
《Aku melihat mereka, namun aku bersikap seolah-olah aku tidak melihat mereka.》
Hai para pembaca, setia Kelebihanku. Sepertinya kalau membaca kisah perjalanan. Dito terus seperti ada rasa kejenuhan. "Kan, ini novel kisah Kelebihan saya thor. Pembaca setia kisah saya juga enggak bilang bosan, authornya aja nih yang ribet." ucap Dito kesal.
Hai. Masih untung kisah kamu saya lanjutkan, saya ingin di bab yang satu ini. Spesial untuk pembaca yang waktu itu sempat cerita pengalamannya di kolam komentar. Jadi untuk hari ini, kamu tidak perlu bawel. Bilang "Up thor! up! pembaca setia kelebihan saya, sudah menunggu." kata author mengikuti ucapan yang selalu Dito katakan. "Sekarang kamu saya liburkan, sana pergi rapihkan kamar kostmu! yang sangat berantakan! jangan lupa, buang plastik bekas mie instanmu!" perintah author pada Dito.
"Iya-iya, huhuh... sampai jumpa para pembaca tercintaku. aku cinta kalian." tutur Dito. Seraya berjalan menuju kamar kostnya.
Jadi tanpa berlama-lama lagi. Mari kita mulai bab spesial ini.
***
-Pertemuan Di Halte Bis-
"Aku telat... aku telat!" panik. Seorang gadis berseragam putih abu-abu, seraya berlari masuk kedalam gedung sekolah.
"Desy Karina Wanda. Sudah yang kelima kalinya kamu telat, apa kamu tidak bosan. Selalu saya hukum! ingat kamu sudah kelas tiga SMA, seharusnya kamu berpikir. Kalau sebentar lagi kamu akan melaksanakan ujian dan lulus!" bentak seorang perempuan berjas dengan rok hitam. Memarahi Desy untuk yang kelima kalinya karna telat.
"Iya bu saya minta maaf, kan saya telat juga karna penambahan materi di sekolah hinggal sore hari, terus pulangnya saya mengerjakan pr. Hinggal larut malam, dan kekurangan tidur. Jadi saya telat deh."
__ADS_1
"Alasan saja kamu, kali ini kamu saya tidak hukum. Tapi buat lain hari kamu telat lagi! saya panggil orang tua! mengerti!!" tegas bu Anisa, wali kelas Desy.
"Iya bu. Mengerti."
Jam pelajaran dimulai.
Desy melaksanakan tugasnya sebagai pelajar. Ia sangat fokus sekali dalam hal masalah belajar, hingga terdengar suara bel istirahat. "Des, enggak kekantin lagi." tutur Bunga teman sebangku Desy.
"Ah iya enggak. Aku masih mencatat karna ketinggalan banyak pelajaran."
"Yasudah, aku juga." ucap Bunga. "Oh iya Des. Kamu sudah dengar belum? kabar yang lagi beredar belakangan ini, tentang halte bis yang berada di depan sekolah kita. Katanya di sana sering terjadi penampakan anak seusia kita yang setahun lalu tertabrak lari, terus ya... penampakannya sering terjadi ketika jam menunjukan pukul delapan belas lewat lima puluh menit, bisa jadi jam itu menandakan jam dia tertabrak." cerita Bunga pada Desy.
"Ih aku serius. Yang sudah melihat tuh enggak cuman satu, tapi banyak. Kamu enggak melihatnya karna jam kamu di halte, dengan jam dia biasa menampakkan diri berbeda." Bunga berusaha meyakinkan Desy namun, Desy tetap tidak percaya dengan berita yang beredar.
Waktu terus berlanjut, hingga tiba saatnya bel pulang. Desy merasa senang, karena hari ini dia tidak ada kelas pendalaman materi. Namun di hari esok baru jadwalnya masuk ke kelas pendalaman materi, sepulangnya Desy dari sekolah. Desy melihat ibu dan adiknya yang berada di ruang makan, Desypun menghampiri ibunya dan mencium tangan ibunya. "Eh kak Desy, tumben pulang cepat." ledek Tiara adiknya Desy.
"Berisik kamu! bu Desy mau ke kamar dulu ya. Nanti Desy bantu." pamit Desy kepada ibunya.
Dua menit kemudian, Desy kembali ke dapur dan membantu ibunya memasak untuk makan malam. Setelah membantu ibunya memasak makan malam, sekaligus menunggu ayahnya pulang. Dua puluh menit kemudian, barulah keluarga Desy melakukan makan malam bersama. "Kak Des, kakak tau tidak? kabar tentang penampakan siswa tabrak lari di halte depan sekolah kita." tanya Tiara kepada kakaknya. Yang kebetulan mereka satu sekolahan.
__ADS_1
"Tau." jawab Desy singkat, kepada Tiara.
Tanpa sepata katapun yang keluar dari dalam mulut Desy. Hingga makan malam selesai, dan Desy masuk kedalam kamarnya.
***
Pagi telah tiba, seperti rutinitas biasa. Desy pergi berangkat kesekolah diantar oleh ayahnya. "Yah, Desy pamit sekolah ya." ucap Desy seraya mencium tangan ayahnya. Dan berlari masuk ke gedung sekolah, untungnya hari ini Desy tidak telat lagi.
Hari ini, akan menjadi hari termelelahkan bagi Desy. Karna dia akan mengikuti begitu banyak ujian dan pendalaman materi hingga menjelang sore hari. Sepulangnya Desy dari pendalaman materi sekolah, pukul delapan belas lewat tiga puluh menit. Seperti biasanya Desy menunggu bis yang akan mengarah ke arah rumahnya, di detik-detik Desy menunggu bis. Desy mulai merasa jenuh dan bosan, dibenaknya tiba-tiba saja terlintas tentang arwah gentayangan yang selalu menampakan diri di depan halte bis. "Sepertinya aku ingin mencobanya sekali. Apa mungkin yang di katakan oleh anak-anak memang benar adanya." gumam Desy. Seraya menguncang-uncang kakinya santai.
Menit demi menit berlalu, detik demi detik berlalu. Hingga tiba saatnya pukul delapan belas lewat lima puluh menit. Yang katanya arwah murid tabrak lari itu akan muncul, Desy terus menunggu namun tidak terjadi apapun, bahkan melihatnyapun tidak. "Sedang menunggu bis?" tanya seorang siswa, cantik duduk di samping Desy. Sebelumnya Dest terkejut dan mengira jika anak itu adalah arwah siswa yang di kabarkan, namun setelah Desy melihat jika dia menapakkan kakinya di tanah, Desy merasa tenang.
"Ah iya, kamu juga?" tanya Desy kembali.
"Tidak. Aku tidak menunggu bis, aku menunggu mobil itu datang." jawab siswa cantik itu, seraya tersenyum ke arah Desy.
"Oh maksut dia mungkin mobil jemputannya kali ya." pikir Desy.
"Ah bis yang ingin kunaiki, sudah datang. Sampai jumpa." ucap Desy kepada. Siswa cantik tersebut.
__ADS_1
Bispun berhenti tepat di depan halte, dengan langkah kaki menaiki bis. Tiba-tiba saja siswa cantik itu menjawab ucapan Desy kembali. "Lain kali kita bicara lagi ya." tutur siswa cantik itu, Desypun menoleh ke arahnya. Namun yang Desy lihat bukanlah siswa cantik yang sebelumnya dia lihat, melainkan sosok arwah berseragam dengan luka, serta darah yang menodai di setiap lipatan seragamnya.