Kelebihanku

Kelebihanku
#30•Aku Mulai Membenci Mereka


__ADS_3

《Para pembaca setia Kelebihanku, dukung kelebihanku dengan klik like and vote ya.. heheh see you next bab, komenan serta masukan kalian sangat berharga bagiku. Keep smile.》


Aku dan Rizky terus memanggil, dan mencari keberadaan Dimas, sama seperti yang dilakukan aku ketika mencari Riko yang hilang di curug. Rizky memegang pundak kananku dan berkata. "Dit, kita balik saja ke kemah. Beritahu yang lainnya kalau Dimas menghilang." ujar Rizky.


Akhirnya aku dan Rizky memutuskan untuk kembali ke tempat kemah, dan memberitahu kabar hilangnya Dimas. "Kak, Dimas menghilang." tuturku mengatakan yang sebenar-benarnya kepada Kak Lintang, ketua panitia kemah.


"Maksudmu? aku sedang tidak ingin mendengar leluconmu, pergi sana aku sedang sibuk!" seru kak Lintang membuat kutertegun diam. "Kamu tidak lihat ini, aku sedang sibuk."


"Tapi kak. Dimas memang benar menghilang kak."


"Mungkin dia hanya sedang berkeliling hutan, tunggu saja nanti juga akan kembali." celetuk teman sebaya kak Lintang, termasuk panitia kemah juga.


Aku kalang kabut, tidak mengerti apa yang harus aku lakukan untuk menemukan Dimas. "Dit, kenapa kamu? kuperhatikan dari tadi sepertinya kamu ada masalah, mau kubantu?" tawar Bella, menawarkanku bantuannya.

__ADS_1


"Bell, Dimas menghilang. Aku enggak tau apa yang harus aku lakukan lagi, sudah kucari di sekitaran hutan namun Dimas belum juga bisa kutemukan." tuturku dengan air mata yang sebentar lagi berlinang. Aku takut akan terjadi apa-apa dengannya, apa lagi Dimas satu-satu sodara sekaligus teman bagiku, tanpa dia aku tidak bisa bermain dan dekat dengan yang lainnya.


Bella menoleh ke kiri, lebih tepatnya menoleh ke arah sosok berkebaya merah, aku rasa mereka berdua sudah menjalin persahabatan antara, manusia dengan makhluk halus. "Mbok, mbok Sukmi bisa tau enggak di mana, teman Bella yang baru saja menghilang?" ucap Bella kepada sosok berkebaya merah.


Kulihat dengan kelebihanku, sosok berkebaya merah itu, hanya menggelengkan kepalanya yang berarti dia tidak tau menau di mana, Dimas berada. Apa yang harus aku lakukan sekarang. "Aku bantu kamu, dengan mencari informasi dari makhluk halus yang berada di sekitar sini, kamu tenanglah dulu." ujar Bella, meninggalkanku.


"Dito!" panggil Rizky.


"Iya ada apa?"


"Bagaimana bisa! apa mereka tidak ingin mencari Dimas sekarang. Perasaanku mulai tidak enak." air mataku seketika menetes, tidak ada bisa aku lakukan. Selain berdiam diri, aku pikir aku adalah teman yang tidak berguna, sodara sepupu yang jahat. Jika aku kehilangan seseorang yang penting di hidupku, karna mereka makhluk ghoib aku tidak akan segan-segan membenci mereka seumur hidupku.


"Dit, aku mendapatkan informasi, hah.. hahh... " ucap Bella dengan nafas yang tidak teratur, karna berlari.

__ADS_1


"Informasi apa!" seruku tidak sabar mendengar kabar Dimas.


"Aku harap kamu tidak akan kecewa dan mulai berpikir negatif, atas informasi yang aku dapat. Aku mendapatkan informasi dari makhluk ghoib yang berada di sini, katanya kalau ada yang menghilang dari hutan ini, berarti orang itu sudah di ambil sosok makhluk ghoib kuat, dan di bawa kekerajan ghoib." ujar Bella, membuatku tidak habis pikir, kenapa akhir-akhir ini setiap masalahku akan berhubungan dengan mahkluk halus.


Aku berlari kedalam hutan, tidak terima apa yang baru saja Bella katakan padaku. Dimas tidak mungkin hilang, Dimas pasti bisa aku temukan, Dimas akan selamat. "DIMAS!!" teriakku sekuat tenaga, harapanku satu-satunya adalah melihat Dimas di hadapanku sekarang.


Aku berjalan, dengan meneriaki nama Dimas terus menerus, karna hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini. Namun kelebihanku tidak dapat mendukungku, mata ini tetap terus melaksanakan tugasnya.


Dari kejauhan aku melihat sesosok ghoib, entah bagaimana bentuknya namun sangat menyeramkan bagiku.



auranya sangat panas dan negatif, sialnya dia melihat dan sadar kalau aku menyadari keberadaanya. Sosok itu mendekat ke arahku perlahan, semakin dekat dan dekat. Hingga aku berusaha berlari sekencang mungkin menjauh darinya.

__ADS_1


Entah apa yang aku tabrak dengan sangat kuat. Hingga aku tidak sadarkan diri, semua menjadi gelap dan pening di kepalaku.


__ADS_2