
Setelah memantau keadaan di istana dan ibu kota kerajaan selama seminggu ini , selama itu pula Lin Fan tidak menemukan gerakan mencurigakan apapun yang akan membahayakan istana dan ibu kota
Oleh karena itu ia memutuskan untuk segera berangkat Menuju wilayah selatan tepatnya di kerajaan Bing untuk mengikuti turnamen yang di adakan di sana , waktunya pun hanya tinggal seminggu , jadi Lin Fan memutuskan untuk berangkat Sekarang agar bisa menikmati waktu perjalanan nya tanpa khawatir terlambat nanti nya
Kemudian ia langsung masuk ke dalam cincin naga hitam miliknya untuk menemui kedua orang tuanya guna mengabarkan mengenai perjalanan nya itu dan sekalian berpamitan untuk berangkat menuju turnamen tersebut
Memasuki istana tempat tinggal kedua orang tuanya, Lin Fan langsung di sambut oleh Ling Hua yang nampak tengah menyusun berbagai menu masakan di meja besar yang ada di sana
"Ibu bisakah kita bicara sebentar.?" ucap Lin Fan setelah melihat Ling Hua
"Ada apa sayang , apakah ada sesuatu yang penting.?" tanya Ling Hua menatap ke arah Lin Fan
"Begitulah bu, tapi sebelum itu dimana ayah.?" Lin Fan mengangguk kemudian bertanya kepada Ling Hua dimana Lin Juan , karena saat ini hanya Ling Hua saja yang ia lihat tanpa kehadiran Lin Juan di sana
"Ayah mu mungkin sebentar lagi akan keluar untuk makan , ada apa sayang nampak nya ada hal serius yang ingin kamu bicarakan pada kami .?" Ling Hua meninggal kan meja makan itu kemudian menghampiri Lin Fan dan mengajaknya untuk duduk di sofa yang ada di sana
"Hoho... lagi membicarakan apa kalian , nampak nya sangat serius sekali.?" ucap Lin Juan yang baru saja muncul di sana
"Gege kemari lah, putra kita ingin membahas sesuatu dengan kita " Ling Hua melambaikan tangannya pada sang suami agar ia bergabung di sofa
Melihat wajah serius sang isteri, Lin Juan tidak menunda lagi ia langsung bergabung dengan ke-dua nya di sofa tersebut
__ADS_1
karena Kedua orang tua nya sudah berkumpul di hadapan nya , Lin Fan langsung memulai pembicaraan itu
"Begini ayah ,ibu , seminggu lagi di wilayah selatan tepatnya di kerajaan Bing akan di adakan turnamen Jenius empat kerajaan , dan aku berencana akan mengikuti nya untuk mewakili kerajaan Yuan ini , tapi meski begitu aku tidak akan muncul dari pihak kerajaan ataupun sakte di sini , melainkan dari kekuatan lain , dan kekuatan itu pastinya sudah ibu dan ayah ketahui belakangan ini , " ucap Lin Fan menjelaskan rencana nya itu dan ia sengaja menjeda ucapannya agar kedua orang tuanya bisa mencerna apa yang ia katakan sebelumnya
"Jika kamu tidak akan muncul sebagai perwakilan dari istana atupun sakte , lalu kamu akan tampil dengan nama kekuatan mana.?" tanya Lin Juan sedikit bingung dengan putranya itu
"Ayah tenang saja , karena aku akan tampil membawa nama kekuatan yang sudah aku bentuk sendiri sebelum nya , kekutan itu adalah Paviliun Naga malam , karena aku adalah pemilik asli dari paviliun tersebut" Jawab Lin Fan tenang,
Hening....
barulah kemudian...
"Ap apa yang kamu bilang tadi , bisakah kamu mengatakan nya sekali lagi ?" ucap Lin Juan dengan gugup setelah kembali dari keterkejutan nya pada Lin Fan ,
Duaarrrrrr......
