Kembali Ke Masalalu

Kembali Ke Masalalu
Mempercayainya Tanpa Sebab


__ADS_3

Dongzi dan kedua anak lainnya akhirnya menghabiskan mangkuk kedua.


Kali ini, ketiganya sudah benar-benar kenyang.


Perut mereka buncit sulit untuk berjalan.


“Terima kasih, kak Jiang!”


Dongzi menggaruk kepalanya dan pamit kepada Jiang Zhou bersama kedua temannya.


“kak Jiang, apakah kamu masih ingin mengumpulkan belut lagi besok?”


Dongzi bertanya.


Dia masih memegang uang ditelapak tangannya.


Perutnya yang buncit menandakan bahwa dia baru saja makan dua mangkuk besar sup hati babi terlezat yang pernah dia cicipi.


sejujurnya.


Meskipun kak Jiang tidak memberinya uang juga tidak masalah, dia cukup memberinya dua mangkuk sup hati babi setiap hari, dia tetap bersedia menangkap belut sawah sebagai gantinya!


Meskipun kedua anak lainnya tidak bicara, mereka juga menatap Jiang Zhou dengan penuh semangat.


Jiang Zhou tersenyum dan berkata: "Baiklah, harganya masih Rp. 1.200 persetengah kilogram. kalian bisa menangkapnya dan membawanya kemari besok. aku akan mengambil berapa pun yang kalian bawa! "


Mendengar perkataan Jiang Zhou.


Ketiga anak itu akhirnya pergi dengan perasaan puas.


Jiang Zhou mencuci ketiga mangkuk itu dan menaruhnya di lemari.


Beberapa saat kemudian, Liu Mengli kembali.


Liu Mengli tidak mengatakan apa-apa, ketika dia melihat Jiang Zhou, dia tiba-tiba merasa bersalah.


"Maafkan aku..."


kata Liu Mengli lembut.


Jiang Zhou sedang bersiap memindahkan sup hati yang ada di panci kedalam mangkok porselen saat mendengar Liu Mengli meminta maaf.


Dia tertegun, tanpa sadar mengira dirinya salah dengar.


“Aku tidak berhasil meminjam kerbau”


Liu mengli berkata dengan pelan


Dia tampak sedikit frustrasi, dia berjalan mendekat, dan menatap Jiang Zhou.


"Jiangzhou... Kalau tidak, besok kamu menjaga anak-anak, dan aku akan pergi ke ladang. "


"Rumput di ladang terlalu banyak, jika tidak di bajak, meskipun kita menanam padi, padinya juga tidak akan tumbuh. Tetap tidak cukup saat harus menyerahkan gandum ke negara..”


Liu Mengli merasa tidak tenang.


Dia juga tidak tau kenapa dirinya bisa meminta jiang zhou untuk membantu menjaga anak-anak.


sebelumnya...


Liu Mengli pasti tidak akan dan tidak berani melakukan itu.


Namun.


Dia telah melihat perubahan Jiangzhou dalam dua hari terakhir.


Setelah Liu Mengli selesai berbicara, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menatapnya dengan penuh harap.


Namun.


Jiang Zhou menggelengkan kepalanya.


Liu Mengli seketika kecewa.


Jiang Zhou meletakkan mangkuk porselen di tangannya, lalu berjalan mendekat dan mengulurkan tangannya dan memegang bahu Liu mengli.


“Kamu tidak perlu khawatir tentang ini, ini semua urusanku, biar aku saja yang menyelesaikannya.”


Jiang Zhou berkata dengan serius“Tenang saja, aku akan menyelesaikan urusan ladang kita yang ukurannya 0,3 hektar itu dalam tiga hari paling lama, oke?"


Raut wajahnya tampak serius


tatapan matanya lembut dan tulus.


Liu Mengli jelas-jelas tidak mempercayai apa yang dikatakan Jiang Zhou sama sekali, tapi dia tetap menganggukkan.


