Kembali Ke Masalalu

Kembali Ke Masalalu
Penghasilan untuk membeli daging


__ADS_3

"Penghasilan untuk membeli daging"


Jiangzhou tahu bahwa hati pembili itu mulai tergerak, dan segera tersenyum: "kakak, saya memetik ini pagi-pagi sekali! Lihat embun ini, masih sangat segar! Sungguh sangat lejat jika di gunakan untuk membuat kue beras di hari Qiaming!"


Wanita paruh baya itu mengangguk, dan bertanya, "Berapa harganya perkilo?"


Jiang Zhou berkata, "Rp 1.200, aku tidak mengambil terlalu banayak untung, saya tidak membawa timbangan, ambil saja dengan satu genggaman satu tangan saja, nanti kamu bisa menimbangnya di rumah,kalau lebih, untukmu saja, tapi kalau kurang kamu bisa meminta padaku lagi! Aku akan memberikan sisanya padaku."


Harganya Rp 1.200 persetengah kilogram.


Wanita paruh baya itu tiba-tiba mengerutkan kening, sedikit tidak menerima harga yang di tawarkan"Sayuran hijau biasa hanya 600 persetengah kilonya.dan harga yang kamu tawarkan dua kali lebih mahal!"


Namun sayuran orang lain itu hasil tanaman sendri, berbeda dengan aku! Aku memetiknya pagi-pagi sekali. Aku Bahkan tidak sempat sarapan hanya untuk mendapatkan sedikit uang.lagi pula daun mugwort hanya di beli satahun sekali. Jika lebih kamu bisa menggunakan nya untuk merebus telur, sangat bagus untuktubuh wanita."


Jiangzhou memulai bisnisnya dengan berdagang kecil kecilan di jalan kehidupan sebelumnya.


Dia sangat pandai bertutur kata.


Sebenarnya faktor yang paling penting adalah karana penampilannya yang lumayan tampan, hanya sedikit memuji saja,membuat hati calon pelanggan berbunga bunga.


"Oke oke! Saya melihat kamu berbisnis dengan jujur! Saya akan membelinya! "


Saat itu, wanita paruh baya itu menyerahkan keranjang sayurnya.


Jiang Zhou juga tidak ragu-ragu, dan mengambil segenggam sayur dari tas nilonnya.


Dia telah berkecimpung dalam bisnis selama bertahun-tahun.


Tangannya terkadang lebih akurat daripada timbangan.


Memasukkan segenggam penuh ke dalam keranjang, wanita paruh baya itu langsung gembira.


"Kak, aku memberimu sedikit lebih banyak.tolong bantu aku promosikan dagangan ku dengan yang lain. lain kali jika aku menjual barang lainya, aku akan memberimu diskon! " Siapa yang tidak menyukai diskon.


Wanita paruh baya itu segera membayar, dan mengangguk dan memuji Jiangzhou, lalu pergi dengan sekeranjang sayuran.


Bisnis pertama selesai, dan bisnis berikutnya berjalan jauh lebih lancar.


Bagaimanapun, daun mugwort dengan tetesan embun yang dijual terlihat sangan menarik perhatian pembeli.


Besok adalah Festival QingMing, bahan ini sangat di perlukan.


Lebih dari satu jam kemudian, kakak perempuan yang telah pergi datang kembali bersama beberapa wanita lainnya, menunjuk ke arah Jiang Zhou dari jauh dan berkata, "Itu dia! Saya membeli mugwort ini di sana! masih sangat segar!" kata kakak perempuan itu dengan keras


.


Sekelompok wanita paruh baya mengerumuni dan mengepung dagangan Jiangzhou.


"Aku mau membeli setengah kilogram daun mugwort! Beri aku lebih banyak! Aku akan datang lagi lain kali!"


"Beri aku satu kilogram! beri lebih banyak ya!"


"Beri aku juga satu kilogram!"


...


Sekelompok orang saling menimpali satu sama lain, seperti merampok saja.