Jika informasi sebelumnya saja sudah membuat Lin Juan sakit kepala, kini ada lagi yang lebih mencengangkan dari sebelumnya, ternyata sang putra merupakan alkemis dan dilihat dari pil yang di perlihatkan oleh sang putra sebelumnya bisa di pastikan jika tingkat an alkemis putranya itu sudah berada di level alkemis guru tingkat puncak , membuat nya tidak bisa berkata kata untuk merespon kejutan yang di sampaikan oleh putranya itu , barulah setelah beberapa waktu berlalu ia mulai berbicara
"Hua'er tolong cubit suami mu ini , apakah ini mimpi atau bukan?" Lin Juan dengan tatapan kosong meminta Ling Hua untuk mencubit dirinya karena ia merasa apa yang terjadi saat ini terlalu mendadak dan begitu memberatkan pikiran nya
Ling Hua yang mendengar permintaan konyol suami nya itu dengan senang hati mengabulkan nya , sebab ia masih dalam kondisi terkejut juga saat ini saat mengetahui sang putra begitu berbakat dan juga merupakan sosok yang berada di balik kesuksesan paviliun naga malam yang bahkan membuat suaminya bahkan Pernah mengatakan padanya sebelum nya jika ia sangat Mengagumi sosok di balik paviliun tersebut dan sekarang sosok itu ada di hadapannya
__ADS_1
Dengan keras Ling Hua mencubit paha sang suami yang berada di samping nya
"Aduuuhhhh , "
"hahahhaa "
Bukan nya marah ataupun mengomel seperti biasanya saat ia mendapat kan cubitan dari sang istri, justru saat ini Lin Juan nampak sangat bahagia setelah di Cubit sebelum nya , bahkan ia langsung berdiri dari duduknya
cukup lama Lin Juan tertawa sendiri, hingga akhir nya ia berhenti dan buru buru menatap sang putra
"Bocah nakal, rahasia apa lagi yang masih kamu sembunyikan dari kami hah.?" Teriak nya pada Lin Fan , Namun meski begitu ada senyum terukir di bibir nya
"maaf ayah , untuk pertanyaan ini aku tidak bisa menjawab nya " jawab Lin Fan tersenyum main main pada Lin Juan, karena ia memang bermaksud untuk memberitahu sang ayah sedikit demi sedikit apa yang ia punya Agar memberi nya kejutan
"Dasar bocah nakal, lalu apa rencana mu selanjutnya, apakah kamu akan langsung pergi setelah ini .?" meski sang putra tidak menjawab nya untuk saat ini , Lin Juan tidak mempermasalahkan nya , toh pada akhirnya ia akan mengetahuinya juga
"Benar ayah , setelah ini aku memang akan langsung berangkat menuju kerajaan Bing untuk mengikuti kompetisi yang aku sebut kan sebelumnya " Jawab Lin Fan
"Jadi begitu, lalu apa hadiah dari kompetisi itu , ayah rasa tidak mungkin hadiah biasa bisa menarik perhatian mu yang merupakan pemilik paviliun naga malam kan.?'' tanya Lin Juan lagi , kali ini bukan hanya dia yang menunggu jawaban ini melainkan Ling Hua juga ikut penasaran saat ini , sebab putra nya itu tidak akan mungkin tertarik untuk berkompetisi dengan lawan lawan yang kemungkinan masih di bawah kekuatan yang di milikinya tanpa ada sesuatu yang menarik minat nya
"Ayah benar , aku ingin mengikuti turnamen tersebut karena hadiah nya sangat aku butuhkan untuk menaikkan kualitas tulang milikku ke tingkat selanjutnya, tapi ada sesuatu yang membuat ku sedikit ragu untuk mengikuti turnamen ini sebelum nya , karena raja Bing memberikan hadiah tambahan pada penenang nya nanti , dan inilah yang aku tidak mau , karena aku tidak membutuhkan nya " jawab Lin Fan , kemudian ia juga menjelaskan sedikit masalah yang berhubungan dengan turnamen itu ,
__ADS_1
sontak apa yang ia katakan tersebut membuat Lin Juan dan Ling Hua bingung
karena di mana mana jika di berikan hadiah tambahan biasanya semua orang akan senang ,tapi apa yang terjadi saat ini malah sebaliknya, mengapa sang putra nampak sangat tidak senang dengan hadiah tambahan itu