Kelahiran Kembali Sang Pembantai

Kelahiran Kembali Sang Pembantai
Bab 83


__ADS_3

Shi Long tanpa aba aba langsung menerjang ke arah Lin Fan dengan menekuk kedua kakinya kebelakang sebelum meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah Lin Fan dengan satu pedang pendek di tangan kanan nya


melihat itu Lin Fan juga mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan nya , tapi bukan pedang naga hitam miliknya hanya pedang tingkat langit sama dengan pedang milik Shi Long yang di gunakan saat ini


"Trankk!"


"Trankk!"


Dua serangan pedang Shi Long dengan mudah Lin Fan tahan dengan menyilangkan pedang nya di dada nya


membuat Shi Long heran dengan itu , pasalnya ia sangat yakin jika ia bisa melukai Musuh nya dengan serangan tersebut mengingat perbedaan kekuatan ke-dua begitu Jauh


Tak mau berfikir berlebihan, Shi Long kembali menyerang kali ini yang ia incar adalah bagian kaki Lin Fan


dengan Gerakan tipuan nya menggunakan kakinya di sapukan ke arah kepala Lin Fan agar Lin Fan menunduk ,


Setelah itu ia dengan sangat percaya diri menebaskan pedangnya ke arah kaki Lin Fan , dengan posisi Lin Fan saat ini yang masih bertahan dengan serangan kaki milik nya sebelumnya ia yakin akan bisa melukai nya


Tapi yang tidak ia sangka adalah gerakan Tiba tiba dari Lin Fan yang langsung beraksi dengan cepat melebihi gerakan tebasan pedang yang Shi Long yang mengarah padanya


dengan sepersekian detik tubuh Lin Fan berpindah dari tempat nya dan muncul di samping lengan kanan Shi Long yang tengah mengayunkan pedang nya


dengan gerakan halus namun sangat cepat , Lin Fan menghantam kan gagang Pedang nya tepat ke lengan Shi Long yang Langsung membuat pedang yang ada di genggaman tangan nya lepas


"Sampah "


satu kata yang terdengar di samping nya itu membuat Shi Long merasakan perasaan ngeri secara tiba tiba karena sosok Lin Fan tidak bisa ia lihat pergerakan

__ADS_1


hanya tiba tiba begitu saja muncul dan mendarat kan pukulan telak ke lengannya


"Plak "


"klontang "


Tak puas sampai di situ aja , Setelah menjatuhkan pedang Shi Long sebelum nya


tubuh Lin Fan berkedip meninggal kan percikan petir di sana , yang langsung muncul di samping Jian Mingzi yang masih Linglung di tempat nya karena tidak mempercayai serangan Shi Long yang bisa dengan mudah di patahkan oleh Lin Fan , bukan Hanya itu bahkan dengan mudah nya mendarat kan pukulan telak hingga membuat senjata yang di tangan Shi Long terjatuh


"Karena kau Sebelum nya sudah menjalin persahabatan dengan nya , maka tidak adil untuk nya jika aku tidak memberikan mu pemukulan yang sama " Lin Fan muncul di samping Jian Mingzi dengan tangan kanan yang sudah siap melayang kan pukulan ke arah kepala nya


"Kau bagaimana mungk...


"Berisik "


"Plak!"


"Plak!"


belum sempat mulut Jian Mingzi mengucapakan seluruh kalimatnya


Lin Fan dengan kejam menampar pipinya dua kali dengan kecepatan tinggi membuat tubuh Jian Mingzi Terpelanting kebelakang hingga menimbulkan bunyi yang renyah saat tubuh nya menyentuh lantai arena


melihat dua kejadian tak terduga di arena ,


Semua mata yang menyaksikan itu tak bisa berkedip saat ini memfokuskan pandangan nya pada sosok Lin Fan yang dengan mudahnya menjatuhkan pedang Shi Long sebelum nya di tambah dengan kecepatan pergerakan nya saat menampar Jian Mingzi sampai membuat tubuh nya terpelanting

__ADS_1


"kurang ajar ,apakah orang itu sengaja menyembunyikan kekuatannya saat ini ,jika tidak mana mungkin ia semudah itu melakukan gerakan gerakan itu , sungguh tidak masuk akal " Teriak patriak Meng Lo tidak percaya dengan apa yang terjadi di Arena saat ini


