Kembali Ke Masalalu

Kembali Ke Masalalu
Membeli Keledai


__ADS_3

“Ada apa?”


​​Liu Mengli berkata dengan lembut, menunjuk ke dua anak itu, “Mengapa mereka menangis dengan begitu sedih?"


Jiang Zhou bangkit, lalu menunduk dengan tidak berdaya dan melihat tubunya sekilas.


"Aku baru saja pilang dan berkeringat. Mereka ingin memeluku dan aku menolaknya."


Dia berkata sambil merentangkan tangannya, "Lalu mereka menangis."


Kalau saja dia tahu kedua anak itu bisa menangis seperti ini.


Dia pasti tidak akan menolak mereka.


Liu Mengli benar-benar tercengang saat ini.


Dia berhenti sejenak, lalu mengulurkan tangannya dan menyentuh wajah kedua anak kecil itu, dan menyeka air mata mereka, dan dengan sabar membujuk "Bukannya Ayah tidak ingin memeluk Chloe dan Zoe, tapi sekarang ayah sangat lelah dan tubuh ayah kotor. Ayah tidak ingin mengotori pakaian Chloe dan Zoe."


Suara tangisan kedua anak itu pelahan berhenti, tapi mereka masih terisak.


Liu Mengli melanjutkan “Kalau gaun bunga yang baru saja Chloe dan Zoe pakai menjadi kotor, nanti tidak cantik lagi."


Liu mengli berkata sambil mendongak melihat Jiang zhou.


“Ayah, akan pergi mandi sekarang, setelah itu baru memeluk Chloe dan Zoe. Bagaimana?"


Jiang Zhou memandang Liu Mengli dia merasa seperti dia telah menemukan penyelamat!


"Mandi! Ayah akan mandi sekarang, lalu kemari untuk memeluk Chloe dan Zoe ya."


kata Jiang Zhou sambil berlari menuju halaman dengan tergesa-gesa.


Ada sebuah sumur di halaman rumahnya.


Itu digali oleh kakanya, Jiang Ming dan ayahnya, Jiang Fuguo, ketika masih hidup.


Ini adalah model sumur tua.


Terbuat dari tumpukan batu.


Di atasnya di tutupi dengan papan dan ada sebuah ember yang di ikat dengan tali di atas papanya.


Saat ini, alat pompa air masih merupakan barang yang langka.


Itu karena harganya yang mahal.


Di Desa Liqi, hanya sekretaris desa yang milik kepala desa yang memilikinya.


Keluarga yang lain hanya bisa mengambil air ke sungai atau meminta beberapa pria-pria kuat di rumah untuk menggali sebuah sumur.


Intinya, mereka harus mengandalkan tenaga.


Jiang Zhou membuka penutup sumur dan mencari sebuah ember kayu berwarna merah. Dia memegang talinya, lalu menurunkan ember dalam keadaan terbalik.


Segera terdengar suara “Tak”.


Bagian tepi embernya menabrak air sumur.


Saat air sudah memenuhi ember, dia menarik talinya dan mengayunkan kekiri dan ke kanan.


Sebuah ember penuh dengan air sumur.


Mengambil air dari dalam sumur juga merupakan pekerjaan teknis.


Jiang Zhou menimba tiga ember besar air dengan cepat.


Di sisi lain, Liu Mengli juga datang membawa sebuah ketel panas.


Itu adalah sebuah katrl air yang lapisan luarnya terbuat dari rotan, yang penuh berisi air.


“Campurkan sedikit air panas kedalam, jangan sampai flu."


Liu Mengli berkata dengan pelan.


Dia langsung tahu kalau Jiang zhou akan mandi air dingin di halaman begitu melihatnya.


Berapa lama sudah hari berziarah makam berlalu?


Jiang zhou batu saja berkeringat, jika langsung mandi air dingin, dia pasti akan flu.


Jiang Zhou juga sudah melupakan hal ini.


