
《Aku benar-benar kecewa, ketika ada seseorang yang menggunakan energi makhluk ghoib untuk kepentingan duniawi.》
Waktu terus berlanjut. Para mahasiswa baru sudah terlihat sangat kelelah, karna dari pagi hari hingga menjelang sore hari. Para mahasiswa baru belum juga diperbolehkan untuk pulang. Sekitar pukul delapan belas, lewat tiga puluh menit. Barulah kami para mahasiswa baru di perbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Aku akan berjalan kaki, sekitar tiga menitan untuk tiba di kost. Diperjalananku menuju kost secara kebetulan aku bertemu dengan Bella. "Hai Dit. Ketemu lagi deh, heheh... "
"Ah hai juga." seketika pandanganku langsung terfokuskan. Kepada seorang perempuan yang baru saja lewat di samping.
"Kamu merasakannya juga ya" seru Bella. "Perempuan barusan, namanya siapa ya? entahlah aku lupa. Kamu merasakan aura negatif darinya kan, sepertinya dia memiliki sosok penjaga." jelas Bella, memberitahuku.
"Sosok penjaga?" tuturku tidak mengerti. Apa yang dimaksud oleh Bella.
"Ya... hampir sama seperti ketempelan, namun bedanya kalau. Sosok penjaga biasanya, sosok itu akan mengikuti kemanapun apa yang dia jaga. Jika ada sesuatu yang membuat apa yang ia jaga menangis atau terluka, biasanya dia akan langsung membuat hukuman bagi sipelaku. Karna sudah membuat yang ia jaga terluka atau menangis, sosok penjaga biasanya lebih posesif dan kuat dari hantu-hantu lainnya." aku benar-benar baru mengetahui, adanya jenis hantu penjaga.
"Kenapa dia. Bisa memiliki sosok penjaga?" tanyaku untuk yang kedua kalinya, kepada Bella.
"Ketempelan, biasanya memiliki arti diikuti atau di tempeli makhluk halus. Lain halnya dengan sosok penjaga. Yang sudah pasti, sosok penjaga tidak tiba-tiba datang dan mengikuti. Sosok itu diudang, dan sudah terikat janji oleh sang pemilik."
__ADS_1
"Jadi maksudmu dia. Sendirilah Yang telah memiliki keterikatan janji dengan sosok penjaga." sambungku.
"Ya bisa di bilang seperti itu, kata nenekku. Kalau sudah memiliki keterikatan janji dengan mahkluk ghoib, sangat sulit untuk memutuskannya. Mungkin selama aku kuliah. Hal yang perlu aku lakukan hanyalah, Menghindari berurusan dengannya." tutur Bella. "Oh ya Dit. Aku mau naik angkutan kota, kamu masih jalankan, hati-hati ya. Sampai jumpa lagi." pamit Bella, seraya tersenyum dan berlari meninggalkanku di belakang.
***
Akupun melanjukan perjalananku. Untuk pulang ke kostan, namun siapa yang menduga. Kalau di perjalananku pulang, aku bertemu dengan perempuan, yang barusan aku bicarakan dengan Bella. Dia terlihat menangis di taman. "Apakah aku harus menenangkannya. Dan bertanya mengenai masalahnya?" gumamku, namun apa peduliku. Mengenal namanya saja tidak, masa karna berpa-pasan denganku aku malah menjadi sok akrab dengannya.
"Hiks...hiks... tolong.... aku ingin memiliki teman, jadilah temanku, kumohon jadilah temanku. Siapapun itu." kata perempuan, itu sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Siapa kamu? apa yang bisa kamu lakukan memangnya, pergilah aku tidak perlu bantu manusia lemah sepertimu." kata-katanya, benar-benar sangat menusuk. Padahal aku sudah berniat ingin membantunya, tidak terlupakan sosok penjaga yang berada di belakang tubuhnya. Benar-benar sangat besar, dan berwajah menyeramkan dengan sorot tajam matanya serta memiliki rahang gigi yang begitu terlihat tajam.
"Yasudah, baiklah aku pergi. Pulanglah sebelum hari semakin malam." tuturku. Lagipula aku juga tidak ingin berurusan dengan sosok penjaga miliknya.
"Hai apakah. Kamu percaya kalau mereka ada?" gumam perempuan itu, dengan matanya yang sayup karna menangis. "Sudah dua tahun, semenjak aku lulus sekolah menengah atasku. Aku belum juga memiliki seorang sahabat, bahkan seorang temanpun tidak. Entah karna apa mereka semua menjauhiku, apa karna aku jelek, aku tidak kaya, atau apa?! mereka meninggalkanku tanpa suatu alasan yang jelas." perempuan itu mengungkapkan kesedihannya padaku.
"Mungkinkah karna sosok penjaga." celetukku.
__ADS_1
"Apa! bagaimana bisa kamu tau kalau aku. Memiliki sosok penjaga?!" seru dia terkejut, karna aku mengetahuinya.
"Putuskanlah perjanjianmu dengan sosok penjaga, mungkin saja sosok penjagalah yang membuatmu tidak bisa memiliki seorang teman. Karna auramu dengan aura sosok penjaga bercampur menjadi satu."
Perempuan itu bangkit dari duduknya. "Tidak, tidak mungkin!! sosok penjaga baik. Dia benar-benar menjagaku dari orang-orang jahat." bentak perempuan itu, membantah perkataanku.
"Apa alasannya kamu memilih untuk, memiliki keterikatan janji dengan sosok penjaga? bagaimana bisa kamu berani untuk melakukannya?" tanyaku memastikannya.
"Semasa remajaku, teman-temanku selalu membullyku. Aku yang tumbuh tanpa kasih sayang dan perlindungan dari kedua orangtua yang sudah tiada, membuatku membutuhkan sosok penjaga di dalam kehidupanku. Bagiku nenekku hanya sedikit memberikanku kasih sayang, dan perlindungannya. Bahkan ketika ia mengetahui kalau aku dibully di sekolah, dia hanya bersikap biasa saja seperti tidak ada masalah apa-apa. Itulah yang membuatku memutuskan untuk pergi kedukun dan membuat perjanjian dengan sosok penjaga." cerita perempuan itu, dengan meneteskan air matanya. "Namun setelah aku pergi kedukun. Dan memiliki keterikatan janji dengan sosok penjaga, aku kira aku akan hidup bahagia seperti remaja lainnya. Nyatanya aku malah tidak memiliki seorang teman satupun, hiks... hiks... "
Aku rasa ini semua. Seratus persen kesalahannya, seharusnya dia berani mengambil resikonya sendiri. "Kamu yang menyalakan apinya, kamu jugalah yang harus memadamkannya sendiri." ujarku seraya berjalan, meninggalkannya.
"Apa! maksudmu apa?!" bentak dia, marah-marah kepadaku. "Bisakah kamu menjadi temanku?"
"Tidak, aku tidak ingin berteman. Dengan seorang yang memiliki keterikatan janji dengan setan."
Tempramennya sangat tinggi. Pantas saja dia tidak memiliki seorang teman, cocoklah dia dengan sosok penjaga.
__ADS_1