
mendengar keluhan dari mulut Lin Fan Yuan Luer hanya tersenyum kemudian berucap sebelum melepas kan tangannya
"Hihihi baiklah, maafkan bibi sayang " Yuan Luer melepaskan kedua tangan nya dari kedua pipi Lin Fan , karena ia melihat pipi pemuda tersebut sudah merah karena malu
Setelah tangan itu lepas , Lin Fan langsung memasang kembali topeng nya , dan bergerak ke arah Yuan Ruer yang masih tergeletak di rumput
Kemudian dengan hati hati ia memasukkan pil penyembuhan ke dalam mulutnya dan meletakkan kepala sang putri di paha kanan nya ,
Yuan Luer yang melihat bagiamana perlakuan Lin Fan pada putrinya langsung tersenyum ke arah Ling Hua, yang kemudian keduanya sama sama tersenyum melihat keromantisan dua anak muda di depan nya itu
Tak berselang lama , perlahan kelopak mata Yuan Ruer mulai bergerak , dan kedua matanya perlahan terbuka
dan apa yang ia lihat untuk pertama kali adalah sosok bertopeng yang sangat ia rindukan beberapa hari ini , dan lagi kini kepala nya tengah di pangku oleh sosok tersebut , membuat putri Ruer mengira jika semua ini adalah mimpi, kemudian perlahan Air mata nya keluar dari kedua mata indah nya dan Yuan Ruer Kemabli menutup kedua matanya untuk tidur kembali karena ia takut jika ia bangun maka mimpi itu akan berakhir, sontak apa yang di lakukan oleh Ruer tersebut membuat Lin Fan khawatir, ia berfikir jika Ruer masih belum pulih saat ini , Tapi setelah ia periksa lebih dalam ternyata sang putri hanya menutup kedua matanya bukan pingsan Lagi seperti yang ia pikirkan
"Hey kenapa kamu menangis , bangunlah Ruer , apakah kamu tidak mau bertemu dengan ku .?" Lin Fan menyentuh kedua pipi Ruer dengan telapak tangannya membuat Ruer yang awal nya mengira ini mimpi Langsung tersadar akibat tindakan Lin Fan tersebut
"Kamu .?" ucapnya dengan menatap Lin Fan
"Ada apa , apakah putri Ruer masih tidak mau bangun, jujur saja pahaku lumayan pegel sekarang " Lin Fan sengaja mengatakan hal itu Untuk membuat gadis di pangkuan nya itu bangun
dan benar saja , saat mendengar apa yang di ucap kan oleh Lin Fan , putri Yuan Ruer buru buru bangun dan membelakangi Lin Fan dan menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya
Sementara Lin Juan yang mendengar percakapan antara kedua pemuda pemudi itu hanya geleng geleng kepala , sebelum menghampiri mereka berdua
__ADS_1
"kalian berdua cepat bangun , mau sampai kapan kalian akan duduk di sana " Lin Juan menegur kedua karena saat ini istrinya dan Yuan Luer sudah menuju istana terlebih dahulu
"hehehe ayah " Lin Fan yang mendapatkan teguran itu hanya tersenyum cengengesan, berbeda dengan Yuan Ruer yang masih menunduk kan kepala nya akibat masih malu setelah kejadian sebelum nya saat dirinya tertidur di paha Lin Fan
"Pa paman Juan , ibu dan bibi kemana.?" tanya Yuan Ruer mengalihkan pembicaraan meskipun begitu nampak kegugupannya tidak bisa di sembunyikan
"mereka sudah pergi sebelumnya dan kemungkinan saat ini sedang menyiapkan makan an untuk kita , jika kamu mau kamu bisa menyusul nya di San...
"Baik paman , aku pergi dulu " belum selesai Lin Juan berucap Yuan Ruer sudah memotong nya dan nampak ia sudah berlari menjauh dari tempat itu Menuju istana
"Hais,... gadis itu nampak nya sangat menyukai mu Fan'er , lalu apa yang akan kamu lakukan dengan hal itu.?" Lin Juan menatap putra nya dengan serius, ia ingin mengetahui tanggapan dari putra nya itu
"Aku tau ayah , tapi biarkan waktu yang menjawab nya , karena saat ini aku masih belum mau memulai hubungan apapun dengan wanita selain ibu , " jawab Lin Fan pada Lin Juan
....