Jiang Zhou tersenyum puas.


“Ayo, minum sup,”


katanya sambil tersenyum.


Kemudian, jiang zhou meraih mangkuk besar dan mengambil satu sendok hati dari dasar panci untuk Liu mengli, terlihat jelas pelih kasinya.


“Disini juga ada nasi dan kue beras yang masih panas, kamu minum sup dulu, lalu makanlah sedikit nasi.”


Jiang zhou melihat Liu mengli yang masih terpaku di tempat.


Akhirnya dia meraih tangan Liu mengli, lalu berjalan ke samping meja untuk duduk.


Kemudian, jiang zhou menyelipkan sendok ke tangan Liu mengli.


"Ini sangat enak, cobalah cicipi,"


setelah seranhkaian tindakan itu


Liu Mengli bahkan tidak punya waktu untuk bereaksi.


Dia tertegun sejenak.


Setelah sadar dari lamunanya, dia menyadari semangkuk sup hati yang ada di depannya.


"apakah ini... Hati"


Liu Mengli berbicara setelah tertegun sejenak.


Jiang Zhou mengangguk: "Iya, cobalah rasanya sangat enak."


Saat dia berbicara, dia mengetuk dagunya tidak jauh dari sana, "Chloe dan Zoe bisa menjadi saksi."


Mendengar seseorang menyebut nama mereka


Kedua anak itu yang sedang jongkok di tanah memperhatikan semut itu langsung berlari menghampiri mereka.


"Ayah~"


"Ibu.. Kamu sudah pulang?~"

__ADS_1


Jiang Zhou mengusap kepala kedua anak kecil itu.


Dia berkata sambil tersenyum: "Katakan pada ibu, apakah sup hati babinya enak?"


Mendengar ini, kedua anak kecil itu menganggukkan kepala bersamaan!


"Enak! Enak sekali! "


Chloe menjilat bibirnya dan menelan ludahnya dengan keras.


Dia melirik mangkuk Liu Mengli dengan penuh harap. Chloe merasa lapar lagi.


“Zoe, suka makan hati babi, nyam! nyam!”


kata Zoe.


Dia membuka mulutnya dan membuat gerakan yang imut.


Liu Mengli juga tidak bisa menahan tawanya.


pada saat itu juga.


Dia mengambil sendok, menyendok dua potong hati babi, dan menyuapkan ke mulut kedua anak itu bergantian.


Melihat ekspresi bahagia di wajah Chloe dan Zoe, hatinya pun menghangat.


"Ibu, makan~makan~"


"Enak, manis, harum~"


Kedua anak itu berjinjit dan mendorong siku Liu mengli agar dia menggigitnya.


Liu Mengli tidak bisa menolak.


Pada saat itu juga.


Liu mengli mengangkat sendoknya.


Dia mengambil sendok, mengambil sesendok hati babi, dan memasukkannya ke dalam mulut.


Detik berikutnya, rasa bubuk yang manis bercampur aroma daun bawang cincang menyebar di mulut.


Ini bukan bau hati yang amis yang ada dalam ingatannya.


“Apakah enak?”


Jiang Zhou bertanya sambil tersenyum.


Liu Mengli tidak bisa menahan diri untuk tidak mengangguk.


“Enak.”


Dia menelan hati babi di mulutnya, dengan hati-hati melihat hati babi di dalam mangkuk, dan memastikan bahwa itu benar hati babi.


“Ini pertama kalinya aku tahu bahwa hati babi sangat lezat,”


Jiang Zhou tersenyum.


“Makan lebih banyak kalau suka. Masih banyak di dalam panci. direndam dengan nasi juga enak,”


Setelah mengatakan itu, jiang zhou bangkit dan behjalan ke tong penyimpanan belut sawah.


Belut sawah yang ditangkap Dongzi dan kedua temannya hari ini terlihat sangat bagus.


Liu Mengli juga menyadarinya.


“Apakah kamu akan pergi ke kabupaten lagi besok?”