Kemudian dia langsung mengambil katel air panas dan mengucapkan terima kasih pada Liu mengli.


Setelah itu, dia mencari sebuah gayung air dan mulai mandi.


harus katakan.


Air sumur di musim ini benar-benar dingin.


Sekalipun sudah mencampurkan satu katel air panas, rasanya tetap membuat orang merasa bergidik saat di siram ke tubuh.


Jiangzhou sudah membasahi tubuhnya. Saat dia bersiap untuk mencuci rambut, dia baru menyadari ternyata yang ada di dalam kotak kecil adalah detergen cuci baju.


Dia mengertakkan giginya dan hanya bisa menggunakannya seperti ini.


Setelah mandi, dia kembali ke kamar dan mengelap tubuhnya hingga kering.setelah berganti pakaian dia menemukan Chloe dan Zoe, kedua anak itu sudah menunggunya di depan pintu.


Jiang Zhou berhenti sejenak.


Lalu dia mengulurkan tangannya dan menggosoknya. Untuk pertama kalinya, dia merasakan apa artinya gelisah.


Dia tersenyum dan berjongkok, lalu, melihat kedua gadis kecil itu dengan hati-hati.


"Itu...apakah Chloe dan Zoe masih marah pada ayah?"


Jiang Zhou membujuk dengan suara lembut "Ayah benar-benar tidak ingin memeluk Chloe dan Zoe, hanya saja kalian memakai gaun baru. Jika ayah.."


Jiang Zhou Belum selesai berbicara.

__ADS_1


Lalu, dua sosok mungil sudah langsung melangkah maju kedepannya.


Tubuh kecil yang lembut dan wangi serta kepala dengan rambut yang lebat menempel pada leher Jiang zhou.


“Chloe menyukai ayah,”


Gadis kecil bicara dengan suara kekanak-kanakkan.


“Zoe juga, juga”


Kedua anak itu bicara dengan suara yang sengau


Hati Jiangzhou langsung meleleh.


Dia mengulurkan tangannya dan memeluk kedua anak itu erat-erat.


kedua anaknya ini nyata dan hidup.


Itu tidak lagi seperti mimpinya yang dulu. Saat dia mengulurkan tangan dan tidak bisa meraih mereka.


Jiang Zhou tersenyum, dan matanya tiba-tiba menjadi basah.


……………


Mie untuk makan siang.


Awalnya mereka akan makan mie yang di masak dengan sayuran hijau.


Tapi Jiangzhou pulang dengan membawa daging.


Setelah Liu Mengli selesai memasak mie, Jiang Zhou memotong beberapa daging cincang dan beberapa jamur shiitake kering untuk membuat saus daging jamur.


Saus daging jamur yang wangi dan berminyak di ambil dengan sendok dan di letakan di atas sayuran hijau.


Seketika.


Semangkuk mie ini menjadi lebih beraroma.


Setelah selesai memasak.


Kedua anak kecil itu sudah sangat lapar.


Mereka duduk dengan bahagia di depan meja dan menatap saus daging jamir di hadapan mereka. Mereka sangat ingin memakannya.


“Ayo cepat,dimakan”


Jiang Zhou berkata sambil tersenyum.


Setelah dia selesai berbicara, kedua gadis kecil itu segera mengambil sumpit kecilnya dan mulai menyeruput mie tersebut.


hanya saja.


Karena tidak pernah memakan mie kocok, jadi kedua anak itu memakan sesuap mie lebih dulu. Kemudian, mereka menempelkan sedikit saus daging jamur dengan sumpit, setelah itu memasukannya ke dalam mulut dan menjilatnya.


Rasanya yang lezat sudah membuat kedua anak itu merasa sangat bahagia.


Jiangzhou merasa lucu dan sedih pada saat bersamaan.


“Seperti ini, aduk rata dulu dan baru dimakan.”


Jiang Zhou berkata “Chloe, Zoe, coba cicipi.”


