
Jiang Zhou mengulang alasan yang dia katakan pada Huang Tieshan sekali lagi.
Lagi pula Chen Youzheng berasal dari ibu kota provinsi. Dia sama sekali tidak paham dengan pikiran yang berliku-liku di desa itu.
Benar saja.
Tanpa sedikit pun keraguan, Chen Youzheng mengerutkan kening dan menatap Jiang Zhou dengan ekspresi serius.
“Kalau memang begitu, kami tidak bisa jika tidak membantu"
Chen Youzheng merenung “Kami membeli stok ikan dari koperasi pemasok dan pemasaran hasil perikanan di seluruh kabupaten dalam dua bulan terakhir ini adalah belut sawah yang terjual paling laris di koprasi pasokan dan pemasaran provinsi.
"Biasanya aku membeli belut sawah dari koperasi pemasok dan pemasaran lain seharga Rp. 2000 persetengah kilogram."
"Begini saja, kelak harga untuk setiap setengah kilogram belut sawah yang di bawa dari desa Liqi, aku berikan komisi Rp. 40."
Jiang Zhou tidak bisa berkata-kata.
Hebat.
apa ini?
Mendapatkan uang secara tidak sengaja?
Jiang Zhou awalnya masih ingin mencoba untuk menolaknya.
Lalu, mendengar Chen Youzheng berkata dengan wajah serius "Kita semua adalah kawan, dan aku harus melayani masyarakat. Sekarang tanaman kalian rusak dan pasti mempengaruhi hasil panen. Hal ini sesuai dengan standar subsidi yang ada pada dokumen untuk di laporkan. Jadi, memberikan komisi Rp.40 tidak menjadi masalah."
Dia sudah berbicara seperti ini.
Jiangzhou hanaya bisa menutup mulutnya dengan sikap bijaksana.
Proses selanjutnya berjalan dengan sangat lancar.
semua belut sawah ini di beli oleh Chen Youzheng.
Selain itu juga chen Youzheng berpesan pada Huang Tieshan bahwa mulai sekarang belut sawah yang di antarkan oleh Jiang zhou harus mendapatkan komisi Rp.40. Seberapa banyak yang ada, semuanya akan di terima.
Setelah mendapatkan perintah dari atasannya ini..
Semua belut sawah yang ada di kereta kayu habis diborong, tak terkecuali yang sudah mati.
Jiangzhou mengikuti proses menimbangnya.
Begitu menimbangnya...
Beratnya adalah 173 kilogram.
Sebelumnya, keuntungan per kilogram yang di dapat Jiang zhou adalah Rp.800. Namun, sekarang keuntungannya naik menjadi Rp.880.
Itu artinya.
Kedatanganya kali ini.
Jiangzhou bisa mendapatkan laba bersih sebesar Rp.290.600
Ketika dia membawa faktur ke akuntan untuk menghitung tagihannya dan segepok uang kertas di berikan padanya. Jiang zhou bisa merasakan kebahagian yang belum pernah ada.
Selesai dia menghitung uang itu dengan cermat, dia pun memasukanya kedalam saku.
Dia menyimpan uang dengan nominal besar dengan rapi dan hanya mengeluarkan beberapa uang pecahan untuk di gunakan.
Jiang Zhou kemudian mendorong kereta kayunya dan meninggalkan koperasi pemasok dan pemasaran hasil perikanan.
……………………
Jika keuntung hari ini di tambah dengan Rp.80.000 lebih semalam.
Uang yang bisa Jiangzhou gunakan sekitar Rp.400.000
Dua hari yang lalu dia masih miskin sehingga harus meminjam uang.Dua hari ini, dia bisa mengumpulkan uang dengan cepat hanya dengan menjual belut sawah.
Akhirnya, dia sudah memiliki uang Rp.400.000
Namun.
Jiangzhou tidak berani memakai uang ini terlalu banyak.
pertama-tama dia pergi ke koperasi pemasok dan pemasaran untuk membeli kain dengan motif bunga polos sepanjang 2 meter, lalu membeli 5 kilogram beras dan beberapa sayuran kering seperti jamur kering dan semacamnya.
