Kelahiran Kembali Sang Pembantai

Kelahiran Kembali Sang Pembantai
Bab 72


__ADS_3

Melihat sosok Cuan Ji yang nampak celingak celinguk mencarinya, Lin Fan masih diam di tempat nya karena ia masih ingin melihat ekspresi temannya itu sedikit lebih lama


"Sial, kemana sebenarnya saudara Fan pergi, bukan kah sebelumnya ia berdiri di tempat ini , lalu sekarang bagaimana aku harus mencari nya sementara kota ini sangat luas dan juga hari sudah mulai gelap" Cuan Ji dengan kesal menggerutu sambil terus mengitari pandangan nya ke kanan dan ke kiri berharap sosok yang ia cari muncul di pandangannya, cukup lama ia melakukan itu tapi tidak ada hasil yang ia dapat ,


"Apakah saudara butuh bantuan.?" ucap suara yang terdengar tiba tiba di belakangnya,


membuat Cuan Ji reflek berbalik badan dan benar saja sosok yang ia cari cari sebelum nya nampak berdiri di hadapannya dengan tenang siapa lagi kalau bukan Lin Fan


"Ah, kamu saudara, bagiamana kamu bisa berada di sini .?" tanya Cuan Ji dengan terkejut karena ia tidak bisa merasakan kehadiran Lin Fan sama sekali


"Sudah itu tidak penting, sebaik nya kita mencari makan dulu di restoran tak jauh dari tempat ini , atau kita memanggang daging saja di luar , kebetulan di balik tembok ini ada hutan kecil yang bisa kita tempati untuk malam ini " Lin Fan tidak menjawab pertanyaan Cuan Ji itu , tapi ia malah mengubah topik dengan mengajak nya untuk cari makan atau memanggang langsung daging beast di hutan yang berada di luar tembok ibu kota kerajaan Bing ini


"ide bagus saudara , tapi aku memilih saran kedua yang kamu katakan sebelumnya, ayo kita langsung kesana " Ucap Cuan Ji bersemangat, karena ia sangat menikmati saat terkahir kali ia memakan daging beast panggang buatan Lin Fan saat pertemuan pertama mereka waktu itu , dan saat ini ia bisa merasakan itu lagi , jadi ia tidak ingin menunda lagi


"Baiklah ayo "


Kemudian keduanya berjalan beriringan, tapi meski begitu Lin Fan yang menjadi petunjuk jalannya saat ini karena Cuan Ji tidak tau jalan di ibukota kerajaan Bing ini sebab ini adalah pertama kalinya ia berada di sini , itupun Karena mengikuti Turnamen bukan untuk jalan jalan


Lin Fan membawa Cuan Ji menuju gang kecil tempat keluar menuju gubuk yang dulu merupakan tempat tinggal ke-dua adik kecil nya itu , karena jika ia lewat gerbang saat ini maka ia akan menarik perhatian penjaga Gerbang di sana , Apalagi saat ini sudah malam hari


"Mengapa kita ke tempat seperti ini saudara, apakah kita tidak salah jalan.?" tanya Cuan Ji heran , sebab Lin Fan membawa nya masuk ke dalam gang kecil bukannya lurus untuk menuju gerbang kota untuk keluar

__ADS_1


"Kamu akan tau nanti Saudara , ayo cepatlah" ucap Lin Fan tanpa menoleh , dan ia langsung mempercepat langkahnya, yang langsung di susul oleh Cuan Ji di belakang nya


Tak lama kemudian barulah kedua sudah tiba di perkebunan di dekat gubuk , setelah itu Lin Fan mengambil jalur kiri menuju tembok kota , dan melompat ke atasnya di ikuti oleh Cuan Ji yang sudah mulai mengerti mengapa Lin Fan membawa nya ke tempat seperti itu sebelumnya


"Brak"


