Kembali Ke Masalalu

Kembali Ke Masalalu
Jangan Mengulangi Kesalahan Yang Sama


__ADS_3

Jiang zhou tidak tau dia harus tertawa atau menangis dan berkata "Bibi Zhang, aku benar-benar tidak berbohong. Aku benar-benar mengumpulkan belut ini untuk dijual. pagi tadi aku baru saja menjual satu tangki. Jika aku memang mencurinya, polisi sudah pasti menangkapku sejak awal! Apakah aku masih bisa berdiri disini dengan baik-baik saja?"


Semua orang terdiam dan merasa bahwa ini benar.


"Aku memang melakukan banyak hal buruk di masa lalu, tapi sekarang aku sudah sadar. Belajar dari kutipan seorang pemimpin yang mengatakan "Jika kamu mengetahui dan sadar akan kesalahan yang kamu buat, kemudian berusaha memperbaikinya, itu adalah pelajaran hidup yang baik!" Sekarang aku hanya ingin mendapatkan uang dengan jujur. Aku membeli bibit dari kalian, lalu bercocok tanam"


"Para bibi semuanya, jika kalian tidak percaya, kalian bisa bertanya pada Dongzi, saya membeli belut darinya hari ini, tetapi bukan hanya dari dia seorang saja. tujuh atau delapan anak semua telah menjual belut kepadaku, Jika aku melakukan hal-hal yang ilegal, untuk apa aku membawa anak-anak ini melakukanya? Bukankah hanya merepotkan!"


"Aku sekarang telah bertobat, Paman Jiang, kepala desa juga mengatakan bahwa aku memiliki pemikiran dan kesadaran yang tinggi. Aku tidak berbohong!"


Orang baik.


Setelah mengucapkan beberapa kata.


membuat semua orang tercengang.


Zhang Cuimei juga ikut tercengang.


Kalau dipikir-pikir, apa yang dikatakan Jiang Zhou memang masuk akal.


Tepat ketika suasana menjadi sedikit lebih tenang, terdengar suara langkah kaki yang terus datang dari luar pintu.


Suara yang ramai dan berisik, terdengar jelas banyak orang.


Zhang Cuimei dan yang lainnya berbalik.


Melihat wajah-wajah yang tidak asing di desa tersebut.


Enam atau tujuh anak diseret dan di tarik telinganya ke halaman rumah Jiangzhou.


“Bibi Changying, apakah kamu di sini untuk mencari Jiangzhou juga?”


Zhang Cuimei memandang wanita di belakangnya dengan bingung.


Dia adalah tetangga sebelahnya.


Orang yang telinganya ditarik bernama Xiao Genquan, dan dia adalah cucunya yang berusia lima tahun.


Mata Xiaogen berlinang air mata saat ini, dan dia jelas telah dipukuli.


Tangan satunya masih memegang erat permen lolipop yang belum dimakan habis.


"Ya! Bocah ini! tidak tahu dari mana dia mendapatkan uang untuk membeli permen. Ketika saya bertanya kepadanya, dia mengatakan bahwa dia menjual belut kepada Jiangzhou, lalu jiangzhou memberinya uang! kecil-kecil sudah pintar berbohong! Harus dipukul baru tau rasa!"


Li Changying terdengar sangat marah.


Setelah selesai berbicara, dia menyadari ada yang tidak beres dengan ekspresi Zhang Cuimei.


Li Changying terdiam beberapa saat, melihat Dongzi yang memegangi telinganya di sudut dengan mata merah dan segera berkata "Ada apa? Apakah putramu juga di pengaruhi oleh si brengsek ini?"


Kali ini.


Zhang Cuimei tidak berkata apa-apa.


Namun, wanita lain yang datang bersamanya kemari ikut terkejut.