Trakhir, dia membeli 1,5 kilogram daging di toko daging yang ada di samping pabrik daging.
Jiang zhou menaruh semua belanjaannya ini kedalam keranjang dan menyusunya dengan baik di atas kereta kayu. Setelah itu, dia pergi ke pabrik minyak.
penjaga pabrik minyak juga sudah sangat akrab dengan Jiang zhou sama seperti penjaga akuntan.
Kali ini, ampas minyak 150 kilogram di letakan di atas kereta kayu miliknya lagi.
Ketika Jiang Zhou menarik kereta kayunya pulang..
Dia merasa kelelahan samapai menertawakan dirinya sendiri.
Ini benar-benar mencari masalah sendiri.
Ada begitu banyak novel, siapa yang tidak hidup mewah setelah di lahirkan kembali?
Sekali pun tidak seperti itu, seharusnya akan langsung menjadi kaya raya.
Namun hanya dirinya sendiri.
menarik belut sawah dengan berat 150 kilogram ke kabupaten.
Setelah menjualnya, dia harus membawa pulang ampas minyak kacang seberat 150 kilogram untuk di jual.
Pulang pergi totalnya dia membawa barang seberat 300 kilogram.
Jiang Zhou berpikir.
Kali ini, dia harus membeli seekor hewan untuk menari kereta kayunya, bagaimanapun caranya.
__ADS_1
……………………
Sekitar pukul 12:00 siang.
Akhirnya Jiang Zhou sampai di rumah sambil menarik ampas minyak kacang seberat 150 kilogram.
Saat melewati gerbang Jiang Fuquan, Chen Hongmei sedang memotong rumput untuk memberi makan ternak.
Pintu halaman rumahnya tidak ditutup.
Jadi Chen Hongmei langsung melihat ampas minyak kacang yanga ada di kereta kayu Jiang zhou dalam sekejap.
Mata Chen Hongmei seketika berbinar.
Dia langsung teringan dengan hewan ternak peliharaaannya sendiri.
Jika memberi ternak makan rumput, berapa banak rumput yang harus di cari agar bisa membuat berat ternak naik setengah kilogram?
Namun, ampas minyak kacang berbeda.
Jika setiap hari mengambil sedikit ampas, lalu di masak bersama rumput ternak di dalam panci. Kecepatan berat babi naik benar-benar tidak bisa di lawan lagi!
Jiangzhou bocah ini.
Di mana dia mendapatkan barang sebagus ini!?
"Hei! Jiangzhou!"
Chen Hongmei langsung memanggilnya.
Jiang Zhou menghentikan langkah kakinya. Lalu melihat Chen hongmei sambil menyeka keringat di dahinya.
"Bibi? apa ada urusan memanggilku?"
Ekspresinya datar dan sama sekali tidak ramah.
Hati Jiangzhou mengerti.
Jika Dibandingkan dengan pamannya Jiang Fuquan, bibinya Chen Hongmei lebih menyebalkan.
Mulutnya sangat pintar memutarbalikkan fakta. Dia juga juara satu memprovokasi orang.
"Aduh! Jiang Zhou, apa yang di bawa olehmu? Sepertinya amapas minyak kacang ya?"
Chen Hongmei berkata sambil tersenyum:" Barang seperti ini tidak mudah untuk di beli. Jika babi memakannya, beratnya akan naik dengan cepat. Tahun ini aku sudah bertanya pada beberapa orang dan tetap tidak bisa di beli."
"Jiangzhou, masalah semalam aku juga sudah mendengar dari pamanmu. Kamu juga jngan memasukannya kedalam hati. Minta ayahmu yang membayar uang sekolah Jiang mingfan saja. Ini tidak ada hubungannya denganmu. Kamu sendiri juga masih mempunyai dua anak."
"Kamu memang rajin. Kamu bahkan bisa membeli ampas minyak yang sulit di beli ini. Kamu memang hebat."
Jiang Zhou tahu betul.
