
"MENGHASILKAN UANG"
"ayo Chloe dan Zoe pergi mecuci tangan dan makan! "
Jiangzhou menghela nafas lega.
Dia berteriak pada keduan anaknya.
Si kecil tidak sabar!
Segera berlari ke samping tangki air, mengambil air dan mencuci tangan.
“Kamu juga bisa makan.”
Jiang Zhou mengambil empat pasang sumpit kayu, dan empat mangkuk yang sedikit retak, dan menoleh ke arah Liu Mengli.
Liu Mengli masih sedikit linglung saat ini.
Dia tidak sadar sampai Jiang Zhou memanggilnya.
Meraka duduk di Meja yang terbuat dari kayu tua.
Hanya ini warisan yang di dapat, dan tentu saja rumah tanah jerami yang bobrok ini.
Jiang Zhou memilih aneka ikan kecil yang hampir tanpa tulang untuk kedua anak anaknya dan memasukkannya ke dalam mangkuknya.
Lalu Mengambil mangkuk Liu Mengli, dia bersiap untuk menyendok semangkuk sup ikan batu ulu untuknya.
Liu Mengli terlalu kurus.
Lengannya sangat tipis sehingga seolah akan patah saat terjepit.
Ketika Liu Mengli melihat Jiang Zhou ingin menyendok sup ikan untuk dirinya, dia segera melambaikan tangannya untuk menolak.
“Berikan pada anak-anak, aku tidak…”
“Tidak.”
Jiang Zhou tahu bahwa Liu Mengli ingin memberikan makanan untuk Tuanyuan.
Dia meletakkan sesendok sup ikan di depannya, dan dengan hati-hati mengarahkan mangkoknya kehadapan Liu Mengli.
“Kamu baru bisa menjaga Chloe dan Zoe dengan baik, jika kamu menjaga dirimu sendiri.”
Jiangzhou memandangnya dengan serius, dan berkata, “Jangan khawatir, mulai sekarang, aku akan memastikan kalian akan makan dengan baik.”
jantung Liu Mengli berdetak kecang.
Dia melihat sup ikan batu ulu di depannya, matanya perih dan berkabut, dan dia hampir meneteskan air mata.
Jiangzhou...
apakah dia benar benar sudah berubah?
mungkinkah dia sedang bermimpi?
........................
Ketika menjelang malam.
anak anak jarang bisa makan hingga kenyang.
Sehingga malam ini mereka tidur lebih awal.
Jiang Zhou dan Liu Mengli tidur di ranjang terpisah.
Keduanya awalnya tidak memiliki perasaan satu sama lain. Liu Mengli adalah seorang pemuda terpelajar yang pergi ke pedesaan,saat itu Dia mabuk dan berhubungan dengan Jiangzhou hingga akhirnya hamil.
Hingga dua tahun terakhir ini dia baru kembali kepedesaan. Demi Chloe dan Zoe dia memaksakan tinggal di sini.
jarak hubungan keduanya bagaikan sebuah gunung!
Sebagai seorang pemuda terpelajar yang pergi ke pedesaan, harga dirinya cukup tinggi, pakta ini membuat Liu Mengli acuh tak acuh terhadap Jiang Zhou, itulah sebabnya Jiang Zhou selalu memukuli dan memarahi Liu Mengli di kehidupan sebelumnya.
Hanya saja dia terlahir kembali sekarang, dan Jiang Zhou tahu di dalam hatinya, selain cinta, ada juga tanggung jawab.
Liu Mengli adalah istrinya, dan Chloe Zoe adalah anaknya.
Dia harus mengambil tanggung jawab ini!
"plaak..."
Dalam kegelapan, tiba-tiba terdengar suara.
Jiang Zhou tidur di ranjang jerami di luar, ia takut Liu Mengli akan melakukan sesuatu yang bodoh!
Mendengar suara, dia segera bangun, dan segera bangkit dan melihat ke luar.
Melihat ini...
dia tercengang.
Di halaman kecil.
Liu Mengli...
sedang mandi.
Cahaya bulan menyinari, menutupi seluruh halaman kecil.
Satu-satunya tangki air di rumah ada di gudang jerami di dapur.Untuk kenyamanan, Liu Mengli sering pergi ke tangki air di tengah malam ketika anak-anak sedang tidur, dan menggunakan baskom kecil berisi air untuk menyeka tubuhnya. .
Dia sangat cantik.
__ADS_1
Di wajahnya, ada sifat mulia dan halus yang tidak dimiliki wanita pedesaan pada umumnya.
Kulitnya sangat putih, rambut hitamnya tergerai, tergantung di bahu kecil dan bulat, kulitnya terlihat sangat halus.
Padahal dia telah bekerja keras diladang, tapi kulitnya tidak terlihat kasar sama sekali.
Wajah kecil seukuran telapak tangan, dan fitur wajahnya yang menawan.dari mata yang terang, tersirat sedikit kegigihan.saat ini, sinar bulan telah menjamah matanya. Membuat mata di wajahnya terlihat semakin terang.