"Anakku juga! Mereka juga bilang mereka menjual belut dan jiangzhou memberi mereka uang! Mereka juga bilang bahwa tidak di bayar lunas dan mereka membuat surat utang"


"Kebetulan sekali! Anakku juga punya surat catatan utang yang sama! Tertulis bahwa utang kemarin telah di bayar lunas dan hari ini memberikan surat utang lagi! Kenapa apa kalian semua memilikinya?"


"Coba lihat-lihat, apakah seperti ini?!"


...


Sekelompok orang berkumpul dan mulai membicarakan tentang sitiasi anak mereka sendiri.


saling berdiskusi bersama-sama.


menemukan total delapan anak, semuanya mengatakan hal yang sama.


Yang paling muda adalah Gen Quan baru berusia lima tahun.


Kali ini.


Semua orang menjadi semakin yakin bahwa jika anak-anak berbohong, tidak mungkin mereka semua mengatakan hal yang sama.


Terlebih lagi.


anak-anak menangkap belut diladang mereka, mereka juga melihatnya.


Mereka mulai melihat-lihat surat utang dan belut hitam di tangki dalam rumah jiang zhou.


Secara serentak mulai terbesit di benak setiap orang.


Mungkinkah apa yang di kata jiang zhou memang benar?


Dia sebenarnya benar-benar mengumpulkan belut untuk dijual kembali?


"Bibi, saya benar-benar tidak berbohong! surat utang ini ditulis hitam di atas putih. kalian bisa minta seseorang untuk mengeceknya dan melihat apakah aku belum melunasi tunggakan dari membeli belut? "


" Jika aku mengajari mereka hal-hal yang kotor, mengapa akau menuliskan surat utang?"


Jiang Zhou berkata dengan serius.


dalam kerumunan warga.


Seseorang kebetulan bisa membaca.


Dia mengambilnya dan membaca surat utang "Pada tanggal 7 April 1982, aku, Jiangzhou, membeli belut dari Dongzi dan aku berhutang Rp. 6.000, aku akan melunasi hutangnya besok sore tanggal 8 April."


Setiap kata di baca dengan teliti.

__ADS_1


Ditulis dengan sangat detail.


Ini adalah bukti hitam di atas putih.


Serentak, semua orang memandang ke arah jiangzhou dan mereka semua terkejut.


"Apakah kamu benar-benar membeli belut? Berapa setengah kilonya? Dongzi baru berusia dua belas tahun, bagaimana dia bisa menghasilkan begitu banyak uang?!"


"Benar! Bisa di percaya tidak? Atau jangan-jangan kamu mempunyai niat lain!"


"Kamu benar-benar membeli belut! Aku telah lama di ladang! Kemarin juga menangkap beberapa kilogram! Jika kamu menginginkanya, bagaimana kalau ambil beberapa belut di dalam rumahku?"


.....


Jiang zhou tertawa.


lalu dia menjawab satu persatu


"Bibi sekalian, aku benar-benar membeli belut dengan harga Rp.1.200 per setengah kilogram. Belut di ladang kalian semua juga akan aku terima! Seberapa banyak pun akan aku beli"


"Namun, mari kita bicarakan terlebih dahulu, aku akan mengambilnya hari ini dan akan membayar tagihannya besok. Jika kalian takut can merasa khawatir, aku dapat membuat tagihan satu-persatu dan membuat surat utang, semua tidak masalah. Itu di tulis hitam di atas putih, jika aku tidak membayarnya, kalian bisa melaporkanku dan memanggil polisi untuk menangkapku, aku sungguh tidak kebereatan!"


Jiang Zhou selesai bicara.


Dongzi yang masih menutupi telinganya, dengan cepat berkata "KakJiang selalu memegang omongannya, kemarin dia berhutang uang padaku dan memberikannya kepadaku hari ini, uangnya masih ada di saku celanaku!"


Zhang Cuimei memelototinya, tapi pikirannya mulai tersadar.


Bocah ingusan ini.


Mengetahui dapat menghasilkan banyak uang seharusnya tangkap lebih banyak.


Uang Rp.1.200 per setengah kilogram bukanlah uang yang sedikit!