Di dunia luar tepat nya di istana kerajaan Yuan
kini istana tengah heboh akibat tidak di temukan nya sang putri dan permaisuri yang sebelumnya berada di dalam kamar sang putri
Raja Yuan Zhou dan pangeran Yuan Tian di buat panik dengan hal itu , sebab mereka mengira menghilang nya ke-dua nya ada hubungan dengan konflik yang sedang mereka hadapi saat ini
"Ayah bagaimana ini , apakah kita akan mengunjungi sakte Pilar kembar untuk memeriksa keberadaan ibu dan adik di sana , atau bagaimana.?" Yuan Tian menatap ayah nya Raja Yuan Zhou dengan wajah cemas nya
__ADS_1
"Tenanglah, jika kita melakukan itu maka kerajaan akan kosong dan konsekuensi nya istana ini dan juga ibu kota akan menjadi sasaran empuk bagi mereka, kita harus berpikir dengan kepala dingin , kita hanya bisa berdoa semoga adik dan ibumu tidak di bawa oleh mereka tapi pergi ke suatu tempat yang tidak kita ketahui , karena ayah masih sedikit ragu jika ini adalah ulah mereka mengingat betapa ketat nya penjagaan di sekitar istana dan juga ayah berada di sini , tidak mungkin orang itu bisa lolos dari persepsi ayah , tapi yang membuat ayah bingung aura adik dan ibumu menghilang begitu saja dari ruangan itu , seakan akan mereka memang menghilang di tempat itu " Yuan Zhou menenangkan sang putra yang nampak sekali ingin mengunjungi sakte musuh kerajaan nya itu ,
karena aura putri dan istrinya menghilang di ruangan itu tanpa menyebar ke tempat lain , ia menyimpulkan jika kepergian keduanya bukan karena di culik melainkan di bawa ke suatu tempat olah sosok kuat yang bisa mengelabui dirinya dan juga seluruh penjaga yang di tempat kan di istana nya
Meski ia tidak yakin seratus persen dengan itu , setidak nya itu adalah pemikiran yang bisa ia simpul kan saat ini dan berharap jika istri dan Putri nya baik baik saja
....
Malam hari nya saat Raja Yuan Zhou dan putra nya Yuan Tian tengah berbicara di tempat keluarganya biasa berkumpul, mereka sayup sayup Mendengar suara tertawa dari kamar putri Yuan Ruer
"Ayah , apakah kamu mendengar nya.?" tanya Yuan Tian pada Raja Yuan Zhou di depan nya
"Tentu saja ayah mendengar nya , tapi tunggu dulu , bukankah ini suara ibu dan adikmu ?" Yuan Zhou mengangguk pada Yuan Tian tapi kemudian ia kembali mendengar suara itu lagi bahkan lebih jelas dari sebelumnya dimana suara itu merupakan suara yang sangat ia kenali
Kemudian tanpa aba aba kedua nya langsung berlari menuju tempat suara itu berasal
"Brak....".
Kedua nya langsung menendang pintu kamar itu dan masuki nya , dan benar saja di sana saat ini terlihat putri Yuan Ruer dan permaisuri Yuan Luer tengah mengobrol dengan bahagia , entah apa yang mereka bicarakan sebelum nya, tapi bukan itu yang membuat raja Yuan Zhou dan pangeran Yuan Tian bengong saat menyaksikan itu , melainkan fakta bahwa putri Yuan Ruer yang sebelumnya tidak bisa bangun dari tidur panjang nya kini nampak biasa saja bahkan nampak tidak ada tanda tanda jika sang putri baru saja mengalami ke adaan itu
"Kalian bagaimana bisa....!???"
Raja Yuan Zhou menatap tak percaya dengan apa yang ada di depan nya saat ini
__ADS_1