
saat Posisi Lin Fan mendekati desa yang berada di pertengahan antara wilayah kerajaan Yuan dan kerajaan Bing yang merupakan desa yang menjadi persinggahan bagi mereka yang melakukan perjalanan di antara dua kerajaan
perjalanan nya kembali terhenti setelah Lin Fan menjumpai segerombolan orang yang memiliki pakaian yang sama dengan kelompok perampok yang sudah ia bunuh sebelum nya
mereka nampak tertawa terbahak-bahak sambil membahas apa saja yang akan mereka lakukan dengan banyak nya Harta yang Mereke dapatkan selama membentuk perkumpulan tersebut tak lama ini
obrolan itu Di mulai dari ingin menyewa wanita sebagai penghangat tempat tidur , dan berbagai rencana menjijikkan lain nya , tapi Dari semua itu ada satu yang langsung membuat Lin Fan murka pada mereka yaitu Setelah ia mendengar usulan salah satu anggota nya yang menyarankan untuk menghancurkan desa kecil di pinggiran wilayah kerajaan, Untuk merebut harta yang di miliki oleh para penduduk nya tapi yang paling menjijikkan bagi Lin Fan adalah mereka berniat membawa seluruh anak gadis yang ada di desa tersebut untuk di jadikan mainan kelompok nya
"Bagus , kita akan menjalankan rencana tersebut malam ini , kita bisa mulai dari desa yang tidak terjamah oleh patroli pihak kerajaan, , dengan begitu kita bisa dengan mudah mendapatkan harta orang orang lemah itu , dan juga yang paling penting Kita akan mendapatkan mainan tanpa harus mengeluarkan harta kita sama sekali , betapa indah nya itu" ucap seseorang yang kemungkinan adalah pemimpin kelompok itu, yang di sambut oleh suara tawa anak buahnya
"Teruslah bermimpi dan lanjutkan lah rencana menjijikkan kalian itu di alam baka "
Ucap suara dingin yang tiba tiba terdengar di telinga mereka, di sertai ledakan hawa membunuh menyapu tempat mereka berada membuat mereka menelan ludah dengan susah payah ,
kemudian
"Srassshhhh"
"Pluk, "
"Pluk "
.
.
Tanpa bisa bereaksi sedikitpun tiba tiba kepala mereka langsung jatuh menggelinding terpisah dari tubuh nya,
dengan darah memercik ke segala arah , menyisakan tubuh tanpa kepala berdiri kaku di tempat nya
Tapi tak lama kemudian tubuh tubuh tanpa kepala itu jatuh bersama an di samping kepala mereka yang sudah jatuh lebih dulu
"Jika saja aku tidak buru buru saat ini , mungkin kalian tidak akan mati se mudah ini ,"
Setelah berkata seperti itu Lin Fan Langsung mengumpulkan semua cincin penyimpanan yang ada di jari jari mayat mayat itu
Kemudian ia membakar semua mayat mayat itu agar tidak menjadi penyakit dan tidak menimbulkan kegemparan Nanti nya
__ADS_1
karena posisi nya saat ini sangat lah dekat dengan desa persinggahan yang sebelumnya pernah kunjungi itu
Setelah selesai dengan itu semua, Lin Fan langsung melesat dengan kecepatan tinggi melanjutkan perjalanan nya , tanpa mampir terlebih dahulu di desa itu
karena ia ingin segera tiba di ibu kota kerajaan Bing untuk membagikan harta yang sudah ia peroleh sebelumnya pada orang orang tidak mampu yang tinggal di gang gang kecil di ibu kota ,
dengan begitu ia besok bisa fokus dengan Turnamen nya tanpa Harus mengurus masalah ini lagi
dengan kecepatan yang ia miliki saat ini ,yang bahkan melebihi kecepatan orang orang yang sudah berada di alam prajurit agung itu , Lin Fan hanya membutuhkan tak sampai setengah jam untuk sampai di tujuan
Tapi ia tidak menggunakan pintu gerbang untuk memasuki ibu kota ,
Ia menggunakan jalur Yang ia gunakan sebelum nya saat bersama dengan Cu Jian, alsan nya jelas karena kepergian nya waktu itu tidak di ketahui oleh penjaga gerbang maka akan sangat menghebohkan jika sampai ia tiba tiba muncul begitu saja dari luar ibu kota
setelah berhasil masuk kedalam ibu kota , Lin Fan Langsung menyelinap ke tempat tempat orang yang memiliki kehidupan kurang mampu di berbagai tempat di sana
Lin Fan meletakkan ratusan koin emas di masing masing tempat yang ia datangi kemudian pergi begitu saja tanpa menunjuk kan keberadaan nya pada mereka
