
"Dari mana saja kamu Jier mengapa tidak langsung kembali sebelum nya.? tanya Cuan Zen pada Putra nya yang baru saja kembali ke penginapan,
terlihat di sisi nya sudah berkumpul para tetua Sakte nya , seperti nya mereka memang sengaja berkumpul saat ini untuk menunggu Cuan Ji ,
mungkin ada sesuatu yang ingin mereka didiskusikan saat ini pada nya
"Maaf ayah , dan juga para tetua , sebelum nya aku tidak langsung kembali ke tempat ini karena harus menemui seseorang yang sangat penting , jadi aku baru bisa kembali setelah nya " Jawab Cuan Ji pada sang ayah , tak lupa juga ia meminta maaf atas keterlambatan nya pada para tetua yang ada di sana
"Baiklah , cepat duduk karena ada yang ingin ayah tanyakan padamu " Cuan Zen menepuk tempat kosong yang ada di samping nya agar sang putra duduk di sana
Setelah Cuan Ji duduk , tempat itu langsung berubah suasananya menjadi serius, membuat Cuan Ji agak tidak nyaman karena saat ini tatapan para tetua yang ada di sana juga ayahnya nampak seperti memeriksa tubuh nya dengan penuh selidik
"Ayah ada apa.?" tanya Cuan Ji heran sekaligus risih dengan tatapan aneh mereka saat ini
"apakah tubuh mu tidak apa apa saat ini , apakah tidak ada cidera yang serius, ?" bukannya menjawab Justru Cuan Zen malah menanyakan dua pertanyaan secara beruntun, membuat Cuan Ji akhirnya mengerti mengapa ayahnya dan juga para tetua menatap dirinya seperti itu sebelumnya
"Ayah tenang saja , tidak ada yang terjadi pada tubuhku malah aku merasa jauh jauh lebih baik dari biasanya" Jawab Cuan Ji Tersenyum
__ADS_1
"Bagaimana mungkin bukanlah kamu sebelum nya...
"Terluka.?, apakah itu yang ayah maksud.?" potong Cuan Ji
"Benar , bukankah sebelum nya kamu di arena sudah hampir tumbang, dan ayah juga melihat di sudut bibirmu ada darah mengalir yang menandakan jika saat itu kamu tangah terluka dalam , lalu bagaimana kamu bisa sembuh seperti saat ini , dan juga bagaimana kamu bisa bertahan dari tekanan 3 tahap di atas kekuatan mu , apakah kamu diam diam menyembunyikan kekuatan mu dari kami semua .?" Cuan Zen sangat penasaran dengan kejadian yang menimpa sang anak saat Turnamen sebelum nya , karena secara ajaib tiba tiba anak nya itu bukan hanya sembuh tapi juga bisa bertahan dari tekanan yang bahkan lebih kuat dari sebelumnya yang sempat membuat sang anak nampak mengeluarkan darah dari mulutnya
Tak hanya Cuan Zen saja yang penasaran dengan itu , mereka para Tetua juga merasakan hal yang sama , dan kini mereka tengah menunggu dengan tidak sabar jawaban apa yang akan tuan muda nya itu berikan
"Mengenai itu , aku memang benar benar mengalami luka dalam saat itu , tapi ada saudaraku yang membantu secara diam diam untuk menyembuhkan luka yang aku terima saat itu , tak sampai di sana , bahkan dengan bantuan nya itu aku bisa melewati babak kedua dengan mudah , meski tekanan yang di keluarkan oleh penguji saat itu terus bertambah, tubuhku tidak merasakan apa apa , dan itu lah cerita sebenarnya mengapa aku bisa sembuh secara tiba tiba sebelumnya, tapi ayah dari mana kamu tau jika aku saat di arena sudah sembuh bukankah saat itu aku masih terus berpura pura dan aku yakin tidak seorang pun bisa mengetahui nya saat itu.?"
"Jangan remehkan kekuatan prajurit agung bocah, tapi kamu benar juga jika saja aku bukan ayahmu yang sudah mengenal mu datu kecil maka ayah juga tidak akan tau sandiwara mu itu , tapi lupakan itu , sebaik nya kau ceritakan pada kami siapa yang kau maksud saudara sebelum nya , dan jangan kau tutupi apapun dari kami"
jawab Cuan Zen menjelaskan bagaimana ia bisa tau mengenai hal itu dan juga ia meminta sang putra untuk menjelaskan siapa sosok yang sudah membantu putera nya itu dan ia meminta untuk menceritakan semua nya dengan jujur agar ia bisa berterima kasih dengan benar nanti nya pada orang tersebut setelah ini
"Baiklah , tapi ayah dan para tetua harus berjanji untuk menutup rapat rapat ini semua dari siapapun selain kita yang ada di sini , karena saudaraku itu nampak nya tidak terlalu menyukai jika informasi mengenai kekuatan nya di ketahui oleh orang banyak" sebelum menjawab Cuan Ji mengajukan syarat terlebih dahulu agar apa yang ia ceritakan setelah ini bisa di rahasiakan oleh ayah dan para tetua sakte nya karena ia takut membuat Lin Fan kecewa padanya jika sampai Lin Fan tau jika ia membocorkan masalah ini pada keluarganya
"Baiklah , kamu tenang saja ,ayah dan para tetua berjanji untuk itu " Jawab Cuan Zen di angguki oleh tetua yang ada di sana
__ADS_1
mendengar itu Cuan Ji pun langsung menceritakan semua nya , siapa sebenernya sosok yang di maksud olehnya itu pada mereka semua ...
.....
"Pantas ayah merasa tidak asing dengan sosoknya apalagi nama dari sosok itu pernah ayah dengar di suatu tempat , " mendengar penjelasan sang putra , Cuan Zen akhirnya tau siapa sosok penolong putera nya itu , yang tak lain dan tak bukan merupakan atasan dari saudara sumpahnya yang bekerja di paviliun naga malam di kota naga , pantas ia merasa sosok nya sangat familiar saat ia melihat Lin Fan saat pertama kali berkompetisi di hari pertamanya
Tapi meski begitu ia tidak ingin mengungkap ini pada anak dan para tetua saktenya, karena menurut saudara nya Chi Tatu Sosok Lin Fan tidak mau terusik kehidupan nya , oleh karena itu ia memilih untuk tidak muncul di muka umum
"apakah ayah mengetahui siapa saudara Fan sebenarnya.?" tanya Cuan Ji bersemangat setelah mendengar ucapan ayahnya itu, karena ia sangat ingin mengetahui hal tersebut agar bisa lebih dekat dengan Lin Fan penolong nya
"Tidak , " jawab Cuan Zen datar , kemudian ia melanjutkan
"Sebaik nya kamu gunakan waktu seminggu ini dengan baik dan segera lakukan pelatihan tertutup dengan pil pil yang di berikan pemuda itu padamu jangan buat dirinya kecewa , buktikanlah padanya jika kamu memang pantas menerima semua itu "
Cuan Zen sengaja mengalihkan pembicaraan agar sang anak tidak terus bertanya mengenai Lin Fan
"Ayah benar , baiklah jika begitu aku Pamit , " setelah itu Cuan Ji Langsung masuk ke kamar lain yang ada di sebelah ruangan itu untuk menyerap pil pemberian Lin Fan sebelum nya , karena ia termotivasi oleh kata kata ayahnya tadi
__ADS_1