
5 hari sudah Lin Fan berkumpul bersama keluarga nya di hutan bagian luar wilayah kerajaan Yuan ,
selama itu pula ia mengabiskan waktu nya untuk membantu pelatihan fisik pasukan Serigala pembantai milik ayahnya , dengan menggunakan berbagai herbal langka berusia sangat tua yang ia ambil dari kebun herbal miliknya dengan mencampurkan pada kolam buatan yang digunakan oleh pasukan itu untuk berendam , bukan hanya itu saja ,
Lin Fan juga menambahkan kekuatan dari elemen petir miliknya untuk semakin membuat efek dari penyerapan herbal herbal di kolam tersebut bekerja berkali kali lipat , dengan mengalir kan elemen petir Miliknya ke dalam kolam itu selama beberapa jam setiap harinya selama lima hari itu
"Ayah, aku akan kembali dulu ke kerajaan Bing untuk melanjutkan Turnamen yang akan di mulai besok , ayah persiapkan mereka untuk kemungkinan terburuk yang akan terjadi setelah turnamen ini , dan juga ayah minta salah satu informan dari paviliun naga malam untuk terus mengabarkan setiap pergerakan musuh padamu ,
Agar saat peristiwa itu benar benar terjadi , kita sudah bersiap, dengan begitu kita bisa memberikan pesta yang meriah pada musuh musuh kita itu nantinya " ucap Lin Fan pada Lin Juan , nampak kedua nya memasang wajah serius kali ini
Sementara Ling Hua dan kedua bocah itu tengah sibuk dengan manisan dan berbagai hadiah yang Lin Fan berikan pada keduanya
"Tidak usah pikirkan masalah yang ada di sini , apakah kamu lupa sekuat apa ayah dan ibumu ini , meski ini bukanlah kekuatan puncak kami , tetap saja dengan kekuatan kita saat ini , itu sudah lebih dari cukup jika sekedar membersihkan para semut itu , apalagi saat ini kami tidak perlu lagi menekan kekuatan kita lagi seperti sebelumnya setelah sembuh nya tubuh kita sebelumnya karena bantuan mu itu , jadi kamu fokus saja pada pertarungan mu di turnamen itu dan ingat pesan ayah , jangan pernah meremehkan musuhmu selemah apapun dia , dan yang paling penting jangan tundukkan kepalamu pada siapapun itu meski sekuat apapun dia , apakah kamu mengerti.?"
Lin Juan menepuk pundak Lin Fan dengan santai , seraya membusungkan dada nya dengan bangga , membuat Lin Fan geli dengan sifat konyol ayahnya itu , tapi meski begitu ia sangat menyukai karakter ayahnya ini , yang mirip dengan prinsip yang ia pegang selama ini baik itu di kehidupan yang ada di bumi ataupun yang ada di dunia ini
"Kalau masalah itu ayah bisa tenang, aku tidak akan mempermalukan keluarga Lin kita dengan melakukan itu " Balas Lin Fan dengan juga menggunakan gaya tengil nya menirukan gaya Lin Juan sebelum nya , kemudian ia tertawa dan berdiri meninggal kan tempat itu menuju ke tempat ling Hua berada
"Ibu aku akan kembali ke kerajaan Bing sekarang , " ucap Lin Fan menghampiri Ling Hua yang nampak tengah menatap ke arah nya berjalan
"Apakah kamu sudah berbicara dengan ayah mu ?" tanya Ling Hua saat Lin Fan sudah berada di samping nya
__ADS_1
"Sudah Bu, baru saja kita Selesai berbicara sebelum nya , dan ayah langsung kembali ke dalam hutan untuk melihat latihan mereka lagi " Jawab Lin Fan sambil menyandarkan kepalanya di pundak kiri Ling Hua ,
Lin Fan sangat menyukai kehangatan saat bersama Ling Hua , karena ia belum pernah merasakan kebahagiaan memiliki seorang ibu sebelum nya , jadi ia suka bermanja pada Ling Hua seperti ini setiap kali bersama
" sayang, Kakak kalian akan pergi untuk kembali ke tempat turnamen berada, ayo temui kakak kalian dulu " Ling Hua memanggil kedua bocah yang nampak masih sibuk dengan jajanan di hadapan nya
