
"Kakak ipar, aku di sini bukan untuk meminta uang."
Jiang Zhou berjalan mendekat.
Dia melihat Jiang Haoming.
“Ternyata jiang haoming sudah sebesar ini.”
Jiang Haoming baru berusia tujuh tahun.
Sosok kecil itu tanpa sadar langsung menyusut ke belakang Yao Juan secara refleks.
Dia sedikit takut pada jiang zhou.
dia memanggil Yao juan dengan suara kecil.
“Ibu…”
Jiang Zhou mengalihkan pandangannya dan berkata kepada Yao Juan “Kakak ipar, aku membawakan daging dan kue beras.”
Yao Juan tertegun.
Matanya terbelalak.
Dia memandang Jiang Zhou dan bertanya-tanya apakah telinganya salah dengar? !
“Untuk...untuk apa kamu kemari?"
Yao Juan bergumam kaget "membawa daging? membawa kue beras?"
Jiang Zhou mengangguk.
Takut Yao Juan tidak mempercayainya, dia malah mengangkat daging yang dibungkus kertas minyak di tangannya.
Ada juga kue beras di keranjang sayur.
kue beras ini sepertinya memiliki banyak isian daging.
Air dan minyak merembes keluar dari dalam dan menyelimuti lapisan kulitnya sehingga terlihat mengkilat.
Terlihat sangat enak.
Jiang Haoming tidak bisa menahan diri untuk tidak menelan ludahnya.
Kemarin adalah hari berziarah makam. Ayah, kakek, dan neneknya, telah berangkat ke kabupaten.
Jangankan kue beras, Jiang Haoming bahkan tidak ingat kapan terakhir kali dia memakan daging.
Anak kecil itu tampak sangat menginginkan makanan itu.
"Bu...aku ingin makan..."
Jiang Haoming berbisik dan menarik lengan baju Yao Juan.
Yao Juan hendak menegurnya, tapi Liu Mengli sudah berjalan mendekat, mengeluarkan dua kue beras dari keranjang, dan menyerahkannya kepada Jiang Haoming.
“Makanlah,”
kata Liu Mengli sambil tersenyum.
Selain itu, Chloe dan Zoe berlari sambil melompat-lompat. Salah satu dari anak itu mengulurkan tangan dan meraih tangan Jiang Haoming, lalu berkata dengan suara kekanak-kanakkan " Kakak, ayo main"
Jiang Haoming dengan cepat mengambil kue beras yang di sodorkan padanya dan menggigitnya.
Isiannya yang berminyak dan aroma daging yang menyebar di mulutnya.
Mata Jiang Haoming berbinar.
"Bu! Enak sekali! Ada dagingnya! "
Sebelum Yao Juan sempat bereaksi, Jiang Haoming mengajak Chloe dan Zoe bermain.
meliihat hal itu.
Yao Juan membukan pintu halaman untuk mereka.
Kepalanya berdengung sekarang dan dia masih termanggu.
Daging?
kue beras?
kali ini, jiang zhou benar-benar datang bukan untuk meminta uang?!
mereka kembali memasuki rumah.
Yao Juan segera menuangkan segelas air untuk mereka berdua.
Jiang Zhou memperhatikan ke halaman rumah hanya ada baju Yao juan dan Haoming yang di jemur.
masa-masa ini adalah masa sibuk bertani.
Para buruh keluarga pergi ke ladang, pakaian mereka keringat, pada dasarnya mereka mandi setiap hari ketika pulang kerja.
kenapa tidak terlihat pakaian kakaknya dan ayahnya, jiang ming dan jiang fuguandi jemuran.
“kakak ipar, pergi kemana kakak dan ayahku?”
Tangan Yao Juan yang memegang air gemetar.
membuat air sedikit air tumpah.
Dia segera meletakkan gelasnya, dan menyeka dengan pakaiannya, lalu berkata dengan gugup '' ayah dan kakakmu sedang pergi keluar, ada urusan''
alasan ini sedikit masuk akal.
Tapi Jiang Zhou merasa ada yang tidak beres.
Di kehidupan sebelumnya, dia telah diusir dari Desa Liqi.
Oleh karena itu, dia tidak tau situasi ayah dan kakaknya.
dia hanya pernah mendengar beberapa desas desus dari waktu ke waktu.
Jiang Zhou bertanya, “Sudah berapa lama mereka pergi?”
__ADS_1
“mereka baru pergi pagi ini…”
Sorot mata Yao Juan tampak menghindar.
Jiang Zhou sedikit mengangkat alisnya.
Dia telah bertemu banyak orang di kehidupan sebelumnya, dia langsung menyadari dengan satu tatapan.
kakak iparnya sedang berbohong.
Tetapi....
Jiang Zhou tidak ingin bertanya lebih banyak, jika Yao juan tidak ingin memberi tahunya, percuma dia bertanya.
daalam hati jiamg zhou mengambil keputusan.
dia akan mencari tau tentang hal ini, seharusnya dia bisa mendapatkan imformasi.
tiga orang dewasa tidak mungkin menghilang begitu saja.