"Uangku sudah hampir habis. aku akan menjual belut sawah ini besok. Untuk beberapa waktu ini, mungkin kita akan berbisnis belut sawah"


Namun. Jiang zhou tidak mengatakan yang sepenuhnya.


Bisnis belut sawah ini mungkin tidak akan bertahan lama.


pada saat di ketahui oleh orang, sumber bisnisnya pasti akan di ambil alih, oleh seseorang.


Namun, Jiang Zhou tidak perduli tentang itu.


perlu diketahui.


Dia adalah orang yang terlahir kembali. Dalam kehidupan ini, dia hanya menghindari lubang yang pernah dia lalui di kehidupan sebelumnya dan mengulangi perjalanan keberhasilannya sekali lagi.


Ini adalah keyakinannya.


Peluang bisnis akan selalu ada.


selama dia bisa menangkapnya.


Liu Mengli tertegun sejenak, wajahnya seperti ingin mengatakan sesuatu.


Namun, Jiang Zhou sudah tahu apa yang akan dia katakan.


Dia tersenyum dan berkata, "Tenang saja, besok aku akan membeli beberapa lembar kain ketika kembali. Namun, butuh beberapa waktu lagi untuk membeli sepatu Chloe dan Zoe"


Anak-anak tumbuh dengan cepat.


Persediaan pakaian dan barang lainnya terbatas.


Sedangkan untuk kain, membeli kain beberapa meter saja sudah cukup untuk kedua anak itu.


Namun jika anda ingin membeli sepatu kulit putri.


Uang yang jiang zhou hasilkan besok tidak akan cukup.


Liu Mengli memandangnya dengan terkejut.


"Bagaimana kamu tahu..."


Sebenarnya Liu mengli mal untuk mengatakannya.


Bagaimanapun, itu adalah uang Jiang Zhou.


Namun...


Pakaian kedua anak itu sudah tiak layak untuk di pakai.


Liu Mengli baru saja hendak berbicara.


Jiang Zhou berkata, “Aku melihat banyak kupon kain yang kamu simpan di samping tempat tidur.”


ang zhou juga tidak menyembunyikannya.


“Aku mengambil enam lembar kupon dan akan membeli kain itu kembali besok.”


“Coba kamu pikirkan apa lagi yang kurang di rumah?”


Liu Mengli tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


Lalu dia menggelengkan kepalanya.


“Tidak, tidak, kita masih punya semuanya di rumah, jadi jangan menghabiskan uang lagi.”


Ujung hidungnya terasa sedikit masam.


Perasaan tidak nyata itu datang lagi.


semangkuk sup hati yang mengepul ada di depanku.


Tidak jauh dari sana Chloe dan Zoe sedang bermain dengan perut yang kenyang dan puas.


Selain itu...


Jiang Zhou, yang beruhasa melakukan yang terbaik untuk keluarga ini.


Semua ini bahkan tidak pernah muncul di dalam mimpinya.


Mata sedikit Liu Mengli panas.


Dia segera menundukkan kepalanya dan meminum sup itu dalam satu tegukan besar.


Sangat nikmat...


sungguh.


........................


keesokan harinya.


ketika pajar menyinsing..


Jiangzhou bangun lebih dulu untuk membuat sarapan.


Seperti biasa, dia membuat kue beras.


Dia membuat bubur satu panci, dan meletakan kukusan bambu di atas panci, hanya perlu meletakan kue beras di atasnya.


Setelah kue beras di panaskan, dia memasukan dua kue beras kedalam mulutnya, dan meminum satu mangkuk bubur. Sarapan sudah selesai.


Jiang zhou berdiri, mencari ember kayu besar dan memasukkan sedikit air ke dalamnya, dan Terakhir, masukkan belut sawah yang ada di tong ke dalamnya.


Meski belut sawah termasuk jenis ikan, namun berbeda dengan ikan biasa.