Dia tahu apa yang dipikirkan Chen hongmei.
Namun...
Jiang Zhou hanya tersenyum dan tidak menyambung topik pembicaraannya.
Jiangzhou tersenyum dan berkata, "Bibi, apakah kamu ingin membelinya? Belilah dariku, anggap saja mendukung daganganku. Harganya masih sama seperti dulu Rp.280 per kilogram."
Hongmei terdiam. Bocah ini hampir saja membuat dia emosi sampai muntah darah.
Bagaimana mungkin dia rela mengeluarkan uang untuk membelinya?
Kemarin, Jiang Fuquan tidak berhasil mendapatkan uang dari Jiang zhou, jelas Chen hongmei masih memikirkanya sampai sekarang!
melihat Jiang Zhou yang pulang sambil membawa ampas minyak, dia lalu berpikir dengan menggunakan cara lain. Chen hongmei bermaksud membuat Jiang zhou merasa bersalah secara tidak langsung. Mungkin saja Jiang zhou meminta maaf padanya, sekalian memberikan uang dan dua buah ampas minyak kepadanya.
Namun sekarang malah seperti ini.
Uang tidak diberikan dan ampas minyak juga tidak dapat. Sebaliknya, Jiang zhou masih meminta dia untuk membeli dagangannya!
Chen Hongmei sangat emosi.
Jika orang lain yang berjualan ampas minyak, dia pasti benar-benar akan membelinya.
Namun.
Begitu teringat jika dia membeli ampas minyak ini sama saja artinya membiarkan Jiang zhou mendapatkan uang darinya.
Chen Hongmei semakin dia memikirkannya, dia menjadi semakin emosi.
Dia sedikit tersenyum dan menatap Jiang zhou, lalu berkata dengan pantang menyerah "Harga modal ampas minyak milikmu seharusnya tidak sampai Rp.280 kan?"
"Jiang zhou, kita adalah sekeluarga. Jika kamu mengambil keuntungan dari bibi dan hal ini tersebar keluar. Orang lain pasti akan membicarakannya."
"Satu keluarga tidak bicara sungkan. Aku juga tidak akan mengambil barangmu secara gratis. Berapa modal dari amapas minyakmu ini? Bibi akan membayarkan semuanya padamu, Bagaimana?
Jiang zhou terdiam. Dia tentu saja tidak merasa tertarik.
Jiang zhou berpikir dia membawa ampas minyak seberat 150 kilogram sepanjang jalan, dia kelelahan sampai pundaknya muncul benjolan melepuh.
Namun, Chen Hongmei masih berpikir untuk membelinya dengan harga modal.
Perhitungannya ini benar-benar bagus sekali.
Jiang Zhou tersenyum dan berkata, "Bibi aku tidak bisa menjualnya kalau seperti itu."
"Paman adalah kepala tim produksi. Jika membeli dengan harga modal dengan mengandalkan hubungan denganku, setelah ini tersebar keluar, bagaimana mereka akan membicarakan paman."
"Mereka pasti akan mengatakan bahwa dia menggunakan koneksi!"
"Aku tidak masalah jika di gosipkan oleh orang lain. Aku sudah terbiasa! Namun, nama baik paman tidak boleh rusak."
Jiang Zhou berkata dengan penuh logika " Bibi, aku tidak bisa melakukan ini!"
Raut wajah Chen Hongmei menjadi emosi.
Dia emosi samapai tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
Anak ini.
Jelas sekali dia tidak mau!
Kalau tidak, siapa yang akan tahu jika sekarang dia langsung memberikan dua buah ampas minyak kepadanya?
Setelah Jiang Zhou mengatakan itu, Jiang zhou tidak menunggu Chen hongmei melanjutkan perkataannya. Dia langsung mendorong kereta kayunya dan krmbali kerumah.
Dia masih harus memasak!
Chen Hongmei sangat marah sehingga dia segera kembali ke halaman. Dia menggunakan pisau memotong rumput ternak dengan sekuat tenaga.