Setelah kerumunan bubar, semua daun mugwort dan sayuran liar di keranjang dan tas nilon Jiangzhou telah kosong.


Dia menatap tas nilon yang kosong, masih meneteskan embun, dengan segepok uang receh di sakunya


Jiang Zhou akhirnya tersenyum lega.


Dia mengambil tas nilon itu.


Dan melipatnya dan masukkan ke dalam keranjang.


Lalu dia pergi ke tempat teduh di samping pohon, dan mengeluarkan uang dari sakunya.Uang recehan dan mehitungnya dengan cermat.


Tas nilon ini tidak besar, dan berisi sekitar 20 kilogram.


Jiang Zhou memperkirakan beratnya saat dia membawanya di punggungnya.


Benar saja, Dia menghitung uang di tangannya, jumlahnya sekitar Rp. 46.000


Setumpuk uang receh terasa berat di tangan Jiang Zhou.


Sejenak perasaan campur aduk di hatinya, namun pada akhirnya ia tetap memegang erat segepok uang itu.


Ini baru permulaan.


Dia harus, harus membuat kehidupan keluarganya menjadi lebaik!


Jiangzhou mengendurkan otot dan tulangnya, berdiri, menyimpan uang nya dengan hati-hati, kemudian melipat tas nilon dan memasukkannya ke dalam sakunya.ketika dia mengambil keranjang sayur dan hendak pergi, tiba-tiba terlihat beberapa wanita paru baya, keluar dari area perumahan. Mereka telah melihat Jiangzhou bahkan dari kejauh.

__ADS_1


"Hei nak! Tunggu sebentar! "


Jiang Zhou terkejut.


Dia menghenti langkahnya dan menatap mereka sambil bertanya dengan ragu "Bibi? Ada apa?"


"Kamu baru saja menjual mugwort segar, bukan?"


Beberapa bibi itu berlari mendekatinya sambil menyeringai, sambil berbicara, Mereka melirik sakunya yang berisi tas nilon, dan berkata dengan terkejut, “Apa semuanya sudah habis terjual?”


Jiang Zhou mengangguk dan berkata sambil tersenyum, “Ya, bibi, besok adalah Hari berziarah Makam, banyak orang yang membelinya. Aku kebetulan menjualnya, dan sepertinya keberuntungan berpihak pada ku."


Begitu Jiangzhou selesai berbicara, para bibi menepuk kaki mereka dengan penyesalan di wajah mereka.


"Wah! Kami bahkan belum sempat membelinya! apa kamu akan datang lagi besok? "


Setelah bibi selesai berbicara, beberapa wanita paruh baya yang mengikutinya mengangguk.


"Ya! Tetanggaku membeli dau mugwort yang kamu jual pagi tadi. Daunnya masih sangat segar! Pasti enak untuk membuat kue beras!"


"Sayang sekali, aku baru saja pergi ke pabrik daging untuk membeli daging hari ini, tetapi aku malah tidak berhasil membeli dau mugwort! Apa kamu akan datang lagi besok?" "


Jika kamu tidak datang, saya hanya dapat menggunakan daun mugwort yang kering untuk membuat sajian persembahan besok! aromanya tidak sesedap daun yang segar!"


Jiangzhou terkejut.


Dia sudah mengira bahwa daun mugwort akan laris terjual, tetapi dia tidak menyangka kalau jualannya akan menarik perhatian mereka sampai seperti ini.


Tapi memang benar.


Di daerah rumah susun pertambangan di kabupaten ini, gaji para penambang jauh lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum.


Mereka memiliki Banyak uang.


Namun,hal-hal seperti sayuran liar jarang ditemukan.


Jiangzhuo sedang memikirkan besok adalah Hari berziarah Makam, jika dia bangun pagi dia masih bisa menjual hasil panennya, sepertinya dia masih sempat pulang untuk melakukan peringatan leluhur bersama Liu Mengli dan anak anaknya.