"Kalau begitu aku tidak akan mengganggumu lagi,"
Jiang Zhou berkata.
Dia meletakkan daging babi dan kue beras di atas meja, dan berkata kepada Yao Juan "Kakak ipar kamu juga makanlah sebelum mengantar Hao Ming ke sekolah. Aku akan datang menemui Ayah dan kakak lain hari."
Yao Juan menatap potongan besar daging itu.
Ada juga setengah keranjang kecil kue beras.
Akhirnya, dia tersadar dari lamunannya.
"aduh!aku tidak bisa menerima barang-barang ini, bwalah kembali untuk Chloe dan Zoe"
Selain asal usul makanan ini legal atu tidak,Chloe dan Zoe masa dalam masa pertumbuhan. Yau juan merasa tidak sepatutnya mengambil makanan dari Jiang zhou
Namun, sebelum Yao Juan berdiri, Jiang Zhou menggelengkan kepalanya dan menghentikannya.
“Kakak ipar, aku berhutang banyak padamu sebelumnya, sedikit makanan ini bukan apa-apa.”
Jiang Zhou tersenyum dan berkata, “Kakak ipar, aku akan kembali lagi nanti, kamu sibuk saja dulu.”
Setelah berbicara, Jiang Zhou menarik Liu Mengli, dan memenggil Chloe dan Zoe, dan mereka berempat pergi meninggalkan rumah Yao juan.
Yao Juan masih sangat terkejut saat ini.
Dia menatap daging yang dibungkus kertas minyak, dengan sedikit tidak percaya.
setelah terpana untuk beberapa saat, dia mengulurkan tangan untuk membuka pembungkusnya.
Ini daging sungguhan.
Minyaknya sangat banyak, Jiang Zhou sengaja membawakan daging yang berlemak.
Daging asli!
Putranya Jiang Haoming berlari kearahnya, lalu menatap penuh minat pada kue beras yang ada di keranjang, dia masih lapar.
“Bu, aku belum kenyang, aku masih ingin makan,”
Jiang Haoming telah mengambilnya dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
Yao Juan akhirnya kembali sadar dari keterkejutannya, dia mengerutkan kening, dan menatap putranya.
"Jangan makan lagi, besok pagi kita bawa kepada kakek dan nenekmu mengerti? "
Jiang Haoming makan satu lagi.Meskipun dia masih lapar, akhirnya dia tidak mengambil lagi.
“Aku mengerti”
Yao Juan menghela nafas.
Hatinya sedikit kacau saat ini.
Mengenai masalah ini, dia harus membicarakan dengan suami dan mertuanya besok, dia seorang wanita, Yao juan merasa kesulitan mengambil keputusan.
Sambil berpikir Yao juan mengambil keranjang itu.
Saat dia mengangkat keranjang, dia menemukan uang sebesar Rp. 20.000 di bawah keranjang.
Yao Juan sangat terkejut hingga tangannya gemetar.
Dia hampir saja menjatuhkan sekeranjang kue berasnya!
Uang kertas? !
Duapuluh ribu!
Apakah ini...
diberikan oleh Jiang Zhou? !
Saat dia keluar pagi ini, Yao Juan yakin di meja ini tidak ada uang sama sekali!
Kalau begitu uang ini di berikan oleh Jiang Zhou!
Yao Juan termangu kembali.
........................
Setibanya di rumah.
Jiang Zhou juga tidak berdiam.
Dia langsung menuju rumah kepala desa Jiang Changbao.
Jiang Changbao baru saja kembali dari rapat komite desa, ketika dia melihat Jiang Zhou menunggunya.
Kulit kepalanya seperti mati rasa.
dia hanya bisa mengertakkan gigi, tersenyum kecil, berjalan mendekat dan berkata, "Oh, Jiangzhou, kenapa kamu ada di sini? Apakah kamu menemui kesulitan? "
Jiang Changbao hanya berbasa-basi
Kewaspadaan tertulis jelas di wajahnya!
__ADS_1
Namun.
Kali ini, Jiang Zhou mengangguk dan mengakuiya.
Dia memandang Jiang Changbao dengan serius.
"Paman, sebagai pewaris nasional, saya tidak ingin menjadi orang yang tidak berguna untuk desa kita! Tidak peduli seberapa sulitnya, aku akan terus bertahan!"
Jiang Zhou berkata dengan wajah yang serius.
“Benar!”
Mengenai kesadaran ideologis Jiang Zhou, Jiang Changbao dengan cepat meletakkan tembakau kering di tangannya, mengulurkan tangannya, dan menepuk pundak jiang zhou dan meneguhkan pikirannya..
"Jiangzhou, jika kamu memiliki kesadaran ideologis seperti ini, itu membuktikan bahwa pemikiranmu telah mengalami peningkatan! kamu sudah tercerahkan! Katakan padaku! Kesulitan apa yang kamu hadapi? Selama desa kita dapat membantu, kami pasti akan membantu!"