Ia hanya membutuhkan sedikit air untuk menjaga kelembapan tubuhnya, dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.


Jiang Zhou berencana pergi dengan mendorong kereta kayu.


Kalau airnya terlalu banyak, dan terlalu berat, bahunya akan sakit, itu tidak dibutuhkan.


Dia mengikat ember dengan tali rami di kereta kayu.


Jiang Zhou mendorong kereta kayunya dan keluar.


Dia terap pergi ke Kabupaten Qing'an.


Sepanjang jalan, Jiangzhou berhenti dan menunda selama lebih dari setengah jam.


bukan karna hal lain.


Karena dia melihat ladang yang penuh tanaman daylili kuning yang segar.


Tanaman liar yang paling populer di dekat hari berziarah makam pastinya adalah bungan daylili kuning.


Bisa di gunakan untuk membuat pangsit, bakpao kukus, atau membuat masakan kukus.


semuanya merupakan makanan musiman yang lezat dan khas.


Dalam setahun, tumbuhan ini hanya ada di musim semi, tidak akan ada lagi setelah berganti musim.


Jiang Zhou kebetulan membawa tas nilon, sehingga dia memetiknya selama hampir satu jam.kantongnya sampai benar-benar penuh.


Saat itu sudah lewat jam delapan ketika kami tiba di Kabupaten Qing'an.


Pertama, Jiang Zhou pergi ke depan perumahan di area pertambangan, dan menjual sekitar 6,5 kilogram tumbuhan daylili kuning


Harganya RP. 600 untuk setengah kilogram.


Penghasilannya adalah Rp. 7.800


Jiang Zhou memasukan uang itu ke dalam sakunya dan akhirnya dia merasa sedikit lebih lega.


Ini sudah jam setengah sembilan.


Sudah lewat waktu sarapan di kota kabupaten.


Namun..


Bagi Jiangzhou, ini adalah waktu yang kurang lebih pas.


Karena tujuannya saat ini hanya sempat di waktu itu.


………………


Setelah kelahiran kembali, informasi pembagian waktu dalam pikiran Jiang Zhou dengan jelas terhubung dalam pikirannya.


Pada garis waktu ini, dia diusir dari Desa Liqi di kehidupan sebelumnya, pada saat itu, dia baru mulai menjual barang dan memulai bisnis secara tidak sengaja.


Oleh karena itu, dia mengingat banyak titik penting dengan sangat jelas.


Jika dia tidak salah ingat, pada terminal bus di pintu utara kabupaten terdapat wrung mie belut yang baru saja buka.


Pemilik warung mie belut ini bukan asli warga lokal.


Meraka datang dari luar kota.


Mereka juga membuat mie belut yang sangat lezat.


Dalam beberapa hari setelah dibuka, bisnisnya berkembang pesat, oleh karena itu, bahan makanan belut sawah semakin berkurang.


Karena pasangan tersebut bukan warga lokal.


mereka membeli belut dari pasar ikan.


Jiang zhou juga menyadarinya secara tidak sengaja di kehidupan sebelumnya.


Oleh karena itu, jiang zhou mewujudkan langkah pertamanya dalam menghasilkan uang dengan menangkap belut sawah di mana-mana dan menjualnya.


Kali ini, dia tidak akan melepaskan kesempatan untuk menghasilkan uang.


……………………


Di depan gerbang Stasiun Utara terminal bus.


Di warung mie belut.


Suami istri itu sangat ahli membuat mie, khususnya mie belut. Mie belut buatan mereka tidak amis dan tidak kering. Rasanya sangat lezat dan harum, membuat orang tidak bisa melupakan kelezatannya.

__ADS_1


terlebih lagi, mie mereka di giling langsung oleh suami istri itu dan teksturnya benar-benar kenyal.


Setelah pasangan suami istri itu bekerja sepanjang pagi, waktu sudah menunjukan pakul 10:00 saat pelanggannya mulai berkurang banyak.


__ADS_2