
"Kakak , apakah yang kamu katakan benar.?" tanya Xiao dengan wajah penuh harap menatap ke arah Lin Fan yang tengah memangku si kecil Jia Li di hadapan nya
"Tantu saja , dan Juga nanti kalian berdua akan kakak ajak untuk bertemu dengan ayah dan ibu kakak yang nantinya akan menjadi ayah dan ibu kalian juga " jawab Lin Fan Tersenyum menatap Xiao , sementara tangan nya saat ini tengah mengelus kepala si kecil yang nampak sudah tertidur di pelukannya
"Kakak , aku Xiao mewakili adikku Jia Li mulai sekarang kami berdua adalah adik mu dan kami bersedia menggunakan marga kakak di nama kami " ucap xiao dengan wajah penuh semangat Bahkan ia tak sungkan Untuk Berlutut di hadapan Lin Fan saat mengatakan itu
"Bangunlah Xiao'er , kamu tidak perlu Berlutut untuk kakak , begitupun dengan orang lainnya, kecuali kepada kedua orang tua kita , apakah kamu mengerti.?" Lin Fan menggunakan aura nya untuk membangunkan tubuh Lin Xiao kemudian menariknya ke sisinya
"Kita istirahat dulu disini sampai Li'er bangun nanti , masalah pendaftaran yang kakak katakan sebelumnya bisa kita lakukan besok pagi " saat mengatakan itu , Lin Fan menepuk paha Nya agar Lin Xiao tidur disana, karena kebetulan sebentar lagi hari akan malam ,
Lin Fan memutuskan untuk mendaftar ke esokan harinya ,
melihat kode itu , Lin Xiao tidak ragu untuk meletakkan kepalanya di sana dan langsung tertidur pulas di paha Lin Fan , terlihat jelas wajah tertekan sebelum nya dari bocah kecil itu perlahan menghilang di gantikan oleh senyum di bibirnya bahkan saat ia tidur saat ini
Di usia nya yang masih 10 tahun , ia harus bisa hidup di dunia kejam ini berama sang adik yang masih berumur 5 tahun ,
Lin Fan tidak bisa membayangkan apa saja yang di alami oleh kedua bocah ini setelah kematian kedua orang tua mereka setahun lalu ,.
saat hati sudah gelap , kedua bocah itu sudah sangat lelap tidur nya , dan saat itu Lin Fan mulai melepaskan diri dari kedua nya ,
Lin Fan meletakkan kedua bocah itu di atas jerami tak lupa ia selimuti dengan kain yang ia keluarkan dari cincin nya ,
Setelah merasa kedua tidak kedinginan, Lin Fan langsung pergi dari sana untuk kembali ke ibukota, tujuan nya adalah untuk membeli pakaian untuk ke-dua adik baru nya itu , karena saat ini pakaian ke-dua sangatlah buruk dan bahkan banyak terlihat bolong di mana mana ,
__ADS_1
....
Ke esokan hari nya , si kecil Lin Jia Li terbangun pertama, kemudian gadis kecil itu nampak celingak-celinguk seperti mencari sesuatu, tapi kemudian nampak senyum indah di wajah mungilnya itu setelah melihat satu sosok tak jauh dari nya tengah memanggang daging
dengan Gembira ia langsung bangun dan melesat ke arah Lin Fan , alhasil karena ulahnya itu sang kakak Lin Xiao yang berada di samping nya ikut juga terbangun
"Xiao'er, kemarilah" ucap Lin Fan pada Lin Xiao yang nampak menatap ke arah nya yang saat ini tengah memangku si kecil Lin JiaLi
.
.
.
...
"Sekarang kalian mandi dulu di sana , nanti temui kakak di rumah setelah kalian sudah selesai mandi oke , dan jangan lupa ganti baju kalian dengan ini "
Lin Fan menunjuk cekungan yang ia buat sebelumnya dan di dalam nya sudah terisi air untuk tempat mandi kedua nya , tak lupa juga ia memberikan baju baru yang kemarin malam sudah ia beli
Kemudian ia menunggu ke-dua nya di gubuk ,
Tak lama kemudian terdengar suara si kecil memanggil Lin Fan yang tengah bersandar di salah satu tiang penyangga gubuk tersebut
__ADS_1
"Kakak , Kakak , lihat JiaLi sangat cantik dengan pakaian yang kakak berikan" terlihat gadis kecil imut berlari sambil berteriak memanggil nama Lin Fan ,
terlihat Jia Li dengan setelan baju putih di padukan dengan Warna biru langit , sangat cocok dengan paras nya yang cantik nan imut itu,
membuat Lin Fan terpana dengan apa yang ia lihat , sebab wajah si kecil sebelum nya nampak kusam penuh kotoran karena mungkin jarang mandi , kini sudah jauh berbeda 180 derajat dari sebelumnya, gadis kecil itu nampak seperti peri saat ini , dengan lesung pipi yang nampak saat gadis 5 tahun itu tersenyum, semakin membuat Lin Fan pangling dengan perubahan Gadis cilik itu ,
"Li'er sayang , sini peluk Kakak" Lin Fan merentangkan tangannya lebar lebar meminta si kecil untuk memeluk nya
"Bruk"
Lin JiaLi dengan semangat menubruk tubuh Lin Fan ,
"Dimana kakakmu lier.?" tanya Lin Fan seraya mengelus rambut gadis kecil itu
"Itu dia " jawab nya dengan suara kecil sambil menunjuk sosok Lin Xiao yang baru saja muncul dengan menggunakan setelan pakaian yang memiliki warna dan corak yang sama dengan yang di pakai Lin JiaLi saat ini , tapi bedanya baju yang di pakai Lin Xiao merupakan baju untuk kultivator pria dengan tambahan sedikit kain di pinggang nya seperti selendang yang di lilitkan di sana
"Baiklah adik adik kakak yang cantik dan Tampan, apakah kalian ingin ikut Kakak jalan jalan di ibu kota .?" tanya Lin Fan pada kedua nya , saat ini Lin xiao sudah berada di samping Lin Fan sementara si kecil masih di tempat yang sama yaitu di gendongan Lin Fan dengan kedua tangan mungilnya melingkar di leher Lin Fan
"Benarkah kakak akan membawa kami jalan jalan di ibukota.?" ucap JiaLi dengan antusias terlihat kedua bola mata nya berkedip kedip menatap wajah Lin Fan , karena ia selalu ingin keluar ke kota namun selalu di larang oleh xiao karena takut di ganggu oleh orang orang di sana , apalagi ke-dua nya pernah mengalami kejadian tak mengenakan saat awal awal kematian kedua orang tua mereka setahun lalu
waktu itu kedua nya tengah berjalan jalan di ibukota untuk mencari makanan yang sudah di buang di tempat sampah, namun keduanya malah bertemu dengan segerombolan pemuda yang dengan tega menghina dan memukuli kedua nya saat itu ,
Untung ada seseorang yang menolong mereka berdua saat itu , dan orang itulah yang akhirnya sering membantu ke-dua nya selama setahun ini , tapi belakangan ini entah mengapa orang tersebut tidak muncul lagi di gubuk tempat mereka tinggal itu ,
__ADS_1
Yang akhirnya memaksa Xiao kecil untuk keluar untuk membeli roti sebelum nya hingga bertemu dengan Lin Fan waktu itu