Bunyi benturan kaki Lin Fan dan Cuan Ji saat mendarat di tanah setelah sebelumnya melompat dari tembok pembatas yang sangat besar dan tinggi itu , tapi bagi keduanya yang merupakan kultivator ketinggian seperti itu bukan lah masalah


"Ayo ikut aku " kemudian Lin Fan membawa Cuan Ji ke bawah pohon besar yang tak jauh dari posisi mereka sebelum nya


Setelah itu kedua nya langsung di sibukkan dengan tugas masing masing , di mana Cuan Ji bertugas untuk mengumpulkan kayu sementara Lin Fan menjauh dari sana untuk mencuci daging beast yang ia miliki menggunakan elemen air miliknya ,


Lin Fan pamit beralasan untuk mencari sungai pada Cuan Ji karena ia tidak ingin saat ia mengeluarkan air dari elemen miliknya membuat Cuan Ji terkejut , dan satu lagi ia tidak terlalu suka jika menjadi bahan perhatian seseorang


Dan di Mulailah acara panggang memanggang nya malam itu ,


Setelah dagingnya masak keduanya langsung memulai pesta nya tak lupa Lin Fan juga mengeluarkan satu kendi arak yang cukup besar sebagai pelengkap nya


.....


Keesokan Harinya , di hutan tak jauh dari tembok besar yang menjadi pemisah dan pelindung bagi penduduk di ibu kota , terlihat dua sosok yang nampak tertidur dengan nyenyak bersandar di batang pohon besar , terlihat sisa sisa pembakaran kayu semalam sudah menjadi abu tak jauh dari kedua nya

__ADS_1


Tak lama kemudian Lin Fan terbangun terlebih dahulu


Dan menemukan dirinya masih di tempat semalam sementara Cuan Ji tak jauh dari posisi nya nampak masih dalam mimpi indah nya


"Untung tidak ada orang yang lewat di tempat ini "


Lin Fan menggelengkan kepalanya kemudian tersenyum lucu saat mengingat betapa bahagianya ia semalam bersama Cuan Ji saat berpesta kecil kecilan itu


Tanpa membangun Cuan Ji yang nampak masih terlihat sangat menikmati waktu tidur nya ,Lin Fan mengeluarkan 2 kelinci lumayan besar dari cincin penyimpanan miliknya dan dengan sangat cepat ia membersihkan nya kemudian setelah selesai ia langsung memanggang nya


Tak membutuhkan waktu lama kedua kelinci itu sudah matang sempurna dan siap unjuk di nikmati


"Saudara Ji cepat bangun sekarang sudah pagi, jangan sampai kita terlambat untuk turnamen yang sebentar lagi akan di mulai " dengan satu kali hentakan tangan nya di pundak Cuan Ji , Lin Fan sudah langsung bisa membangunkan nya , dan menyerahkan satu kelinci yang sudah ia bakar sebelumnya untuk Cuan Ji nikmati


"Makanlah, setelah ini kita harus segera kembali karena turnamen babak kedua itu akan segera di mulai " .


Cuan Ji menerima daging kelinci bakar tersebut dan langsung memakan nya tanpa ragu


Kemudian setelah selesai dengan sarapan nya ke-dua nya langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju tembok yang semalam menjadi jalan keluar keduanya ke hutan itu


saat ini keduanya sudah tiba di jalan keluar gang kecil yang berada di dalam ibu kota, Lin Fan menoleh ke arah Cuan Ji Untuk berbicara

__ADS_1


"Kita berpisah disini saudara Ji, sampai bertemu di arena " setelah mengatakan itu Lin Fan langsung pergi dari sana untuk mencari tempat sepi untuk diri nya masuk ke dalam cincin naga hitam milik nya karena ia ingin mandi dan mengganti pakai an nya


begitu juga dengan Cuan Ji , ia juga Langsung bergegas kembali ke penginapan tempat ayah nya berada karena ia takut sang ayah akan mencari nya setelah semalam ia tidak ada kabar


__ADS_2