Kelahiran Kembali Sang Pembantai

Kelahiran Kembali Sang Pembantai
Bab 51


__ADS_3

Di sepanjang jalan Lin Fan menadapat kan tatapan dari berbagai pasang mata dari pengunjung ataupun para pekerja di penginapan tersebut


Tapi Lin Fan tidak mau repot repot dengan itu , ia langsung berjalan keluar dari penginapan itu untuk menuju Paviliun Naga malam yang terletak di tengah tengah ibu kota ,


karena memang saat ini Paviliun tersebut menjadi pusat bagi seluruh kultivator maupun orang biasa untuk menemukan kebutuhan mereka di sana, baik dari sumberdaya kultivasi , senjata, kitab Teknik, dan informasi,


Lin Fan yang tengah menuju Paviliun itu tidak sulit untuk menemukan lokasi nya , karena banyak pejalan kaki di ibu kota rata rata membicarakan Paviliun tersebut


15 menit kemudian Lin Fan sudah tiba di depan paviliun tersebut ,


Tanpa menunggu lama ia langsung memasuki tempat itu , dan langsung menuju ke meja salah satu resepsionis yang kebetulan tidak lagi melayani pelanggannya seperti meja meja yang lain nya


"Permisi nona , apakah manager di sini ada.?" Tanya Lin Fan saat sudah tiba di meja resepsionis itu


Sementara untuk resepsionis yang mendapatkan pertanyaan dari sosok bertopeng yang tiba tiba muncul di hadapan nya itu , tidak langsung menjawab nya melainkan memindai tubuh Lin Fan dari atas hingga bawah , kemudian setelah ia tidak menemukan kejanggalan apapun dari sosok Lin Fan barulah ia berbicara


"Maaf Tuan , apakah anda sudah membuat janji dengan manager kami?, karena tidak sembarang orang bisa menemui nya tanpa membuat janji terlebih dahulu " Tanya nya pada Lin Fan dengan sopan


"Kebetulan aku tidak memiliki janji sebelum nya dengan manager di sini ، tapi aku memiliki ini "


Lin Fan mengeluarkan lencana hitam dengan pola emas bergambar naga di tengah nya tepat di hadapan resepsionis itu membuat sang resepsionis langsung gugup tanpa bisa bersuara ,


melihat itu Lin Fan langsung menyimpan kembali lencana miliknya


"Bagaimana nona apakah aku harus membuat janji untuk bertemu manager di sini.?" tanya Lin Fan sedikit bercanda untuk menghilangkan kegugupan resepsionis di hadapan nya itu


"Tu Tuan , mari ikut saya , maafkan kelancangan saya sebelumnya karena sudah lancang terhadap tuan " Resepsionis itu meminta maaf dengan gugup dan memimpin Lin Fan menjauh dari tempat itu Menuju ruangan manager berada ,


"Tidak perlu takut , aku tidak akan memecat mu hanya karena hal itu , justru aku sangat menyukai kinerja mu sebelum nya , pertahankan dan mintalah bonus pada manager nanti nya katakan jika aku yang menyuruh mu " Lin Fan menepuk pundak resepsionis wanita yang tengah menunduk kan kepala nya di sepanjang perjalanan menuju ruangan manager karena kemungkinan ia takut di marahi oleh nya


"Tu tuan terimakasih, saya berjanji tidak akan mengecewakan anda karena sudah mempercayai saya sebelumnya" Mendengar ucapan Lin Fan sebelum nya , ia langsung tersenyum senang dan perasaan takut dan gugup sebelum nya langsung sirna di gantikan dengan Semangat membara saat ia memikirkan bonus yang akan di terimanya nanti apalagi yang merekomendasikan bonus tersebut adalah sosok penting paviliun itu sendiri

__ADS_1


"Silahkan Tuan masuk sendiri , saya hanya bisa mengantar anda sampai di sini , karena ruangan ini hanya di khusus kan untuk petinggi jadi saya tidak bisa menemani tuan ke dalam " setelah sampai di depan ruangan megah yang bertuliskan manager di pintu ruangan tersebut, sang resepsionis mempersilahkan Lin Fan masuk seorang diri karena tempat ini tidak bisa ia masuki karena ia hanya seorang resepsionis sedangkan tempat itu khusus untuk para petinggi paviliun melakukan pertemuan