Kelopak mata Jiang Zhou berkedut melihatnya
Dia tahu kelakuanya sekarang adalah hal yang tidak terpuji, mengintip orang yang sedang mandi, tapi dia sangat takut wanita itu akan melakukan hal yang bodoh.
Oleh karena itu, dia meliriknya secara diam diam.
Dia ingin memastikan saja Liu Mengli masih di sana.
Namun seperti, kata pepatah jangan lakukan kesalahan jika tidak ingin tetangkap basah, tepat ketika Jiangzhou mengangkat kepalanya dan hendak melihat Liu Mengli lagi, tanpa sengaja tatapan mereka bertemu.
Liu Mengli terkejut, da berseru kecil, dan berjalan mundur beberapa langkah.
“Jiang Zhou, kamu, kamu bajingan!”
Dia marah dan malu, tubuh kecilnya gemetar, tinjunya mengepal erat.
Jiang Zhou buru-buru bangun dan menjelaskan: "aku benar-benar tidak sengaja melakukanya, aku hanya khawatir kamu akan melakukan sesuatu yang bodoh!"
Liu Mengli tersipu, menatap Jiang Zhou, dan berkata dengan suara rendah, “Hal bodoh apa yang dapat saya lakukan?” “
"Misalnya, mencuri ayam.”
Jiang Zhou menatapnya dengan mata bersinar, “Tadi siang aku mendengar kamu mengatakan bahwa kamu akan memasak ayam untuk anak-anak,sejak saat itu aku mulai khawatir."
"Mengli, hanya demi seekor ayam tidak sepadan jika kamu harus menukarnya dengan hidupmu dan anak-anakmu.
Dan, aku berjanji, di masa depan, aku pasti bisa memberika anak-anakku makan apa saja yang mereka inginkan! aku bersumpah!"
ucapnya serius dan tegas.
Liu Mengli memandangnya, dan ada gejolak di hatinya sejenak.
Dia menggigit bibirnya, dan setelah beberapa saat dia menundukkan kepalanya dan berbisik, "Tapi, lusa adalah Festival Qingming..."
Hari berjiarah Makam adalah festival
tradisional, dan setiap keluarga harus mempersembahkan kue beras kepada leluhur mereka.
Sementara di rumah mereka, jangankan untuk membuat kue beras, bahkan makanan untuk dimakan pun tidak ada.
Faktanya, Jiangzhou benar malam ini.
Dia benar-benar mengambil keputusan yang menyakitkan. Dia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang melanggar hukum.
sekali saja.
Tanpa diduga, dia ketahuan oleh Jiang Zhou.
Dia sedikit malu, tapi hatinya terasa sakit.
Jika bukan karena anak-anaknya, bagaimana dia bisa melakukan hal seperti itu?
Dia adalah seorang pemuda terpelajar yang dikirim ke pedesaan.
mempunyai hargadiri yang cukup tinggi.
Jika tidak dalam keadaan terpojok...
Dia tidak akan mungkin melakukannya.
"huem..."
Jiangzhou tiba-tiba menghela nafas.
Dia bangkit dan berjalan menuju Liu Mengli.
Kemudian, dia mengulurkan tangannya dan tiba-tiba menariknya ke dalam pelukannya.
Liu Mengli membeku sesaat, tubuh kecilnya langsung membeku!
Dia! !
Kenapa dia tiba-tiba memeluk dirinya? !
"Besok, beri aku satu hari, aku akan menghasilkan uang, dan aku berjanji akan membuatkanmu dan anak-anak kue beras! Denagan Isian daging cincang! Aku berjanji!"
Jiang Zhou berkata dengan serius.
Dia memeluk Liu Mengli, menepuk pundaknya dengan lembut, lalu melepaskannya.
Di malam yang gelap, dia sama sekali tidak memperhatikan pipi Liu Mengli yang memerah dan daun telinga merah muda!
"Kamu.....lakukan saja dulu sebelum bicara! kalau hanya janji kosong, siapapun bisa melakukannyaaku, aku..aku akan tidur dulu...! "
Kepala Liu Mengli sedang kacau saat ini.
Dia selalu merasa Jiang Zhou tampak berbeda dari sebelumnya.
Tapi tidak tahu dimana letaknya.
Saat ini, dia hanya bisa mengangguk, lalu menundukkan kepalanya dan tersipu, dengan wajah masih merona, dia buru buru masuk ke kamar, dan berbaring di samping kedua anaknya.
Baiklah, mari kita lihat apakah Jiangzhou bisa melakukannya besok!
sejujurnya.
__ADS_1
mengli tidak banyak banyak berharap dalam hal ini.
Lagi pula, setelah satu kali makan bersama, mana bisa meyakinkan bahwa mengli bahwa Jiangzhou telah berubah.
Liu Mengli mengerucutkan bibirnya, menunjukkan senyuman mengejek pada dirinya.
Sebenar nyaJiang Zhou yang naif, atau dia ?
……………
Keesokan harinya.
Saat fajar baru menyinsing.
