Kembali Ke Masalalu

Kembali Ke Masalalu
Chloe dan Zoe Memakai Baju Baru


__ADS_3

Chloe dan Zoe akhirnya kembali tenang.


Jiang Zhou membantu Chloe dan Zoe memakai sepatunya lagi.


membawa mereka untuk bermain di halaman.


memandangi Chloe dan Zoe yang mudah berubah suasana hati, Chloe dan Zoe bermain menangkap semut seperti sudah melupakan kesedihan sebelumnya, kemudian Jiang zhou kembali menenun keranjang.


Satu jam kemudian dia telah selesai menenun keranjang.


Dia melihat ke langit sekilas dan bersiap untuk memasak.


Saat sedang menyalakan api, warga desa datang kehalam rumahnya satu persatu.


"Ini belut yang baru saja kutangkap! Masih segar! Apakah kamu menerimanya?"


"Tulis surat utang saja ! Besok aku akan datang untuk mengambil uangnya, jadi jngan ingkar janji!" ​​


"Ini beratnya 2,3 kilogram harganya Rp.6.000 coba kamu lihat"


...


Ekspresi wajahnya membuat Jiang Zhou terkejut.


Untung masih ada tangki air yang rusak di rumah.


Lapisi saja dengan lumpur dan itu akan baik-baik saja untuk satu atau dua hari.


Jiang zhou memegang janjinya, sebanyak apapun akan dia terima, mencatatnya dan membuat surat utang.


Langit pun menjadi gelap, dan Jiang zhou menarik napas lega.


Kedua anak itu sudah sangat kelaparan.


Jiang Zhou segera menyalakan api untuk memasak.


Tambahkan minyak dan goreng semua sisa kue beras.


Daging asap paprika goreng sisa tadi siang, ditambahkan sedikit daging kedalamnya..


Di depan pintu masuk ada beberapa bawang yang tumbuh di depan rumah, Jiang Zhou memetiknya dan menggorengnya dengan telur.


Terakhir, Jiang zhou mengambil acar asinan kubis dari toples dan menggorengnya dengan cabai.


Jika asinan kubis ini tidak habis dimakan, besok pagi bisa dimakan dengan di tambahkan ke bubur.


Sebenarnya bagi warga desa, memakan dua mangkuk nasi putih tampa sayuran pun sudah sangat cukup!


setelah masak..


Jiang Zhou memberi makan Chloe dan Zoe.


Dia melihat ke langit dan sedikit mengerutkan alisnya.


Liu Mengli...


belum kembali juga.


Jiang zhou sedikit khawatir.


Tidak ada lampu jalan di desa ini, dan pada malam hari keadaannya benar-benar gelap gulita, akan semakin sulit jalan di malam hari.


Jiang Zhou memutuskan untuk pergi mencari Liu mengli setelah Chloe dan Zoe selesai makan.


Sekitar sepuluh menit kemudian, Jiangzhou mendengar langkah kaki datang dari luar pintu.


Jiang Zhou yang awalnya khawatir dan cemar akhirnya menjadi tenang.


Dia bangkit dan berjalan melihat ke luar halaman.


Benar saja, di bawah malam yang gelap, Liu Mengli datang dengan membawa tas kainnya.


Liu mengli tampak lelah dan raut wajahnya tampak tampak sedikit tidak senang.


Namun, semua ini mungkin hanya perasaan Jiangzhou saja.


Ketika kedua anak itu melihat Liu mengli, mereka dengan manis berteriak, "Ibu!"


Liu Mengli langsung tersenyum.


Sambil membawa tas kain, dia berjalan mendekat dan mengangkat tas kain di tangannya ke arah kedua anaknya.


Liu mengli dengan manis berkata "Chloe dan Zoe, lihat, apa ini!"


Awalnya Chloe dan Zoe sedang makan.


Mendengar perkataan ibunya, mereka segera turun dari bangku.


"Ibu! Chloe mau lihat!"


"Zoe juga mau lihat, Zoe juga mau lihat~"


Satu di kiri dan satu di kanan mereka memeluk Liu mengli.


Tubuh dingin Liu Mengli menghangat dalam sekejap.


Liu mengli tersenyum kecil.


Malam yang gelap di selimuti senyuman indah seperti bunga mekar, benar-benar sangat indah.


