Kelebihanku

Kelebihanku
#34•Mencari Tau


__ADS_3

《Kebanyakan sosok, yang sering ku lihat, adalah perempuan.》


Keesokan harinya, aku berkegiatan mengeluarkan pakaian kotorku, dan juga barang-barang yang kubawa, atau bisa dibilang membersihkan tas ranselku. "Sepertinya jaket ini milik Rizky, kok berada di ranselku, apa mungkin kebawa ketika sedang merapihkan tenda waktu itu?" batinku dalam hati.


Aku tidak memiliki nomor handphonenya, apa lagi aku juga tidak terlalu dekat atau mengenalnya jauh. "Bagaimana ya?" gumamku bingung.


Akhirnya selesai aku membersihkan tas ranselku, aku berinisitif untuk menanyakan alamat rumah Rizky kepada wali kelas, untuk mengembalikan jaketnya. Bagaimanapun aku merasa tidak enak jika aku tidak mengembalikan secepatnya.


Wali kelaspun, memberikanku alamat rumah Rizky. Tanpa waktu yang lama, aku bergegas menuju alamat yang telah di beritahu wali kelas kepadaku. Walaupun jarak rumahnya lumayan cukup jauh, namun keputusanku untuk mengembalikan jaketnya sudah bulat.


***


Akupun sampai di depan rumah, berpagar hitam. Yang sudah kupastikan rumah itu adalah rumah Rizky, "Rizky..." panggilku dari luar pagar, yang tidak di gembok. Sudah beberapa kali aku memanggil namanya namun masih belum juga, mendengar jawaban dari dalam rumahnya.

__ADS_1


Kulihat ada sebuah bel, yang tertempel di samping pagar rumahnya. Aku tekan belnya siapa tau berbunyi dan seseorang akan keluar dari dalam rumahnya. Satu menit telah berlalu, namun seseorang belum juga muncul dari dalam rumah. "Apa tidak ada orang di dalam?" gumamku pada angin yang berhembus.


Dengan keraguan, aku masuk kedalam rumahnya, kubuka pintu depan rumahnya perlahan. "Riz, Rizky." panggilku dengan langkah masuk kedalam rumahnya.


"Wangi kemenyan sekali rumahnya." gumamku pada diri sendiri.


Perlahan rasa penasaranku mulai muncul, aku mencari dari mana asal wangi kemenyan ini berasal. Satu, dua kamar telah kumasuki namun tidak ada satupun yang aneh, namun sebagian kamar terkunci, namun ada satu kamar yang belum kumasuki yaitu kamar yang berada di depanku. Tertutup, aku membuka pintu. "Crackk..." wangi kemenyan kiantercium di indra penciumanku. Ternyata asal wangi kemenyan ini berasal dari dalam kamar ini.


Kumulai meraba tembok, mencari di mana letak saklar, untuk menyalakan lampu kamarnya, karna kamarnya sangat gelap tanpa sedikitpun pencahayaan. "Ceklek." lampupun akhirnya menyala, kulihat sekeliling kamar.


"Apa maksudnya ini?!" ucapku bingung


Suara langkah kaki, mengarah ke arah kamar ini, sepertinya akan ada seseorang yang akan masuk, gagang pintu kamar telah di putar ke bawah. Dan secara perlahan pintu kamar terbuka. "Kok?! bukannya tadi sudahku matikan lampunya." seru Rizky, ternyata yang masuk kedalam kamar adalah Rizky.

__ADS_1


***


Untung saja aku sudah mengumpat di dalam lemari, kalau tidak Rizky akan marah besar kepadaku. "Apa Rizky ada hubungannya dengan menghilangnya Dimas, dan anak-anak lainnya?" tanyaku dalam hati. "Jangan-jangan...!"


"Lelahnya, aku dua bulan belakangan ini! Hahah.. tapi aku akhirnya bahagia dan tenang, ketika empat orang ini akhirnya sudah tidak ada di dunia ini, hahahah...!" teriak bahagia Rizky.


Air mataku, serta rasa takutku menggebu-gebu, ternyata sudah jelas dan terbukti Rizkylah, yang telah menculik Dimas, Rifa, Farhan, dan Agung.


Tapi bagaimana bisa dia melakukannya.


"Hai makhluk jelek! terimakasih atas bantuanmu, ini makanlah darah." Rizky membawa sebuah nampan yang berisikan darah serta beberapa macam benda lainnya, yang ia berikan kepada sosok menyeramkan, sosok itu muncul dari tembok.


__ADS_1


Tidak aku sangka, Rizky yang aku pikir orang yang baik, serta ramah. Ternyata dia orang yang kejam dan menakutkan, bagaimana bisa dia bermain dengan ilmu hitam seperti itu. Dan juga apa tujuan dia menculik serta membunuh Dimas dan para sahabatnya, dengan cara yang kejam, menggunakan makhluk tak kasat mata untuk melaksanakan rencana jahatnya. Jika Dimas masih hidup, di mana sekarang Dimas? atau jika Dimas sudah tidak ada Dimana jasad Dimas berada, banyak pertanyaan yang muncul di benakku. Serta rasa tidak percaya kalau Rizkylah dalang di balik menghilangnya Dimas, dan yang lainnya.


"Aku pasti akan mencari tau!" ujarku meyakinkan diriku sendiri untuk mencari tau, akar dari permasalahan ini.


__ADS_2