Cukup lama Lin Fan berkeliling saking Luas nya ibu kota kerajaan Bing Itu , hingga ia pada akhirnya menggunakan sebagian harta pribadi Milik nya untuk di bagikan pada mereka agar mendapatkan juga bagian nya
barulah setelah dirasa sudah cukup , ia langsung kembali ke penginapan tempat ia menginap untuk beristirahat,
Ke esokan harinya
"Gong ...Gong ....Gong "
Terdengar tiga kali suara nyaring Gong yang di pukul , menandakan jika babak terakhir turnamen Jenius empat kerajaan akan di mulai kembali setelah istirahat 1 Minggu sebelum nya
"Baiklah , tidak usah berlama lama lagi , bagi yang lolos ke tahap ini silahkan memasuki arena agar pertarungan penentuan ini bisa segera di Mulai"
Teriak pembawa acar dari dalam arena
Lin Fan , Cuan Ji dan juga pemuda yang di bantu Lin Fan sebelum nya langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung memasuki area , begitu juga dengan para peserta lain nya
"Di babak ini , peraturan nya tetap sama , hanya saja di babak ini kalian harus mengeluarkan semua lawan kalian kalian hingga menyisakan satu orang saja di arena ini , dan orang itulah yang berhak menjadi juara pertama di turnamen kali ini , untuk empat juara lainnya nanti akan ada juri yang memilihnya , jadi berusahalah untuk keluar di paling akhir , karena hanya dengan begitu kesamaptaan kalian memasuki 5 besar bahkan menjadi juara akan terbuka lebar, bagaimana apakah kalian paham.?" seru pembawa acara itu pada semua peserta yang sudah berada di dalam arena
"Kami paham " ucap semua peserta serempak
__ADS_1
"Baiklah babak terakhir Turnamen jenius empat kerajaan di mulai " seru pembawa acara itu lagi kemudian sosoknya melompat keluar arena
"Gong "
"Woah.....Woah"
Teriakan dukungan para penonton langsung riuh saat Gong penanda di mulai nya pertarungan itu terdengar
Sementara di dalam arena
10 peserta itu saling menatap satu sama lain , di sertai dengan muncul nya senjata masing-masing yang akan mereka gunakan dalam pertarungan nya saat ini
"Saudara, apakah kamu ingin bekerja sama dengan ku.?" tanya Cuan Ji pada pemuda di sampingnya
"Tentu saja saudara karena hanya dengan begitu kesempatan kita untuk masuk di lima besar akan terbuka sedikit lebih besar , juga kita harus mencoba kekuatan baru ini kan.?" jawab pemuda yang masih belum di ketahui nama nya itu menyetujui ajakan itu
"Baiklah ayo mulai " Ucap Cuan Ji kemudian mulai menyerang ke arah Dua peserta yang memiliki pakaian biru ,
mereka sama Sama berasal dari sakte Langit di kerajaan Bing
Cuan Ji menebaskan pedangnya ke arah kedua nya , di ikuti oleh Pemuda yang yang bersamanya itu yang juga ikut melancarkan serangannya
Dua serangan mereka melesat dengan kecepatan tinggi ke arah kedua pemuda berpakaian biru itu , membuat keduanya terkesiap karena mereka tidak menyangka jika Mereka akan menjadi target pertama dari dua orang penyerang nya itu
"Wush"
"Trank"...
"Jangan berani berani nya menyentuh mereka berdua ," Ucap suara seseorang yang tiba tiba muncul menghalangi Serangan Cuan Ji sebelum nya
" apakah kau ingin melawan orang dari Kerajaan Yuan tempat kau tinggal demi dua orang luar itu " Umpat Cuan Ji marah setelah tau siapa yang sudah Menggagalkan Serangan nya itu
"Apa apa an ekspresi mu itu Tuan Muda Cuan Ji , apakah kau tidak terima dengan caraku ini , jika ia maka kau bisa mencoba nya sekali lagi " Shi Long menyunggingkan senyum tipis saat mengatakan itu , sementara tangan kanan nya mengacungkan pedang nya arah Cuan Ji dan pemuda di sampingnya
di tengah ketegangan antara kelompok Cuan Ji dan Shi Long saat ini
di tempat lain Lin Fan tengah berhadapan dengan perwakilan wilayah Utara atau kerajaan Wang, yaitu peserta dari sakte Halilintar
__ADS_1
Sementara untuk pangeran dari kerajaan Wang , Wang Gang kini tengah berhadapan dengan dengan pangeran dari kerajaan Jian wilayah barat , yaitu Jian Ming Zi