“Kalian lihat,”


Liu Mengli berkata dengan lembut, sambil berbicara, dia mengeluarkan isi di dalam tasnya.


Itu adalah dua gaun bermotif bunga kecil yang indah.

__ADS_1


Bunga aster kuning cerah menghiasi gaun itu.


Sangat lucu dan cantik.


Jiang Zhou memperhatikan mereka.


Setelah melihat kedua gaun bunga aster itu dengan jelas, dia langsung mengacungkan jempolnya.


“Istriku, gaun ini sangat indah.”


Sebagian besar karier Jiang Zhou di kehidupan sebelumnya adalah pakaian.


Seleranya tentang busana tidak di ragukan lagi.


Gaun ini adalah gaun dengan ikat pinggang, dengan lipatan yang halus di bahu, dan bagian bawah punggung yang sedikit longgar.


Terlihat sangat indah dan menggemaskan.


Jiang Zhou tahu apa yang dipikirkan Liu Mengli.


Jika cuaca semakin dingin, cukup tambahkan sweter tebal atau kemeja, dan gaun ini bisa di pakai.


Dan saat cuaca semakin panas dan musim panas tiba, rok ini juga bisa dipakai.


Satu set gaun yang sangat indah.


Bisa dipakai dari musim semi hingga musim gugur, benar-benar berguna sekali.


Gaun ini juga masih bisa di gunakan jika anak-anak tumbuh lebih tinggi.


Terlihat bahwa pikirannya begitu teliti.


Jiang Zhou memujinya.


Liu Mengli menggerakan bibirnya dan tersenyum manis.


Setelah melihat gaunnya, Chloe dan Zoe tersenyum dan terkejut


"Cantik sekali! Chloe suka! Suka sekali! Ibu Chloe ingin memakai gaun ini. "


"Zoe juga ingin memakainya,cantik sekali! Gaun ini cantik sekali."


Dua gadis kecil ini.


Mereka tidak pernah memakai baju baru sejak mereka lahir hingga sekarang.


Dahulu, Liu Mengli sering pergi membantu orang lain membuat pakaian untuk menghidupi keluarganya.


Namun, tidak satu pun pakaian itu untuk anak-anaknya sendiri.


Liu mengli mengambil pakaian yang sudah tidak dibutuhkan lalu menjahitnya. Atau pakaian robek orang dewasa juga dibawa dan memperbaikinya sehingga dapat di pakai anak-anak.


Tubuh Chloe dan Zoe selalu terlihat gelap.


Seperti dua touge berkepala besar


Namun.


Sekarang wajah mereka sudah cerah.


Badan mereka juga sudah sedikit gemuk.


Rambutnya di ikat dengan dua bola kecil wol merah, terlihat lucu dan cantik.


Liu Mengli merasa sangat bahagia.


Liu mengli mengulurkan tangannya seraya menyeka air matanya lalu tersenyum dan berkata "Ya, ibu akan memakaikannya untuk kalian, lihat apakah cocok atau tidak."


Liu mengli segera membawa mereka ke kamar untuk mengganti gaun mereka.


Chloe dan Zoe mengenakan sweter katun yang ketat dan gaun kecil, terlihat sangat cantik dan lucu.


Jiang Zhou mengacungkan jempolnya.


“Chloe dan Zoe cantik sekali!”


Kedua anak itu segera menutupi wajah mereka, terlihat malu-malu.


Namun.


Jiangzhou tau dengan jelas.


Memakai gaun ini, di musim ini, memang masoh terasa dingin.


Jiang zhou memutuskan untuk membeli sepasang stoking bulu tebal untuk mereka jika besok mendapatkan banyak uang.


Chloe dan Zoe kembali tenang


Jiang Zhou melanjutkan memberi mereka makan


Setiap orang mendapatkan satu mangkok nasi putih panas, makanan yang lezat, dan mereka berempat terlihat bahagia.


Setelah selesai makan, Liu Mengli merebus air untuk memandikan anaknya.


Setelah mencari baju ganti yang bersih, lalu bermain dengan kedua anak itu sebentar, Akhirnya kedua anak itu tertidur.


Liu Mengli keluar dari kamar dan bersiap untuk mandi.


Namun, dia menemukan Jiang zhou duduk di ambang pintu.


Liu Mengli hendak berjalan kearahnya dan Jiangzhou tiba-tiba memanggilnya.