Tapi setelah mendengar jika Lin Fan akan pergi lagi , keduanya langsung melempar kan apa yang ada di tangan kedua nya dan langsung berlari ke arah Lin Fan dengan cemas
"Kakak akan pergi lagi.?," tanya Xiao yang saat ini sudah mulai banyak bicara tidak seperti sebelum sebelum nya
"Benar , tapi kamu tidak usah khawatir , kakak akan segera kembali untuk menemani kalian bermain lagi , untuk mu Xiao kecil , karena usiamu sudah 10 tahun , maka kamu bisa mulai meminta ayah untuk mengajarimu kultivasi setelah ini , tapi untuk gadis kecil kakak ini , kamu belum boleh berlatih kultivasi sebelum umurmu 7-8 tahun , jadi gadis kecil kakak ini bisa bermain bersama ibu Jika Kakak Xiao mu tangah berlatih nantinya " ucap Lin Fan pada kedua bocah yang ada di pelukan nya itu
setelah kepergian Lin Fan
"Ibu apakah aku boleh berlatih kultivasi seperti yang kakak katakan sebelumnya.?" tanya Lin Xiao dengan mata penuh semangat mantap Ling Hua , karena ia memang memiliki keinginan untuk menjadi kuat dari dulu untuk bisa menjaga sang adik
"Tantu saja sayang , kamu bisa menemui ayahmu Jika kamu memang ingin berlatih , katakan padanya jika kamu di suruh oleh kakakmu untuk meminta nya mengajari mu berkultivasi " jawab Ling Hua , kemudian ia menyuruh anak laki laki kedua nya itu untuk menemui sang suami di dalam hutan Jika memang ingin berlatih
"Baiklah Bu , Jika begitu aku akan pergi menemui ayah setelah ini , agar aku cepat kuat dan bisa melindungi ibu dan juga Lier " Jawab Lin Xiao penuh tekad di matanya
"Pergilah sayang , tapi kamu jangan berlebihan , ibu tidak ingin kamu cidera " Ling Hua mengusap kepala Lin Xiao
__ADS_1
Kemudian bocah laki laki itu langsung bergegas menuju hutan bagian dalam untuk menemui Lin Juan
Meninggal kan Ling Hua dan Lin Jiali di sana
"Ibu , apakah aku juga bisa berlatih seperti kakak Xiao .?" tanya Lin Jiali menarik narik ujung baju Ling Hua dengan tangan kecil nya
melihat wajah imut si kecil , Ling Hua langsung menunduk dan membawa nya ke dalam pelukan nya dengan gemas
"Tentu saja kamu bisa berlatih juga sayang , tapi itu nanti setelah kamu dewasa oke , untuk saat ini kita sebaiknya pulang dulu , agar tidak menggangu latihan kakak mu , " ucap Ling Hua sambil menciumi pipi gadis kecil itu dengan gemas, setelah puas ia langsung membawa si kecil kambali ke Mansion tempat nya tinggal yang ada di ibu kota Kerajaan Yuan
Di tempat lain ,
Saat ini Lin Fan tengah nampak asik membakar tubuh beberapa mayat beberapa orang yang sebelumnya ingin merampoknya
kelompok yang Lin Fan bunuh sebelum nya nampak sudah sering melakukan kejahatan seperti ini , itu karena di dalam cincin penyimpanan yang Lin Fan ambil sebelum nya cukup banyak harta yang ada di dalamnya yang kemungkinan mereka dapatkan dari korban korban nya
Namun saat ini nampak nya adalah hari dimana keberuntungan mereka berakhir karena sudah bertindak bodoh menyergap Lin Fan yang sebelumnya bergerak dengan melompat dari pohon satu ke pohon lainnya dengan kecepatan sedang , yang akhirnya menjadi akhir dari hidup mereka ,
"Lumayan , setidak nya harta ini bisa aku berikan pada orang mereka orang orang yang kurang beruntung yang aku temui nanti nya , dengan begitu harta ini tidak sia sia setelah di kumpulkan oleh orang orang bodoh itu "
Setelah itu ia meninggal kan tempat dimana ia membunuh kawanan perampok sebelum nya ,ia sudah menyiapkan berbagai rencana di kepalanya untuk menghabiskan harta rampasan yang ada di cincin penyimpanan di tangan nya itu
__ADS_1