itu dan juga mereka nampak biasa biasa saja saat melihat ke arah kita sebelum nya , "Lin Juan Fokus Menatap ke dua bocah berbeda usia dan gender itu dengan bingung tapi juga takjub , nampak keduanya tengah sibuk bermain dengan gerombolan pasukan serigala miliknya tanpa rasa takut sedikit pun
Beberapa waktu kemudian si kecil Lin Jiali menghentikan kegiatan nya , dan menoleh pada arah 10 pemuda yang tengah menatap ke arah nya dengan tatapan ngeri saat ini
"Kakak kakak , ayo sini kita main bareng " Ucap Lin Jiali mengayunkan tangan kecilnya ke arah mereka ,
"em anu , kami lagi capek , adik kecil bisa main bersama kakak adik kecil dulu " Ucap salah satu dari 10 pemuda itu , dengan wajah malu , sebab keberanian mereka kalah pada kedua bocah itu
"Yah... padahal Lier ingin di temani bermain " Ucap Lin Jiali tertunduk lesu dengan raut wajah sedihnya
melihat itu , Ling Hua yang sudah dari tadi sudah gemas kepada kedua Bocah itu , akhir goyah juga dan Langsung berjalan ke tempat ke-dua nya , lebih tepat nya ke arah si kecil yang nampak masih menundukkan kepalanya saat ini
"Sayang , apakah kamu mau bermain dengan bibi.?" tanya Ling Hua saat sudah berada di dekat Lin Jiali , meski menggunakan topeng saat ini sosok nya yang sebagai wanita cantik tidak bisa di tutupi , apalagi suara lembut nya itu
Mendengar suara orang di dekat nya , si kecil Langsung mendongak kan kepala nya , dan di sana ia melihat sosok Ling Hua tangah menatap nya
"apakah bibi mau bermain bersama kami.?" tanya Lin Jiali pada Ling Hua seraya melihat ke arah Lin Xiao yang berada tak jauh dari nya
"Tantu saja sayang , tapi sebelum itu , dimana orang tua kalian agar bibi bisa izin pada mereka untuk menemani kalian bermain setelah ini "
jawab Ling Hua tersenyum, kemudian ia menanyakan apa yang ada di kepalanya dari tadi mengenai orang tua kedua bocah itu , karena tidak mungkin menurut nya Kedua sosok menggemaskan ini dan dengan pakaian sangat bagus tidak di kawal oleh orang tuanya
Mendengar pertanyaan itu , Lin Jiali langsung menunduk kan kepala nya dan menangis menangis membuat Ling Hua kelimpungan saat ini , karena ia tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang
__ADS_1
Sementara Lin Xiao yang melihat sang adik bersedih langsung menghampirinya dan mengelus kepalanya layak nya seperti orang tua pada anaknya, tak sampai di situ , Lin Xiao juga memeluk adiknya hingga tangis sang adik berhenti
melihat pemandangan itu sepasang mata Ling Hua basah saat menyaksikan momen manis kedua bocah di hadapan nya itu ,
Di tempat lain Lin Fan yang melihat rencana nya saat ini tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan sebelum nya , akhir nya memutuskan untuk muncul karena tidak ingin si kecil terus bersedih seperti itu karena mengingat orang tuanya lagi
"Adik adik kakak yang baik , sini peluk " ucap Lin Fan yang tiba tiba muncul di samping Ling Hua ,.
sontak kehadiran nya itu
membuat Ling Hua bahkan Lin Juan pun kaget , sebab Lin Fan tidak mengeluarkan aura sedikit pun
"Kakak ," teriak kedua nya dengan serempak
kedua bocah itu langsung berubah dari yang awalnya dalam ke adaan sedih langsung ceria dan langsung melompat ke dalam pelukan Lin Fan
Ling Hua yang baru sadar dari keterkejutan nya langsung, melotot tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini ,
"Sayang , biasakan kamu jelaskan ini semua pada ibu .?" ucap Ling Hua di belakang tubuh Lin Fan yang posisinya membelakanginya saat ini
Deg ...
Mendengar suara lembut namun dingin itu , tubuh Lin Fan Langsung bergetar dan jantung nya berdegup kencang saat ini ,
sebab ia tau jika saat ini sang ibu kemungkinan tengah kesal padanya akibat ulahnya sebelum nya
Perlahan-lahan Lin Fan memutar tubuhnya bersama dengan dua bocah yang masih ada di pelukan nya
__ADS_1
"Salam ibu " ucap Lin Fan menunduk kan kepalanya tak berani menatap ke arah Ling Hua , sementara kedua bocah yang ada di pelukan nya saat ini hanya menatap ke arah Ling Hua dan Lin Fan secara bergantian, kedua nya tidak berkomentar apapun saat ini karena melihat Lin Fan yang nampak masih menundukkan kepala nya
"Tak perlu salam , Langsung jelaskan saja apa maksudnya ini dan siapa kedua anak kecil ini .?" ucap Ling Hua terdengar ada sedikit kekesalan di nadanya itu
"Bibi , jangan memarahi kakak ku oke , jika bibi ingin marah tolong marah pada kami berdua saja, karena kami yang nakal sebelum nya untuk bermain dengan serigala serigala itu tanpa meminta izin pada bibi dulu , tolong maafkan kakakku bibi , "
Ucap Lin Jiali melepaskan diri dari pelukan Lin Fan begitu juga dengan Lin Xiao yang kini berdiri di samping sang adik untuk membela Lin Fan dari Ling Hua
melihat ketulusan dari tindakan kedua bocah itu , tiba tiba kekesalan Ling Hua pada Lin Fan menguap begitu saja kali ini di gantikan oleh senyum manis di balik topeng nya
"Sayang siapa nama kalian , apakah kalian adik adik dari Kakak Lin Fan .?" tanya Ling Hua dengan lembut, ia jongkok di hadapan kedua bocah itu saat berbicara Untuk mensejajarkan tubuhnya dengan kedua bocah itu
"Bibi namaku Lin Jiali dan ini kakak ku Lin Xiao , kami berdua adalah adik kakak Fan " jawab Lin Jiali dengan suara imutnya membuat Ling Hua dan Lin Juan yang mendengar nya langsung menatap ke arah Lin Fan
.......
beberapa waktu kemudian.....
.
.
.
"Jadi begitulah ibu , ayah, " ucap Lin Fan mengakhiri cerita nya mengenai pertemuan nya dengan kedua bocah itu sampai akhirnya ia memutuskan untuk menjadikan kedua sebagai adik angkatnya
Mendengar kisah memilukan yang di alami oleh kedua bocah itu , Ling Hua Langsung memeluk ke-dua nya
__ADS_1
"Mulai dari sekarang kalian berdua panggil aku Ibu , karena aku adalah ibu dari kakak Fan kalian , maka kalian harus memanggil ku ibu juga, karena aku adalah ibu kalian berdua mulai saat ini," ucap Ling Hua sambil memeluk kedua bocah itu
"Dan panggil Juga aku Ayah , " ucap Lin Juan ikut memeluk kedua bocah itu , yang akhir nya ke empat orang berbeda usia itu nampak dalam momen kehangatan saat ini , mengabaikan Lin Fan yang berada samping mereka