"Liu mengli,"


kata Jiangzhou.

__ADS_1


Liu Mengli segera berhenti dan menoleh ke arahnya dengan bingung “Ada apa?”


​​“Apakah ada sesuatu yang terjadi padamu hari ini?”


Jiang Zhou bertanya.


Jiang zhou berdiri dan menatapnya dengan cermat.


Ketika Liu Mengli pulang hari ini, perasaannya tampak sedikit berbeda.


Pada awalnya Jiang Zhou pikir dia salah mengira, kemudian ketika makan Liu mengli tidak mengatakan sepatah kata pun, dan wajahnya terlihat kelelahan.


Jiang zhou pun menerka-nerka.


Mungkin ada sesuatu yang terjadi.


“Tidak, tidak ada.”


Liu Mengli berhenti, menoleh ke arahnya, dan berkata sambil mengerucutkan bibirnya, “Aku hanya sedikit lelah.”


Saat bicara, Liu mengli melihat jiang zhou lagi, dengan senyum di wajahnya.


“Lihat, aku baik-baik saja.”


Jiang Zhou terdiam.


Jelas tertulis di wajahnya bahwa Liu mengli memiliki masalah yang di sembunyikan darinya.


Jiang Zhou dan Liu mengli saling memandang sejenak, tetapi tidak lagi bertanya.


“Baiklah, jika terjadi sesuatu, katakan saja padaku,”


Jiang Zhou berkata dengan lembut.


“Bagaimanapun, kita adalah suami dan istri,”


Liu Mengli menjadi sedikit bimbang.


"...Ya,"


Butuh waktu yang lama untuk Liu mengli menjawab, kemudian dia pergi dengan cepat.


………………………………


Keesokan harinya.


Kali ini Jiang Zhou bangun sebelum fajar.


Dia bangun untuk menenun keranjang.


Kemarin dia belum selesai menenun keranjangnya, dan sudah harus di berikan. Jadi Jiang zhou hanya bisa bangun pagi-pagi untuk melanjutkannya.


Butuh waktu satu jam untuk menyelesaikan menenun keranjang.


Jiang Zhou melihat ke langit yang.


langit yang cerah


Dia berdiri, melemaskan otot-ototnya dan mulai memasak bubur


Kue beras kemarin sudah habis di makan.


Namun, masih banyak acar goreng yang tersisa semalam, kali ini memasak bubur saja sudah cukup.


Jiang Zhou berpikir.


Mungkin ini lah saatnya mempertimbangkan agar memberi anak-anaknya lebih banyak susu dan telur di pagi hari.


Jiang zhou buru-buru memakan semangkuk bubur untuk mengisi perutnya, lalu menyiapkan kereta kayu dan mengikat keranjang dengan tali rami.


Setelah menaruh kulit plastik di keranjang, dan trakhir masukkan semua belut sawah ke dalamnya.


"Besok aku akan menenun keranjang lagi..."


Jiang Zhou melihat setengah belut didalam keranjang, lalu mengerutkan alinya dengan sedikit khawatir.


Meskipun belut sawah tahan lama.


Namun, tidak baik jika menumpuk terlalu banyak.


Jiang Zhou menuangkan air ke dalamnya, lalu dengan cepat mendorong kereta kayu menuju Kabupaten Qing'an.


Kali ini, Jiang zhou tidak berhenti untuk memetik sayuran liar.


Dia khawatir belut itu akan mati, tentu saja hal ini bisa membuatnya rugi.


Setelah berjalan jauh, Jiang Zhou akhirnya tiba di Kabupaten Qing'an.


Dan kali ini.


Jiang zhou dua puluh menit lebih cepat dari sebelumnya.


Dia sangat lelah hingga seluruh tubuhnya gemetar.


"Hei! Anak muda, hari ini pagi sekali datangnya! "


Saut pemilik toko dan istrinya yang sedang sibuk.


Sedikit terkejut saat melihat Jiang Zhou datang pagi-pagi sekali.


Jiang Zhou memarkir kereta kayunya di pinggir jalan, menyeka keringat di kepalanya, menarik napas beberapa kali, dan akhirnya menjadi sedikit tenang.


"Hari ini banyak belut, aku khawatir belutnya akan mati di jalan,”


Jiang zhou tertawa.

__ADS_1


__ADS_2