Kata-kata Dongzi memberi semua orang rasa kepercayaan yang tinggi.


Bagaimanapun, Jiang Zhou benar-benar membayar kembali uang seorang anak dan tidak mungkin tidak membayar mereka.


"Apakah benar perkataanmu bisa di pegang?!"


jawab seseorang yang segera berbalik dan pulang. Setelah beberapa saat dia telah kembali dengan sekantong besar berisi belut.


Dia menyeringai dan berkata, "Saya baru saja menangkapnya di rumah. Ini juga tidak terlalu enak dan menghabiskan banyak minyak. Jika kamu menginginkanya ambilah. Beri aku surat utang dan aku akan datang besok untuk menagih uangnya."


Jiang Zhou mengambilnya dan menimbang di tangannya.


“Paman Gengui, belutmu ini seharusnya beratnya 1,6 kilogram kan?”


Pria yang mendengar itu, seketika merasa bahagia.


"Hey! Tanganmu sangat akurat! tidak salah lagi belut ini ada. 1,6 kilogram! "


Jiang Zhou sangat pandai dalam hal ini.


Dia bahkan menambahkan tanda tanganya.


"Paman, ambillah surat utang ini. Datanglah besok jam segini dan aku akan membayarmu. Jangan khawatir. Kalau aku tidak memberimu uang, kamu bisa membawa surat utang ini dan pergi melapor ke polisi! perintahkanlah polisi untuk tangkap aku! Aku selalu memegang omonganku sendiri!"


Jiang Zhou berkata dengan ekspresi yang jujur


Jian Gengui dengan hati-hati memasukkan surat utang ke dalam sakunya.


semua orang tiba-tiba tersadarkan.


Mereka mulai percaya jika Jiangzhou tidak sedang berbohong.


“Benarkah kamu akan membeli seberapa banyak pun yang kita?!”


salah satu orang bertanya dengan suara keras, “Jika kamu benar-benar ingin memanennya, aku akan menangkapnya sekarang juga!”


" Semua belut dari ladang rumah kita cukup sembarang tangkap saja, ayo kita buktikan, jika besok dia tidak memberikan kita uangnya, kita juga tidak akan rugi, masih ada surat utang jika harus lapor polisi!"


"Pergi, Pergi, pergi tangkap belut yang banyak dan di bawa kemari, di bayar atau tidak kita akan tau besok."


"Ayo kita pergi juga, Rp.1.200 per setengah kilogram! tidak murah!"


...


kerumunan orang yang ramai


detang dengan cepat, pergi juga dengan cepat.


Saat ini, tidak ada yang bertanya-tanya mengapa Jiangzhou tiba-tiba mulai berbisnis.


Yang mereka tahu hanyalah menangkap belut dan menjualnya ke Jiangzhou untuk mendapatkan uang.


Tidak lama kemudian, semua orang di depan rumah Jiangzhou bubar.


Chen Hongmei memegang sol sepatunya di tangannya sambil melihat keramaian dari kejauhan. Dia tidak begitu mengerti apa yang terjadi, tetapi merasa bingung kenapa kerumanan warga pergi meninggalkan tempat itu dengan bahagia.


Beberapa anak yang datang dengan tangisan di wajah mereka sebelumnya.


Namun, semua berjalan keluar dengan bangga saat ini.


Chen Hongmei sedikit bingung.


Apa yang sedang terjadi?


Sekarang.


Dalam halaman.

__ADS_1


Jiang Zhou mengulurkan tangannya dan mengusap alisnya.


Rencana awalnya adalah setelah penjualan hari kedua dan mengumpulkan sejumlah dana, baru kemudian meminta warga desa untuk menjual belut kepadanya.


Sebelumnya dia juga berpikir membelinya sekarang dan membayarnya besok.


Jiang Zhou memikirkan reputasinya sebelumnya di desa dan merasa bahwa warga desa seharusnya tidak mempercayainya.