Kedua gadis itu mengedipkan mata.


Mie yang ada di dalam mangkuk sudah terlumuri kuah daging jamur secara merata.


Tampilannya Berminyak berkilau, dan terlihat sangat menggoda.


Chloe dan Zoe menelan ludah.


Lalu mereka menjepit mie menggunakan sumpit dan memakannya.


Sesaat.


Aroma mie gandum yang halus bercampur dengan daging dan jamur wangi yang merata memenuhi rongga mulut kedua anak itu.


Mata kedua anak itu tiba-tiba berbinar!


"Enak sekali! Harum! Harum! "


Chloe makan dengan lahap.


Zoe bahkan membuat mulutnya penuh dengan tidak jelas. Dia menyeruput mie dan memekannya dengan suapan yang besar.


"Zoe suka, jamurnya enak sekali."


Jiang Zhou tidak bisa berkata-kata.


Dia memandangi kedua gadis kecil yang menikmati makanannya sesaat.


Jiang Zhou kemudian mulai memakan mienya.


Melihat mangkuk yang penuh seperti gunung yang kecil, Jiang zhou merasa sedikit tidak berdaya.


"Mengli, mie ini..."


Jiang Zhou baru saja berbicara.


Lalu Liu Mengli sudah melihat ke arahnya.


Dia mengangkat alisnya yang indah dan menatapnya dengan serius "Apakah kurang? Aku akan masak sedikit lagi untukmu."


Jiang Zhou tidak bisa berkata-kata.


Lalu Jiang zhou menjawab "sudah cukup."


Jiang Zhou dengan cepat menolak.


Dia mengaduk mie hingga merata sambil melihat Liu mengli dan berkata "Apa kamu sudah mencari kakak ipar, Ayah dan Ibu? Apa ayah dan ibu sudah kembali? Apa yang kakak ipar katakan?"

__ADS_1


Hal ini sudah menjadi masalah hati Jiang Zhou.


Dia terus merasa hal ini tidak sederhana.


Liu Mengli berkata "Pagi tadi aku sudah mengajak Chloe dan Zoe pergi kesana. Kakak ipar dan Ming hao tidak ada di rumah. Aku tanya ketetangga sebelah, mereka bilang sepertinya sudah pergi ke kabupaten."


Liu mengli berbicara dan berhenti sejenak, dan melihat ke arah Jiangzhou sekilas.


“Jiang Zhou, aku selalu merasa…apakah ada sesuatu yang ayah dan ibu sembunyikan dari kita?"


Jiang Zhou memakan sesuap mie


Dia menundukkan kepalanya dan tidak berkata apa-apa. Setelah beberapa saat, dia berkata, "Aku akan pergi memeriksanya nanti. Malam ini, pasti akan ada orang yang pulang kerumah mereka kan?"


Mendengar Jiang Zhou bicara seperti ini, Liu Mengli berhenti berbicara.


Jiang zhou dan kedua anaknya sudah selesai makan.


kedua anak itu tidur siang sejenak.


Setelah bangun tidur, orang-orang desa berdatangan, satu per satu mengantarkan belut sawah pada Jiang zhou.


Jiang Zhou mengumpulkan belut dari beberapa keluarga, menoleh ke arah Liu Mengli, dan berkata, "Mengli, kamu bisa menulis dan menghitung tagihankan?"


Liu Mengli mengangguk, "Bisa sedikit."


Jiang Zhou tahu jawaban ini hanyalah perkataan rendah hati saja.


“Tadi saat aku pulang, aku mendengar orang desa bilang kalau desa sebelah membuka pasar yang menukar dan menjual ternak. Aku akn pergi melihatnya. Kalau tidak, mendorong kereta kayu ke kabupaten setiap hari benar-benar tidak efektif."


Liu Mengli juga merasa lega dan tersenyum.


"Memang harus dibeli, kalau tidak kamu akan lelah sekali."


