Kelebihanku

Kelebihanku
#27•Terror Sosok Misterius


__ADS_3

《Ada sebagian orang tidak percaya, sebagiannya lagi mati dengan penglihatannya sendiri.》


Sudahlah lebih baik aku tidak terlalu ikut campur urusannya, dan kembali mencari kunci.


Kurang lebih tiga menit, akhirnya aku bisa menemukan satu buah kunci. yang ku temukan di semak-semak tidak jauh dari tenda. Namun siapa sangka kalau di balik semak-semak terdapat mata merah menyala, yang mendelik ke arahku.


Karna aku sudah mulai terbiasa dengan hal-hal semacam itu, jadi tidak terlalu mengejutkan sekaligus menakutkan lagi bagiku. "Dit! yuk ah balik ketenda." Dimas datang dari arah depan dengan raut wajah senang, serta membawa beberapa buah kunci di tangannya.


"Mas, kamu dapet banyak kunci ya." decak kagumku, tidak kusangka dalam waktu beberapa menit Dimas bisa membawa beberapa buah kunci.


"Iya dong aku... yasudahlah ketenda yuk istirahat, nanti baru kumpul." Dimas berjalan dan masuk kedalam tenda. "Aaa...!" teriak Dimas dari dalam tenda membuatku terkejut dan langsung bergegas menghampirinya.


"Ada apa?!"


"Bangkai burung gagak hitam! kenapa bisa ada di dalam tenda kita?!" jawab Dimas terkejut.


"Mana aku tau, kamukan juga tau kalau aku di luar tenda barusan. Sudahlah tidak perlu memikirkan hal itu, yang lebih penting kita singkirkan dulu bangkainya." tuturku.


Aku, dan Dimas, berusaha menyingkirkan bangkainya dan membersihkan tenda, setelah itu kami duduk di depan tenda, memikirkan siapa? dan bagaimana? bisa bangkai burung ada di dalam tenda kami berlima, padahal sebelumnya tenda tertutup rapat tanpa sedikitpun terbuka.

__ADS_1


"Dit, aku masih tidak percaya dengan bangkai yang barusan, kurasa ada seseorang yang sedang mengerjai kita, siapapun orangnya akan ku jambak rambutnya." ucap Dimas, duduk di depan tenda menghadapku. "Aw...!" Dimas memegang kepala bagian kirinya.


"Kenapa kamu?!" tanyaku.


"Ada yang melempar batu krikil, arahnya dari sana deh." Dimas dan aku menoleh ke arah kiri, mencari siapa yang melempar batu krikil kepada Dimas. "Kok gak ada orang sih Dit!?"


"Sebentar! diam dulu!" aku melihat sesuatu, seperti asap hitam tebal, di balik semak-semak. Apa mungkin sosok yang barusan ku lihat, dengan mata merah menyala?


"Ada apa? kamu melihat seseorang?!" tanya Dimas.


"Tidak, aku tidak melihat siapapun di sana. Sudahlah mari kita kumpul saja, sudah di perintahkan panitia untuk kumpul tuh." aku beranjak dari dudukku dan berjalan ke arah para siswa berkumpul.


***


Selesainya acara api unggun, kami kembali kedalam tenda untuk tidur dan beristirahat. Ada sedikit ke anehan, yang terjadi ketika acara api unggun sedang berlangsung, beberapa anak ada yang kerasukan entah dengan sosok apa. Aku tidak tau dan tidak terlalu memeperdulikannya namun sepertinya dengan sosok yang sama, yang kulihat di semak-semak.


"Dit! kamu melihat jaket yang tadi kutaruh di sini gak? kok hilang ya?" tanya Dimas, menunjuk tempat yang sebelumnya dia taruh sebuah jaket miliknya.


"Coba cari dulu yang benar!" aku membantu Dimas mencari jaketnya di dalam tenda.

__ADS_1


"Eh...eh... ketemu. Eh, ini apa?!" tanya Dimas tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Darah kental dengan bau amis yang cukup menyengat menjadi noda yang terdapat di jaket Dimas. "Kenapa jaket aku bisa terdapat darah?! sepertinya tadi baik-baik saja."


"Tenang Dim, aku cium darahnya. Sepertinya ini darah binatang, aku curiga mungkin ini perbuatan seseorang."


"Tapi siapa!? orang itu benar-benar sudah keterlaluan, ini sudah bagaikan sebuah terror untuk kita! aku enggak terima!" sambung Dimas kesal.


Dimas ke kamar mandi, membersihkan jaketnya dari noda darah, aku juga membersihkan tetes-tetesan darah yang menetes dari jaketnya Dimas, jatuh kelantai tenda.


Aku hanya memastikan keluar tenda, sepertinya ada seseorang yang sedang memperhatikanku dari kejauhan, dengan sigap aku mengambil senter yang ku bawa di dalam tas ranselku, dan bergegas mencari sosok bermata merah menyala, kemungkinan dialah dalang di balik semuanya.


Aku menyalakan senter, lalu mengejar sosok itu yang kemungkinan berlari ke dalam hutan. "Dito mau kemana." tanya Dimas keheranan melihatku berlari ke dalam hutan.


Aku menoleh ke arahnya dan berkata "Tetaplah menjaga tenda! aku ada urusan sebentar." aku melanjutkan lariku dan pergi meninggalkan Dimas di belakang.


Aku masuk ke dalam hutan, melihat sekeliling, dan menengadahkan kepala, menatap pepohonan yang menjulang tinggi ke langit. "Sebenarnya sosok apa dia?" gumamku pada angin yang berhembus.


Aku melirik arloji, sepertinya hari sudah semakin malam tidak seharusnya aku masuk ke dalam hutan, sama saja seperti aku memberikan diriku sebagai umpan untuk mereka makan.


Aku langkahkan kakiku, kembali ke tempat kemah, dan keluar dari dalam hutan yang gelap ini. Namun mataku tidak bisa ku bohongi, sosok-sosok ghoib yang berada di dalam hutan ini, mulai keluar satu persatu, menampakan wujud mereka ke pandanganku.

__ADS_1


__ADS_2