Banyak kejadian yang tak terduga.


Menuliskan surat utang kepada anak-anak ternyata membantunya mendapatkan kepercayaan dari penduduk desa.


Jiangzhou mulai berpikir.


Cara yang dia lakukan ini memberikan hasil yang tidak terduga, sungguh sebuah kebetulan.


Halaman rumahnya menjadi sunyi.


Jiang Zhou melihat sekilas ke langit dan memutuskan untuk melanjutkan menenun keranjang sebentar.


Tanpa diduga, begitu dia berbalik, dia melihat kedua anaknya berdiri di dekat pintu, satu orang di setiap sisi, sambil melihat jiang zhou yang mendekat dengan gugup dan ketakutan.


“Chloe dan Zoe?”


Jiang Zhou tertegun.


Dia segera berjalan mendekat.


Hatiku mulai merasa panik.


Dia tidak tahu kapan anak-anak itu bangun atau berapa lama mereka berdiri di sini tanpa alas kaki.


pasti sudah sangat kedinginan.


Ketika kedua gadis kecil itu melihat Jiang Zhou mendekat, mereka seketika berteriak dengan suara "Wow" dan akhirnya menangis.


Chloe dan Zoe sudah cukup lama bangun.


Namun, melihat halaman penuh dengan orang, membuat kedua anak kecil itu sangat ketakutan.


Mengingat di masalalu rumah mereka juga pernah di datangi oleh banyak orang


Mereka semua datang untuk mencari Jiangzhou.


keributan, perkelahian, dan segala jenis kata kasar, kedua anak kecil itu mendengar semuanya.


Mereka sudah sangat ketakutan.


Di masalalu.


Setiap kali terjagi hal seperti ini kedua anak itu akan bersembunyi di belakang ibunya.


Tapi sekarang, Liu Mengli tidak ada di sini, dan kedua anak itu menjadi kaget dan ketakutan, meringkuk di balik pintu dan memandang dengan bingung.


Saat ini, Jiang Zhou memanggil Chloe dan Zoe.


anak-anak baru merasa tenang.


matanya yang besar dan bulat.


Air mata yang mengalir membanjiri mata mereka.


"Ayah, Chloe takut~"


Suara buah hatinya yang bergetar,


Membuat hati Jiang zhou menegang.


"Zoe ingin di peluk, ayah peluk Zoe~"


Adik Zoe menangis sampai mukanya banjir air mata.


Dia mengulurkan lengan kecilnya yang mungil dan dengan lembut menarik ujung baju Jiang zhou, tubuh mungilnya bergerak satu demi satu.


"Ayah, Takut, Zoe takut..."


Hati Jiang Zhou tersentuh.


Jiang zhou mulai mengerti seberapa besar kerugian yang dia timbulkan pada kedua buah hatinya.


Dia segera berjongkok.


Mengulurkan tangannya dan memeluk kedua buah hatinya dalam pelukan.


Menepuk punggung Chloe dan Zoe dengan lembut, Jiang Zhou menghibur dengan suara lembut "Jangan takut, anak baik, Chloe dan Zoe jangan takut ya, ayah ada disini, ayah akan melindingin Chloe dan Zoe"


Jiang Zhou menghiburnya dengan lemah lembut.


Dengan pelan dia membantu kedua buah hatinya menyeka air mata.


pelukan sang ayah nyaman dan hangat, perasaan hangat membuat mereka tenang.


Chloe dan Zoe akhirnya berhenti menangis.


Jiang Zhou berkata dengan lembut "Chloe dan Zoe lain kali tidak perlu takut, paman dan bibi tidak datang untuk mencari masalah lagi. Selama ayah ada disini Chloe dan Zoe selalu dalam perlindungan ayah"


perkataan yang keluar dari mulutnya


menjadi janji ayah kepada anaknya.


Janji yang menjadi menasehati untuk Jiang zhou kedepannya.

__ADS_1


Janji yang harus di tepati, untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.


__ADS_2