Jiang zhou bangkit berdiri dan bersiap untuk keluar, lalu, dua bocah yang baru saja bangun berlari menghampirinya sambil bersenandung.


“Ayah, Chloe ingin ikut!"


"Zoe juga ikut. "


Kedua bocah kecil itu langsung memeluk kaki kiri dan kanan Jiang zhou.


Jiang Zhou seketika di buat tertawa.


Dia mengangguk tak berdaya dan berkata kepada Liu Mengli: "Kalau begitu aku serahkan urusan rumah padamu. Aku akan membawa mereka dan segera kembali."


Liu Mengli menjawabnya secara singgkat, lalu berpesan kepada kedua anak kecil itu untuk mendengarkan Jiang Zhou dan tidak berlarian sembarangan.


Setelah itu, Jiang Zhou kemudian mendorong kereta kuyunya. Dia memasukan kedua bocah itu kedalam kereta kayunya dan berangkat.


Tidak lama setelah Jiang Zhou pergi,


Ada orang yang berkunjung.


Warga desa yang mengantarkan belut datang satu per satu, semuanya datang dengan membawa ember kayu yang besar.


Liu Mengli menyiapkan meja persegi, meletakkan sebuah buku yang di buat dengan kertas jerami dan di ikat dengan benang. Selain itu, masih ada arang yang sudah di bakar.


Sebagai pemuda terpelajar,


dia telah menerima pendidikan yang baik sejak dia masih kecil.


Dia bisa membaca dan berhitung.


Bahkan hal Yang tidak diketahui Jiang Zhou adalah bahwa Liu Mengli bisa melakukan lebih baik.


Setelah apa yang terjadi kemarin, tidak ada seorang pun di desa yang berani memandang rendah Liu Mengli.


Menerima belut dan menjual ampas minyak, dia melakukannya dengan tertib dan sangat lancar.


……………


Sementara saat ini,


Jiang Zhou mendorong kereta kayunya dan membawa dua gadis kecil berjalan selama satu jam, baru lah mereka tiba di desa sebelah.


Jalanan di masa ini adalah tanah berlumpur.


Jika tidak hujan tidak masalah, Namun, ketika hujan mungkin bisnis belut sawah Jiang zhou harus berhenti sejenak.


Jiang zhou menanyakan jalan ketika sampai kedesa sebelah. Akhirnya, dia telah sampai di pasar perdagangan ternak.


Sebagian besar perdagangan ternak di desa ini sebenarnya digunakan untuk pertukaran.


Secara umum, ada tiga macam jenih hewan ternak yang paling umum dipakai untuk bekerja, yaitu sapi, bagal dan keledai.


Saat ini tidak sedikit sapi yang bergelinding di dalam lumpur di tepi pertanian. Ia mengibaskan ekornya untuk mengusir lalat.


Melihat Jiang Zhou datang.


Ia bahakan tidak melihatnya sama sekali.


Namun, tujuan awal Jiangzhou bukanlah ternak sapi ini.


Dia mencari di sekeliling dan akhirnya berhenti di samping keledai yang terlihat kuat.


Kedua gadis itu mengganggu keledai itu dengan rumput hijau yang digenggam di tangan mereka.


Keledai itu mengeluarkan suara *******.


Suara itu membuat kedua anak itu terkikik.


Jiang Zhou menatap mereka dengan tidak berdaya.


“Kak, berapa harga keledaimu ini?"


Kakak itu adalah pria paruh baya.


Dia mengenakan sebuah topi jerami dan sepasang sepatu kain berwarna hijau yang di penuhi lumpur. Pakaiannya sudah berlubang dan kusut, ujung celananya juga sudah di penuhi oleh lumpur dan di gulung tinggi sehingga menunjukan kakinya yang kurus dan hitam.

__ADS_1


Kulit wajahnya gelap dan memerah. Ini merupakan tampilan dari seorang pekerja.


__ADS_2