Chen hongmei berpikir bagaimana dia mencerikan masalah ini kepada Jiang Dagui saat Jiang Dagui datang nanti.
........................
di halaman rumah.
Chloe dan Zoe sedang bermain.
Mendengar suara Jiangzhou membuka pintu, mereka segera melemparkan tongkat kayu kecil di tangannya ke tanah, berbalik dan berlari menuju Jiangzhou.
"Ayah~"
"Ayah sudah kembali! Zoe merindukanmu~"
Dua sosok putih yang kecil datang ke arahnya seperti hembusan angin.
Jiang Zhou baru saja meletakkan kereta kayunya dan langsung mendapat pelukan.
Dia merasa terkejut.
Kemudian, Dia segera mengulurkan tangannya dan sedikit mendorong kedua anak kecil itu.
"Ayah berkeringat dan kotor. Tunggu sebentar..."
Namun.
Tindakan ini langsung membuat kedua anak kecil itu terkejut
Mata Chloe dan Zoe, besar, dan hitam seketika menjadi buram.
Mata yang buram, menyedihkan dan terlihat kasihan.
Begitu berkedip, air mata yang jernih mengalir keluar.
“Ayah, Ayah tidak mau Chloe lagi hwaaa.."
"Ayah, Ayah juga tidak mau Zoe lagi Hwaaa.."
Kali ini.
Benar-benar duet menangis dimulai!
Jiangzhou bingung.
Selama ini, kedua anak ini sangat penurut.
Sudah seminggu sejak dia dilahirkan kembali, dan Jiang Zhou tidak pernah mendengar kedua gadis ini menangis.
Saat ini, dia melihat kedua anak kecil ini memejamkan mata dan menangis. Air mata mereka mengalir terus tanpa berhenti.
Jiang Zhou tiba-tiba menjadi panik!
apa yang harus dilakukan?
Apa yang harus dilakukan sekarang?
Dalam sekejap, Dahi Jiang Zhou bercucuran keringat. Keringatnya bahkan lebih banyak di bandingkan saat dia bolak balik membawa barang dengan berat 300 kilogram.
“Ada apa?”
Liu Mengli awalnya sedang ada di belakang.
Begitu mendengar kedua gadis itu menangis, dia terkejut dan segera mengusap kedua tangannya di celemeknya. Setelah itu, dia bergegas berjalan keluar.
"Chloe, Zoe, kenapa menangis? "
Begitu keluar, Liu mengli langsung melihat kedua bocah kecil yang menangis dengan air mata yang bercucuran
Sementara Jiang Zhou berjongkok di samping kedua bocah kecil itu. Dia terlihat panik dan bercucuran keringat.pakaiannya juga sudah basah kuyup.
Mendengar suara Liu Mengli.
Jiang zhou segera berdiri, lalu menunjuk kedua bocah kecil dan menunjuk dirinya sendiri.
"Mereka menangis. Chloe dan Zoe menangis bagaimana ini?"
Dia benar-benar panik.
Dia tidak tahu bagaimana cara menghibur mereka.
Liu Mengli tidak bisa menahan tawanya saat melihat ekspresinya yang begini.
Dia berjalan mendekat ke arah kedua anak kecil itu. Lalu, sebelum dia bicara, kedua anak kecil itu sudah mengadu terlebih dahulu dengan ekspresi menyedihkan.
"Ibu, Ayah tidak mau memeluk Chloe huhuu..
Ayah tidak suka, ayah tidak suka pada Chloe lagi.."
"huhuu Zoe juga mau di peluk ayah. Tapi ayah tidak mau peluk huhuhuuu..."
Semakin menangis, dia menjadi semakin sedih. .
Kedua bocah kecil benar-benar semakin berpikir sekamakin sedih.
Mereka langsung mengulurkan tangan, lalu menarik tangan Liu mengli dan ingin bersembunyi di belakang tubuhnya.
Liu Mengli pertama-tama menenangkan perasaan kedua bocah kecil itu.
__ADS_1
Kemudian, dia memandang ke arah Jiang Zhou dengan bingungan.