Kemudian ia angkat suara sekali lagi , kali ini ia menghadap ke arah tempat orang orang dari kerajaan Bing berada


"Yang mulia, aku rasa orang bertopeng itu sengaja menyembunyikan kekuatan untuk mengelabui kita hingga saat ini , apakah yang mulia tidak akan melakukan tindakan atas masalah ini , jujur saja ini sangat tidak bisa kami terima " ucap Patriak Meng Lo pada Bing Zuan,


"Benar Yang mulai , tolong periksa orang bertopeng itu , siapa tahu ia kultivator tua yang tengah menyamar untuk menyusup ke acara Turnamen ini demi bisa masuk ke dalam Kolam es abadi milik leluhur kerajaan" Guru Jian Mingzi atau patriak sakte Qilin Api juga angkat suara saat ini untuk mendukung apa yang di katakan oleh Mang Lo sebelumnya agar bisa menyelamatkan wajah muridnya yang di tampar seperti lalat oleh Lin Fan sebelum nya


apa yang di katakan kedua patriak itu langsung memancing diskusi penonton saat ini , ada yang kemakan dengan omongan Itu dan ada juga yang menganggap kedua patriak itu tidak tahu malu untuk bisa mengeluarkan tuduhan seperti itu untuk menutup kekalahan memalukan kedua murid nya


para penonton kini tengah menunggu apa tanggapan dari Raja Bing mengenai ini , dan akibat nya pertarungan di arena pun saat ini di hentikan untuk sementara,.


menunggu keputusan apa yang akan di ambil oleh Raja Bing Zuan


" patriak sakte pilar kembar wilayah timur dan juga patriak sakte Qilin Api wilayah Barat , apakah


kalian berdua meragukan orang orang ku yang bertugas untuk menyeleksi peserta turnamen kali ini?, apakah kalian pikir kami akan kecolongan dengan hal hal seperti itu , benar benar konyol, tapi baiklah Agar kalian semua bisa melihat nya sendiri , maka aku akan meminta pembawa acara untuk melakukan tes mengenai umur dari peserta bertopeng itu langsung di arena saat ini , dan jika apa yang kalian tuduhkan pada peserta itu keliru maka kedua perwakilan dari kubu kalian akan aku diskualifikasi Langsung,. Dan begitu juga sebaliknya jika peserta bertopeng itu terbukti seperti apa yang kalian tuduhkan Sebelumnya maka hukuman nya akan sama bagaimana apakah kalian berdua masih ingin melanjutkan ini ?"


Raja Bing Zuan menyampaikan ketidak puas an nya pada kedua sosok patriak itu yang mencari cari alasan atas kekalahan kedua muridnya, kemudian ia memberikan solusi atas masalah ini dengan konsekuensi yang harus di tanggung oleh mereka jika hal nya apa yang mereka tuduhkan itu tidak lah benar


Mendengar apa yang di sampaikan oleh Raja Bing Zuan itu , keduanya mau tak mau menjadi ragu, tapi karena ego dan harga diri Keduanya sangat lah tinggi maka keduanya dengan tegas menyetujui itu


"Kami setuju Yang mulia " Jawab keduanya Serempak


"Baiklah, silahkan lakukan pengecekan usia pada peserta itu sekali lagi , dan lakukan dengan jelas agar samua yang hadir di tempat bisa menyaksikan nya " Perintah Raja Bing Zuan pada pembawa acara


Shi Long dan Jian Mingzi merasa gugup saat ini , sebab ia mendengar sendiri jika suara sosok yang menjadi lawannya itu masih lah sangatlah muda saat berbicara pada kedua nya , tapi apa mau di kata , karena ini sudah terjadi maka mereka hanya bisa berdoa semoga sosok yang menjadi lawan keduanya itu benar benar sosok tua yang menyamar, karena jika tidak maka kesempatan kedua nya yang sudah berada di depan mata Untuk menjadi 5 besar dan berhak memasuki kolam es abadi itu akan hilang begitu saja

__ADS_1


__ADS_2