Jiang Zhou merenung sejenak, dan berkata sambil tersenyum: "Baiklah, bibi, aku akan datang lagi besok, sekitar jam setengah enam atau jam tujuh. datang lah lebih awal jika kalian ingin membelinya, jika kalian datang kesiangan mungkin aku sudah pulang."


Beberapa dari wanita itu mengiyakan dan pergi dengan perasaan puas.


Jiangzhou juga bangkit dan pergi ke koperasi pemasok dan pemasaran.


Di tahun 1980an, koperasi pemasok dan pemasaran setara dengan supermarket besar di generasi sekarang.


Namun jika ingin membeli beras , tepung dan lain-lainnya harus menggunakan kupon beras.


Kalau tidak, harganya akan jauh lebih mahal.


Oleh karena itu, pada dasarnya mereka yang mampu membeli beras dan tepung adalah pejabat pemerintah.


Di desa kecil seperti Desa Liqi, makanan pokok setiap rumah tangga adalah kentang dan ubi jalar .


ditanam di ladang mereka sendiri, dan mudah disimpan.


Jiang Zhou masuk ke koperasi pemasok dan pemasaran.


Setelah melihat deretan produk yang tertata di dalam, dan daftar harganya digantung di belakang meja kasir.


Dia melihatnya sekilas, dan jika dia ingin membeli setengah kilogram beras, dia harus mengambil satu kupon beras dan membayar Rp. 240 lagi.


Jika tidak ada kupon beras, maka kamu harus mengeluarkan Rp. 340 untuk setengah kilogram beras.


setempel makanan dan kupon tepung dibagikan di desa sesuai dengan jumlah penduduk masing-masing rumah tangga.


Ketika Jiang Zhou keluar pagi ini, dia membawa beberapa kupon.


Masyarakat di desa mempunyai banyak kupon makanan.


Lagi pula, makanan pokoknya adalah ubi jalar dan sejenisnya, makanan yang ditanam sepanjang tahun tidaklah cukup untuk dimakan.


Jiang Zhou menyerahkan empat kupon makanan,satu kilo beras dan satu kilo tepung.


“harga beras Rp. 240 per setengah kilo , dan harga tepung Rp. 280 per setengah kilo.Totalnya totalnya 1.040!"


Penjual itu menimbang belanjaannya, dan menyerahkannya pada Jiangzhou.


Jiang Zhou mengeluarkan 1.040 kupon beras dari sakunya dan menyerahkannya.


Lalu dia membeli minyak tanah, bola lampu, garam, gula dan sebagainya.


Semua itu adalah kebutuhan sehari hari.


Meski Desa Liqi cukup terpencil. Tapi telah tersambung listrik karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.

__ADS_1


Namun setiap rumah tangga enggan menyalakan lampu.


Pada dasarnya, mereka lebih memilih menyalakan lampu minyak tanah, dan sebagian penduduk desa tidur lebih awal di malam hari untuk menghemat listrik dan bahan bakar.


Ketika Jiang Zhou keluar dari koperasi pemasok dan pemasaran, tanngan nya penuh dengan barang-barang yang diikat dengan dua tali rami.


Dia berjalan keluar dari koperasi pemasok dan pemasaran, mengeluarkan tas nilon di sakunya, dan memasukkan semua barang yang diikat dengan dua tali rami ke dalamnya.


Setelah mengikatnya dengan baik, Jiangzhou hendak pulang, tetapi ketika dia keluar, dia melihat pancake lobak parut.


Dia membeli tiga,harganya Rp. 200 per satu buah.


Saat melewati pabrik daging, Jiangzhou melihat pemilik toko daging babi akan menutup kiosnya.


dia melihat masih banyak sisa daging babi di koran yang belum terjual.


Sekilas, semuanya adalah daging tanpa lemak.


Hati Jiang Zhou tergerak, dia berjalan dengan cepat menghampiri kios itu.


“Permisi, berapa harga daging itu?”


“Apakah kamu punya kupon daging?”