Begitu ayam jantan milik kepala desa berkokok untuk pertama kalinya, Jiangzhou beranjak dari tidurnya.
pertama-tama dia memanaskan sedikit sup ikan sisa kemarin, lalu menaruh kubis yang baru dipetik di ladang di pagi hari dan merebusnya.
Dia juga memanaskan dua ubi jalar yang ada di laci tadi malam.Setelah melakukan semua ini,dia menutup panci agar masakanya tetap hangat.
setelah itu, dia mengambil keranjang dan tas nilon dari rumah dan keluar.
Faktanya, setelah terlahir kembali Jiangzhou tidak pernah berhenti berpikir bagaimana caranya untuk menghasilkan uang.
Memang benar, menangkap ikan di sungai, atau bekerja keras di ladang bisa untuk menghidupi Liu Mengli dan anak-anaknya.
Namun, rasanya terlalu lambat dan terlalu melelahkan.
Memberi makan hanyalah pencapaian terendahnya, dan yang ingin dia berikan kepada mereka jauh lebih dari itu!
Dia terlahir kembali!
Jiangzhou terlahir kembali di era tahun 1980-an, dengan bekal pengetahuan dari generasi masa depan,saat ini adalah era keemasan..
Dia benar benar bisa mengubah segalanya!.
Dia ingin memberi mereka kehidupan terbaik!
Dan Jiang Zhou tahu bahwa hal tersulit adalah mengumpulkan penghasilan pertamanya.
Ketika dia pergi memancing kemarin, dia telah mengobservasi.
Sekarang dia tidak punya uang, jika dia ingin menghasilkan uang pertamanya, dia harus memanfaatkan sumber daya yang ada.
Desa Liqi dekat dengan pegunungan.
Dengan vegetasi sangat beragam.
Ketika dia sedang memancing kemarin, dia menemukan bahwa ladang disana dipenuhi dengan daun mugwort.
Meskipun penduduk desa di Desa Liqi memetikdan membawa pulang banyak daun wugwort untuk pulang Festival Qingming, jumlahnya masih tetap banyak, dan sebagian besar daun mugwort masih tumbuh liar di ladang.
Ada begitu banyak daun mugwort sehingga tidak ada yang memetiknya, tetapi Jiangzhou tahu bahwa jika dia memetik daun mugwort yang masih segar dan memjualnya ke Kabupaten Qing'an yang letaknya dua puluh mil dari sana, pasti akan menjadi dagangan yang paling laris!
Di sana adapabrik daging dan rumah susun di area pertambangan.
Jiang Zhou tahu di dalam hatinya bahwa ini adalah kesempatan pertama yang bisa dia manfaatkan untuk mendapatkan keuntungan.
Hari mulai siang.
Jiang Zhou segera memanen daun mugwort tersebut.
berkat usianya yang masih sangat muda, gerakannya sangat cepat dan gesit, dan ketika matahari baru saja menampakan diri di ufuk timur, dia telah memetik sekantong nilon berisi daun mugwort, dan beberapa sayuran liar.
Seledri liar dan indian aster adalah sayuran liar terlezat di musim ini.
Ini juga merupakan sayuran yang di gemari orang-orang di daerah tersebut.
Jiang Zhou menegakkan punggungnya, meletakkan tas nilon di bahunya, mengambil keranjang dan berjalan menuju kabupaten.
Dua puluh mil, tidak terlalu jauh, tidak juga terlalu dekat.
Dia berjalan selama satu jam untuk mencapai tujuannya.
Jam delapan pagi.
Jiang Zhou menemukan rumah susun di area pertambangan.
Pada saat ini, para pekerja di setiap rumah tangga baru saja berangkat kerja, dan para ibu rumah tangga juga keluar untuk membeli sayuran.
Besok adalah Festival Qiaming, jadi mereka harus memasak hidangan yang lezat untuk memberikan penghargaan kepada suami yang telah bekerja keras dan memberi penghormatan pada leluhur.
Jiang Zhou juga tidak hanya diam saja, dia berjalan ke tepi jalan dan kemudian duduk.
Dia mengeluarkan keranjang sayuran, dan mengambil segenggam besar dau mugwort segar dengan tetesan embun dari kantong nilon, dan meletakannya.
Para Wanita paruh baya yang berlalu- lalang juga dengan jelinya langsung melihat sayuran segar ini.
"Hei! Apa yang kamu jual? "
Sebelum Jiang Zhou sempat berteriak, seorang wanita paruh baya datang untuk menanyakan terlebih dahulu.
Jiang Zhou menyeka keringat di dahinya, dan berkata sambil tersenyum, "Daun mugwort, besok adalah Festival Qiaming? Tanpa daun mugwort, masakan yang dimasak tidak akan harum! Bagaimana mungkin kue beras bisa di sebut kue beras tanpa daun mugwort."
Wanita paruh baya itu juga tertawa.
“Kelihatannya cukup segar!”
Tentu saja!
Jiang Zhou pergi memetiknya pagi-pagi sekali,
bahkan masih ada tetesan embun di daunnya.
__ADS_1