"Baiklah terimakasih, kamu bisa kembali kalau begitu "Lin Fan mengangguk pada resepsionis itu dan mengucap terima kasih padanya karena sudah mengantar kan diri nya dan menyuruh nya untuk kembali ke tempat nya


setelah melihat Resepsionis sebelum nya sudah menghilang dari pandangan nya , Lin Fan langsung mengetuk pintu di hadapan nya


"..Tok....Tok....Tok.."


setelah ketukan pintu tersebut, tak akan kemudian terdengar suara dari dalam


"Silahkan masuk ,"


Terdengar suara seorang pria menyuruh Lin Fan untuk masuk


mendengar itu Lin Fan langsung membuka pintu tersebut dan memasuki nya


"krrriieeeeekkk"


saat ini Lin Fan sudah berada di dalam ruangan megah tersebut, dimana di kejauhan dihadapan nya , tepatnya di sebuah meja besar tengah duduk seorang dengan kisaran usia 30 tahunan nampak fokus membaca laporan laporan di tangan nya dan nampak ada juga setumpuk kertas yang kemungkinan dokumen penting ada di sana juga di meja itu ,


"Paman bisa berhenti sebentar, karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan paman saat ini " Lin Fan yang melihat orang di depan nya itu masih tidak menyadari kehadirannya langsung membuka suara agar orang itu berhenti


Orang yang di panggil Paman oleh Lin Fan itu merupakan manager di paviliun cabang yang ada di ibukota ini , dan ia merupakan saudara kandung dari manager Chi Tatu yang mengelola Paviliun pusat di kota naga


Mendengar ada suara orang lain di ruangan nya , pria itu langsung mengangkat kepala nya dan mendapati sesosok pria bertopeng tengah mantap ke arah nya


"Siapa kamu , apakah kamu orang sebelum nya yang mengetuk pintu ruangan ini .?" tanya nya kaget , sebab ia kira orang sebelum nya yang mengetuk ruangan nya adalah bawahan nya yang biasa nya datang untuk melaporkan perkembangan paviliun ini , tapi yang tidak ia duga malah orang lain dengan menggunakan topeng hitam yang saat ini berada di ruangan nya


"Paman tidak usah memasang sikap waspada seperti itu karena aku bukan musuh , dan kedatangan ku kali ini untuk mencari informasi di sini , dan satu lagi tolong laporkan pada paman Tu jika aku saat ini mengunjungi paviliun di ibu Kota agar ia tidak menghawatirkan aku lagi " melihat tatapan waspada dari orang di depan nya , Lin Fan hanya tersenyum dan langsung menjelaskan maksud kedatangannya dan siapa dirinya , dengan menyebut kan nama manager Tu kenalan nya


"Tu Tuan , apakah anda tuan muda Lin Fan.?"

__ADS_1


dengan gugup sang manager bertanya dengan hati hati pada Lin Fan setelah mendengar kalimat terakhir dari Lin Fan sebelumnya yang mengatakan jika ia merupakan kenalan dari saudara nya yang kebetulan menjadi manager di paviliun pusat yang ada di kota naga , dan hanya satu orang yang memanggil Saudara nya itu dengan sebutan paman di kerajaan ini karena mereka berdua hanya lah hidup berdua tanpa ada keluarga lagi , jadi sosok di hadapan nya ini seharusnya merupakan bos yang di sebutkan oleh sang kakak padanya


"Tidak usah gugup paman , benar aku Lin Fan , " Jawab Lin Fan santai


"Brak .. Bruk...."


dengan panik sang manager langsung bangun dari meja kerja nya dan langsung berlutut di lantai tepat di depan Lin Fan , karena takut membuat sosok tuan muda nya itu marah akibat sikapnya sebelum nya , dan parahnya lagi ia tidak menyambut nya tadi


"Bangunlah paman , tidak usah melakukan hal itu , ini berlaku untuk seterusnya, paman di larang berlutut padaku , "


Lin Fan membangun kan sang manager dan mendudukkan nya di sofa tempat ia duduk sebelum nya


"Paman bisakah aku mengetahui mamamu, karena tidak sopan rasanya bagiku untuk terus berbicara dengan mu sementara aku tidak mengetahui mamamu " Lin Fan dengan sopan berbicara dengan sang manager yang ada di samping nya agar sang manager tidak terlalu tegang dan kaku saat menghadapi nya


.


.


.


.


.


.


.....


"satu chapter dulu , karena masih ada urusan di real life , tapi nanti next nya akan up seperti biasanya.....


untuk itu author ingin meminta maaf untuk kalian semua ,

__ADS_1


karena tidak bisa up banyak seperti biasanya....


bye bye......"


__ADS_2