Pemilik kios berhenti dan menatap Jiang Zhou dan bertanya.


Jiang Zhou mengerutkan kening dan menggelengkan kepalanya.


Dia benar-benar tidak punya tiket daging.


Melihat Jiangzhou menggelengkan kepalanya, pemilik kios berkata: "Daging berlemak berharga 1.800, dan daging tanpa lemak berharga 1.400,apa kau mau? "


Pada zaman ini, minyak di tengah kondisi langka.


Kalau beli daging berlemak,dagingnya bisa di masak dengan sayur, sedangkan lemaknya bisa di jadikan minyak babi.Wajar saja harganya lebih mahal dari daging tanpa lemak.


Meski begitu, alasannya,


Jiangzhou yang terlahir kembali. memang tidak terlalu menyukai daging berlemak.


Dia berkata, "satu kilo daging tanpa lemak dan setengah kilo daging berlemak. "


Anaknya masih dalam masa pertumbuhan.


Daging tanpa lemak yang tinggi protein tentunya sangat diperlukan.


Dia tidak melihat pejual susu hari ini,pasti sudah pulang. besok dia akan datang lebih awal untuk melihat apakah dia bisa membelinya.


"Baiklah!"


Pemilik kios daging babi mengambil pisau daging dan memotongnya dengan cepat dan akurat.


Dia memotong dua potong besar daging dalam satu gerakan, menimbangnya, membungkusnya dengan koran, dan menyerahkannya ke Jiangzhou.


"Totalnya Rp.11.000!"


JiangZhou memberikan uangnya, lalu mengambil dagingnya.


lalu melihat ke langit.seharusnya sekarang sudah sekitar jam sebelas.


Jiang Zhou meletakkan tas nilon besar di bahunya dan berjalan kembali dengan cepat.


jam dua belas, Jiang Zhou sampai ke gerbang halaman kecilnya. Dia belum makan dari pagi, dan dia sangat lapar sekarang, dan tas nilon besar di punggungnya membebani bahunya. Jiang Zhou menyeka keringat dari kepalanya, mendorong pintu. Di halaman, dua anak kecil, Chloe dan Zoe, sedang berjongkok di tanah dan bermain melempar batu. Ketika mereka mendengar suara pintu dibuka, mata mereka berbinar, dan mereka melihat ke arah pintu serentak. "ayah!" " Ayah sudah kembali! "


Sebelum Jiang Zhou sempat bereaksi, dia melihat kedua anaknya berlari ke arahnya.


Dia buru-buru meletakkan tas nilon dan keranjang sayur di tangannya, dan memeluk kedua anak kecil itu di kiri dan kanan.


"Ayah dari mana saja? Aku merindukanmu~"


rambut kedua anak rumput mereka menggesek kepala di leher Jiang Zhou, membuat terasa sedikit gatal.


Zoe memiringkan kepalanya, matanya yang besar dan bulat penuh dengan air mata, terlihat berkabut dan menyedihkan, dia mengerucutkan bibirnya sambil menatap Jiangzhou, dan berkata dengan suara yang imut, "Zoe, merindukan ayah, ayah tidak membawa Zoe jalan jalan~"


Meskipun Zoe dan Chloe adalah saudara kembar.


Hanya saja...


Karena adiknya, pada dasarnya dia memang dilahirkan dengan sedikit kekurangan di dalam rahim. Di tambah lagi, sangat sulit melahirkan anak kembar di pedesaan.


Oleh karena itu, Zoe jauh tertinggal dari Chloe, baik dalam ukuran tubuh dan maupun kemampuan berbicara.


Tubuhnya lebih kecil dan kurus


kedua anak itu, memang sudah kurus.

__ADS_1


Dagunya runcing yang membuat Jiang Zhou merasa tidak tega.


Dia segera mengulurkan tangannya, menepuk punggung kedua anak kecil itu, dan berkata dengan lembut: "Ayah membelikan makanan lezat untuk Chloe dan Zoe."


__ADS_2