Jiangzhou Berkata: “Paman, bukan kesulitan yang besar, masihh trntang bibit padi.''
Jiang zhou langsung ke permasalahanya.
Jiang Changbao terkejut.
Dia ingat.
Istri Jiangzhou, Liu Mengli, pernah datang kesini untuk menanyakan soal bibit padi!
Lantas Jiang Changbao merasa serba salah.
"Jiangzhou, sejujurnya, aku sudah membicarakan masalah ini dalam pertemuan hari ini, tetapi tidak banyak orang yang bersedia..."
Jiang Changbao berpikir sejenak, dan berkata, "Jika kamu benar-benar butuh, akan aku tanyakan lagi hari ini, tapi aku tidak dapat menjamin berapa banyak bibit yang bisa aku dapatkan."
Jiang Zhou tersenyum dan berkata, "Paman, begini saja aku tidak akan mempersulitmu."
'' Aku tidak akan mengambil secara gratis. Aku akan membelinya dari siapapun yang masih mempunyai bibit..''
Jiang Changbao tertegun sejenak.
Dia tersedak asap rokok kering langsung di tenggorokannya.
Dia langsung terbatuk-batuk dan setelah merasa lebih baik,dia menatap Jiang zhou dengan terkejut ''kamu mau beli? Beli dengan uang?"
Jiangzhou mengangguk.
"Tetapi saat ini aku tidak punya banyak uang saat ini. Namun aku hanya ingin menunjukan tekadku. aku tidak menginginkan secara cuma-cuma. Jika jika aku mempnyai uang sedikit saja, aku akan memberikannya."
perkataanJiang Zhou tidak bohong.
Memang tidak banyak uang yang Jiang zhou miliki saat ini.
Sebelumnya dia memiliki uang Rp. 45.600
Kemudian, saya membeli daging babi dan menghabiskan Rp. 17.000 kemudian dia meninggalkan Rp.20.000 untuk kakak iparnya.
Saat ini..
dia hanya memiliki Rp.7.600
Selain itu, dia tidak berencana menggunakan uang ini untuk saat ini.
Ini adalah modal awal untuk bisnis berikutnya.
Namun,
Membeli bibit padi juga mebutuhkan waktu, dan dia masih puya waktu.
"Keluargaku hanya punya tiga hektar tanah. Paman, apakah tidak apa-apa seperti ini? Aku akan membayar Rp. 2.000 untuk membeli bibit seluas 0,3 hektar tanah, paman membantuku mengumpulkannya bibinya,lalu aku akan membayar setengahnya dulu lusa, bagainama?"
Melihat Jiang Changbao masih ragu-ragu,
Jiangzhou segera memasang ekspresi sedih, "Paman, untuk membangun sosialisme dan menjawab panggilan hatiku, aku tidak ingin menjadi orang yang tidak berguna di desa kita. Tidak mudah bagiku untuk mendapatkan kesadaran ini.jika aku sudah tersandung di langkah pertama, aku benar-benar merasa bersalah pada desa kita.''
kata demi kata ditembakkan jiang zhou.
Jiang Changbao mengetuk tembakaunya.
Sambil mengerutkan kening, dia melihat Jiang Zhou dan berkata, "Baiklah! Paman membantumu dalam hal ini. Setiap keluarga memiliki banyak bibit, nanti akan kubicarakan lagi,mereka pasti akan membantumu.''
Mendengar ini, Jiang Zhou tersenyum "Terima kasih, paman!"
.........
JIiang zhou keluar dari rumah Jiang Changbao.
Jiang Zhou tidak pulang.
Sebaliknya, dia pergi ke lahan pertanian di utara desa.
Pada saat ini, pesemaian bibit sudah selesai, dan setiap rumah tangga sedang menanam bibit padi.
penanaman padi harus di lakukan disawah.
Inilah cara yang dipikirkan Jiangzhou sebelumnya, cara menghasilkan uang.
Terdapat lapisan air di permukaan tanah, jika di injak, lumpur akan menggenang hingga kebetis, di dalamnya ada lintah dan berbagai binatang lainnya.
Terutama di lubang lumpur, belut sawah dan binatang lainnya akan muncul ke permukaan saat cuaca mulai hangat.
Jiang Zhou memperhatikan dan menyadari hal ini.
Dia mengambil keputusan dan mempercepat langkahnya.
Saat ini orang dewasa sedang menanam bibit padi.
Di jalan antara sawah, terlihat anak-anak sedang bermain
Pada saat ini, banyak sekali anak-anak yang tidak bersekolah.
Apalagi di musim sibuk bertani, banyak anak yang kembali ke rumah, untuk membantu pekerjaan bertani.
Saat Jiang Zhou datang.
Beberapa anak berusia tujuh atau delapan tahun sedang menangkap jangkrik di bawah pohon belalang besar.
Seorang anak mengatakan dia telah menangkap seekor jendral, sedangkan yang lain mengatakan jangkrik yang mereka tangkap seorang kaisar.
__ADS_1
Mereka semua bermain dengan gembira.